{"id":10342,"date":"2026-07-30T01:23:35","date_gmt":"2026-07-30T01:23:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10342"},"modified":"2026-07-30T01:23:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:35","slug":"setelah-40-tahun-akhirnya-warga-kampung-bambu-kuning-marunda-dapat-pasokan-air-minum-dari-pam-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10342","title":{"rendered":"Setelah 40 Tahun, Akhirnya Warga Kampung Bambu Kuning Marunda Dapat Pasokan Air Minum dari PAM Jaya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Setelah menunggu 40 tahun, akhirnya warga Kampung Bambu Kuning RW 02, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara mendapatkan pasokan air minum perpipaan dari PAM Jaya.<\/p>\n<p>&#8220;Warga setempat telah menunggu selama 40 tahun dan akhirnya dapat menikmati air minum perpipaan dari PAM Jaya,&#8221; kata Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Senin (24\/2\/2025).<\/p>\n<p>Menurut dia, warga Kampung Bambu Kuning selama ini mengandalkan air tanah yang asin dengan biaya mencapai Rp400.000-Rp600.000 per bulan.<\/p>\n<p>Dengan adanya jaringan air perpipaan, kata Arief, warga hanya perlu membayar sekitar Rp60.000-Rp100.000 per bulan, sehingga lebih hemat dalam memperoleh air yang berkualitas.<\/p>\n<p>&#8220;Air minum perpipaan yang disuplai bagi 513 Sambungan Rumah di RW 02 Kampung Bambu Kuning, bersumber dari SPAM Jatiluhur 1 yang disalurkan melalui Distribution Center Cilincing 2 berkapasitas 20 juta liter,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245450527\/meski-untung-ratusan-miliar-per-tahun-pam-jaya-tetap-mau-naikkan-tarif\">Baca: Meski setiap tahun untung, PAM Jaya tetap naikkan tarif<\/a><\/p>\n<p>Warga RW 02 Kampung Bambu Kuning menyambut penuh syukur masuknya air minum perpipaan ke wilayah mereka. Bahkan, Arief juga menghadiri acara syukuran warga beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Sementara itu, warga RW 02 Kampung Bambu Kuning Kelurahan Marunda, Jakarta Utara Dariyah (42) mengaku bersyukur dengan tersedianya air bersih di Bambu Kuning karena ini merupakan penantian panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Akhirnya, kami mendapatkan air bersih, rintangannya sangat banyak sekali untuk mengajukan air bersih,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan pengurus RW 02 Bukhori (45) yang turut mengucapkan terima kasih kepada PAM Jaya karena telah menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/245397642\/memanen-air-hujan-salah-satu-upaya-mewujudkan-swasembada-air\">Baca: Memanen air hujan jadi cara wujudkan swasembada air<\/a><\/p>\n<p>Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menargetkan untuk menambah satu juta sambungan baru melalui pola kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di bidang optimalisasi aset dan perluasan jaringan distribusi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memakai aset untuk mendapatkan akses pinjaman. Dengan cara ini, kondisi perusahaan akan tetap sehat sehingga bisa melanjutkan proyek-proyek yang dibutuhkan,&#8221; kata Arief Nasrudin dalam keterangannya Sabtu (22\/2\/2025).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia mengungkapkan perusahaan berencana menambah 1.092.255 sambungan baru hingga tahun 2030 yang membutuhkan investasi cukup besar.<\/p>\n<p>Untuk itu, kata Arief, dalam rangka mendanai proyek ini, perusahaan menerapkan pola bisnis yang memungkinkan perusahaan tidak bergantung sepenuhnya pada ekuitas atau modal sendiri.<\/p>\n<p>Dengan proyeksi peningkatan sambungan air mencapai lebih dari 1 juta sambungan pada 2030, lanjut Arief, PAM Jaya terus mencari solusi pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengalami penundaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Setelah menunggu 40 tahun, akhirnya warga Kampung Bambu Kuning RW 02, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara mendapatkan pasokan air minum perpipaan dari PAM Jaya. &#8220;Warga setempat telah menunggu selama 40 tahun dan akhirnya dapat menikmati air minum perpipaan dari PAM Jaya,&#8221; kata Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Senin (24\/2\/2025). Menurut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[793,2479],"class_list":["post-10342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-air-minum","tag-pam-jaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}