{"id":10396,"date":"2026-07-30T01:23:47","date_gmt":"2026-07-30T01:23:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10396"},"modified":"2026-07-30T01:23:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:47","slug":"fenomena-kaburajadulu-sudah-muncul-sejak-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10396","title":{"rendered":"Fenomena #KaburAjaDulu Sudah Muncul Sejak 2023"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, tagar #KaburAjaDulu meramaikan jagat media sosial Indonesia sebagai bentuk gerakan kolektif yang mengajak kaum muda terdidik pindah ke luar negeri.<\/p>\n<p>Fenomena #KaburAjaDulu ini merupakan bentuk kekecewaan rakyat terhadap kebijakan negara yang memicu ketidakstabilan ekonomi-politik dan ketidakpastian hukum.<\/p>\n<p>Alih-alih berkaca diri, pemerintah justru menanggapi fenomena #KaburAjaDulu dengan tidak serius.<\/p>\n<p>Bahkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer seakan menantang balik dengan mengatakan &ldquo;Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi&rdquo;.<\/p>\n<p>Padahal, ini bisa saja menjadi perkara serius dan menimbulkan risiko sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas bermigrasi ke negara lain. Bukan tidak mungkin, kaum terdidik benar-benar kabur ke luar negeri karena alasan yang memang masuk akal.<\/p>\n<p>Jika demikian, Indonesia bisa benar-benar kehilangan SDM berkualitas yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245667932\/wakil-ketua-mpr-tagar-kaburajadulu-merupakan-autokritik-kepada-pemangku-kebijakan\">Baca: Tagar KaburAjaDulu merupakan autokritik kepada pemangku kebijakan<\/a><\/p>\n<p><strong>Awal mula munculnya ajakan #KaburAjaDulu<\/strong><br \/>Menurut data Drone Emprit, tagar #KaburAjaDulu sebetulnya mulai beredar di platform X maupun berbagai media berita online sejak September 2023.<\/p>\n<p>Trennya terus naik pada pertengahan 2024 dan memuncak pada awal 2025. Tagar #KaburAjaDulu&nbsp;ini terlacak diunggah oleh akun @amouraXexa pada 8 Januari 2025 dan viral pada 14 Januari 2025.<\/p>\n<p>Dari sisi umur, profil demografis pengguna berusia antara 19-29 tahun yang meramaikan tagar #KaburAjaDulu sebesar 50,81 persen.<\/p>\n<p>Sementara itu, pengguna berusia kurang dari 18 tahun sebanyak 38,10 persen. Dari segi gender, separuh lebih #KaburAjaDulu disampaikan oleh laki -laki.<\/p>\n<p>Demografi usia pengguna X yang menggunakan #kaburajadulu. Drone Emprit<br \/>Secara demografis, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2024, terdapat 149,38 juta orang angkatan kerja dengan tingkat pengangguran sebesar 4,82&nbsp;persen, atau ada sebanyak 7,2 juta orang yang menganggur.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada periode Februari 2024, dari 44,41 juta orang kaum muda (usia 15&ndash;24 tahun) di Indonesia, sekitar 19,30&nbsp;persen termasuk ke dalam kategori <em>not in education, employment, or training<\/em> (NEET), alias tidak bersekolah, tidak bekerja, juga tidak sedang mengikuti pelatihan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245659102\/ylbhi-kebijakan-efisiensi-anggaran-lewat-inpres-melanggar-konstitusi-dan-bahayakan-hak-dasar-rakyat\">Baca: Efisiensi anggaran bahayakan layanan hak dasar rakyat<\/a><\/p>\n<p>Sejumlah data di atas menunjukkan bahwa kondisi lapangan pekerjaan di Indonesia sedang tidak bersahabat bagi generasi muda. Tak heran, jika mereka merasa tidak betah tinggal di negeri sendiri.<\/p>\n<p>Data Direktorat Jenderal Imigrasi periode 2019-2022 menunjukkan sebanyak 3.912 warga negara Indonesia (WNI) pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Singapura.<\/p>\n<p>Sekitar 1.000 mahasiswa Indonesia berusia 25&ndash;35 tahun memutuskan menjadi warga negara Singapura setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Adapun alasan utama yang mendorong mereka pergi dari Indonesia, yaitu mencari kesempatan kerja, infrastruktur, dan pendidikan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Pertimbangan lainnya meliputi perbandingan upah dan indeks perdamaian di negara lain, termasuk kestabilan politik, tingkat kejahatan, dan kerentanan terhadap bencana alam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/245672960\/indonesiagelap-alarm-bagi-publik-agar-tak-terlena-narasi-penguasa\">Baca: #IndonesiaGelap jadi alarm agar publik tak terlena narasi penguasa<\/a><\/p>\n<p>Sayangnya, mereka yang bisa memilih untuk bekerja atau menempuh pendidikan ke luar negeri umumnya hanya kaum terdidik dengan bekal kemampuan yang memadai, memiliki privilese, dan modal sosial untuk memilih karier yang lebih baik.<\/p>\n<p>Dorongan untuk #KaburAjaDulu juga mendapat social support dari diaspora Indonesia dengan menyediakan informasi persiapan berkarier atau belajar di luar negeri.<\/p>\n<p>Selain itu, fenomena #KaburAjaDulu bisa dipahami sebagai bentuk flight response, yaitu sebuah coping mechanism atas situasi yang menekan&mdash;terlebih ke luar negeri dapat memberikan peluang mobilitas ekonomi dan sosial.<\/p>\n<p>Fenomena #KaburAjaDulu ini seharusnya disaspadai pemerintah karena bisa memicu kehilangan sumber daya berkualitas. Ulasannya akan ditulis dalam artikel selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Dini Dwi Kusumaningrum (Sosiolog\/Peneliti BRIN), Anggi Afriansyah (Peneliti BRIN) dan Fikri Muslim (Peneliti BRIN)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, tagar #KaburAjaDulu meramaikan jagat media sosial Indonesia sebagai bentuk gerakan kolektif yang mengajak kaum muda terdidik pindah ke luar negeri. Fenomena #KaburAjaDulu ini merupakan bentuk kekecewaan rakyat terhadap kebijakan negara yang memicu ketidakstabilan ekonomi-politik dan ketidakpastian hukum. Alih-alih berkaca diri, pemerintah justru menanggapi fenomena #KaburAjaDulu dengan tidak serius. Bahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10397,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3103],"class_list":["post-10396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kaburajadulu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}