{"id":10501,"date":"2026-07-30T01:24:14","date_gmt":"2026-07-30T01:24:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10501"},"modified":"2026-07-30T01:24:14","modified_gmt":"2026-07-30T01:24:14","slug":"heboh-hujan-jelly-di-gorontalo-utara-ada-beberapa-kemungkinan-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10501","title":{"rendered":"Heboh Hujan Jelly di Gorontalo Utara: Ada Beberapa Kemungkinan Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya hujan jelly di Dusun Ato Atas, Desa Leyao, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo pada pada Sabtu (15\/2\/2025) malam lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Beberapa proses bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya,&#8221; kata Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Djalaluddin Gorontalo, Naufal Pramudya Irawan dilansir Antaranews.com, Minggu (16\/2\/2025).<\/p>\n<p>Kemungkinan pertama yaitu adanya fenomena biologis di mana hujan jelly sering kali disebabkan oleh hewan laut kecil seperti ubur-ubur atau plankton yang terangkat ke atmosfer oleh badai atau angin kencang.<\/p>\n<p>&#8220;Partikel gelatin dari organisme-organisme ini bisa jatuh bersama dengan hujan,&#8221; terang Naufal<\/p>\n<p>Kemungkinan kedua yaitu adanya fenomena meteorologi, di mana angin yang sangat kuat bisa mengangkat bahan-bahan dari permukaan laut atau kolam yang kemudian terbawa ke atmosfer.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245651196\/fenomena-hujan-jelly-kejutkan-warga-gorontalo-utara-penyebabnya-belum-diketahui\">Baca: Fenomena hujan jelly pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat<\/a><\/p>\n<p>Bahan-bahan ini kemudian turun kembali sebagai hujan ketika kondisi memungkinkan.<\/p>\n<p>Kemungkinan ketiga yaitu adanya pencemaran atau limbah. Sebab beberapa kasus hujan jelly bisa juga terkait dengan limbah industri atau pencemaran air yang menghasilkan bahan-bahan gelatin atau mirip jelly.<\/p>\n<p>Namun menurut Naufal, hal ini sangat jarang dan lebih mengarah ke fenomena yang merusak lingkungan.<\/p>\n<p>Naufal mengatakan untuk mengetahui penyebab secara pasti memerlukan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n<p>Sementara, BMKG meragukan kebenaran informasi terkait fenomena hujan jelly di Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.<\/p>\n<p>&#8220;Validitasnya masih diragukan,&#8221; kata Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Direktorat Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani juga dikutip dari Antaranews.com.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243344586\/mengenal-fenomena-embun-es-di-dieng-dan-dampak-buruknya-pada-pertanian\">Baca: Mengenal fenomena embun es di dataran tinggi Dieng<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ida mengungkapkan, meski ada beberapa kemungkinan tetapi tidak bisa asal berasumsi, bahkan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang valid atas fenomena tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Secara natural ini enggak mungkin terjadi,&#8221; kata dia menegaskan.<\/p>\n<p>Kendati demikian, tim BMKG sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo akan meneliti fenomena hujan jelly ini.<\/p>\n<p>Sebelumnya, fenomena hujan jelly sempat membuat heboh warga di Desa Leyao, Kecamatan Tomilito tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa warga yang mengamati peristiwa itu kemudian merekam momen tersebut karena merasa baru pertama kali melihatnya.<\/p>\n<p>Hujan jelly di desa itu terjadi sekitar 30 menit dan warga merasakan hujan yang turun cukup deras.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244885860\/ribuan-ikan-mati-di-pasuruan-dan-lumajang-akibat-fenomena-bediding\">Baca: Mengenal fenomena bediding yang memicu kematian ikan secara massal<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya hujan jelly di Dusun Ato Atas, Desa Leyao, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo pada pada Sabtu (15\/2\/2025) malam lalu. &#8220;Beberapa proses bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya,&#8221; kata Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Djalaluddin Gorontalo, Naufal Pramudya Irawan dilansir Antaranews.com, Minggu (16\/2\/2025). Kemungkinan pertama yaitu adanya fenomena biologis di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3127,17],"class_list":["post-10501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hujan-jelly","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}