{"id":10394,"date":"2026-07-30T01:23:47","date_gmt":"2026-07-30T01:23:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10394"},"modified":"2026-07-30T01:23:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:47","slug":"fenomena-kaburajadulu-bisa-memicu-gelombang-eksodus-sdm-berkualitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10394","title":{"rendered":"Fenomena #KaburAjaDulu Bisa Memicu Gelombang Eksodus SDM Berkualitas"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fenomena #KaburAjaDulu yang meramaikan jagat maya haru-baru ini harus diwaspadai pemerintah karena bisa memicu kehilangan sumber daya berkualitas.<\/p>\n<p>Bank Dunia dalam &ldquo;Human Capital Project&rdquo; menjelaskan bahwa modal sumber daya manusia merupakan faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan.<\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia sendiri selalu menegaskan bahwa investasi human capital akan memberikan r<em>eturn of investment<\/em> tenaga kerja produktif di masa depan.<\/p>\n<p>Rezim Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Astacita-nya menyatakan beberapa langkah untuk meraih generasi emas di tahun 2045.<\/p>\n<p>Adapun cara yang dilakukan dengan meningkatkan kapasitas manusia. Ini dilakukan melalui penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi.<\/p>\n<p>Namun, pernyataan viral dari Wamen Immanuel dalam merespons #KaburAjaDulu dengan mempersilakan generasi muda untuk &ldquo;kabur&rdquo; dan tidak perlu kembali ke Indonesia tentu saja sangat disayangkan dan menjadi kontra produktif dengan upaya pengembangan SDM.<\/p>\n<p>Akan&nbsp;lebih&nbsp;baik jika&nbsp;pemerintah&nbsp;tidak merespons fenomena #KaburAjaDulu secara reaktif dan terkesan emosional.<\/p>\n<p>Karena hilangnya SDM berkualitas pada akhirnya akan menghadapkan Indonesia pada bayang-bayang kegagalan memanfaatkan kesempatan untuk memetik bonus demografi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/245678257\/fenomena-kaburajadulu-sudah-muncul-sejak-2023\">Baca: Fenomena #KaburAjaDulu sudah muncul sejak 2023<\/a><\/p>\n<p>Jumlah penduduk usia produktif yang besar, tanpa diiringi kualitas yang baik bisa menjadi bumerang bagi pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Sebab, berapa pun jumlah penduduk, bila memiliki kualitas yang baik dapat menjadi modal pembangunan. Sebaliknya, jumlah penduduk yang besar tanpa memiliki kualitas akan menjadi beban berat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Alih-alih menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, bonus demografi yang diharapkan justru berubah menjadi beban demografi.<\/p>\n<p>Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, menjelaskan bahwa peluang Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi sebetulnya masih terbuka, karena pada tahun 2020 masih terdapat 29 provinsi yang berada pada tahap awal bonus demografi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Yang perlu dibenahi pemerintah<\/strong><br \/>Pemerintah tidak perlu alergi terhadap berbagai wacana yang dimunculkan publik, termasuk tagar #KaburAjaDulu. Sebab dalam konteks negara demokrasi, hal tersebut merupakan bagian dari intellectual discourse yang wajar.<\/p>\n<p>Respons defensif, seperti menganggap tidak cinta Tanah Air atau jangan balik lagi, hanya membuat para generasi muda merasa pemerintah tak memiliki itikad baik dalam merespons aspirasi mereka.<\/p>\n<p>Sebaiknya pemerintah fokus pada reformasi pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sebab, Indonesia masih menghadapi persoalan klasik berupa ketidakcocokan latar pendidikan dengan dunia kerja.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Sakernas BPS 2023, sebanyak&nbsp;29,36 persen&nbsp;mayoritas lapangan pekerjaan di Indonesia didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245667932\/wakil-ketua-mpr-tagar-kaburajadulu-merupakan-autokritik-kepada-pemangku-kebijakan\">Baca: Tagar KaburAjaDulu merupakan autokritik kepada pemangku kebijakan<\/a><\/p>\n<p>Kenyataannya, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah siswa SMK terbanyak saat ini justru di bidang keahlian TIK, teknologi dan rekayasa, serta bisnis manajemen dengan total persentase 80 persen.<\/p>\n<p>Ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dan pekerjaan, baik secara vertikal (<em>undereducation\/overeducation<\/em>) maupun horizontal (tidak sesuai dengan keahlian\/pendidikan formal) akan menghambat optimalisasi produktivitas SDM.<\/p>\n<p>Dukungan pemerintah melalui beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, harus diiringi dengan upaya menciptakan lapangan pekerjaan maupun iklim usaha yang baik, agar suplai tenaga kerja terserap ke dunia kerja.<\/p>\n<p>Selain itu, perlu ada perbaikan struktural untuk mendukung iklim pasar kerja melalui perbaikan birokrasi, stabilitas politik dan ekonomi, serta kepastian hukum.<\/p>\n<p>Kejelasan regulasi, koordinasi yang baik antarkementerian\/lembaga\/pemerintah daerah, disertai kesiapan infrastruktur, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia yang terdidik dan sehat akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Jika tidak teratasi, public trust terhadap negara akan semakin memburuk dan menambah kesenjangan sosial yang sudah ada.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Dini Dwi Kusumaningrum (Sosiolog\/Peneliti BRIN), Anggi Afriansyah (Peneliti BRIN) dan Fikri Muslim (Peneliti BRIN)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fenomena #KaburAjaDulu yang meramaikan jagat maya haru-baru ini harus diwaspadai pemerintah karena bisa memicu kehilangan sumber daya berkualitas. Bank Dunia dalam &ldquo;Human Capital Project&rdquo; menjelaskan bahwa modal sumber daya manusia merupakan faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan. Pemerintah Indonesia sendiri selalu menegaskan bahwa investasi human capital akan memberikan return of [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3103],"class_list":["post-10394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kaburajadulu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}