{"id":10509,"date":"2026-07-30T01:24:16","date_gmt":"2026-07-30T01:24:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10509"},"modified":"2026-07-30T01:24:16","modified_gmt":"2026-07-30T01:24:16","slug":"dpr-pembangunan-ikn-tak-perlu-tergesa-gesa-agar-tak-membebani-keuangan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10509","title":{"rendered":"DPR: Pembangunan IKN Tak Perlu Tergesa-gesa Agar Tak Membebani Keuangan Negara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Publik bertanya-tanya tentang kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo Soebianto.<\/p>\n<p>Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR&nbsp;dengan Otoritas&nbsp;IKN, Rabu, (12\/2\/2025), Otoritas IKN menerima pemotongan anggaran dari Pagu semula Rp 6,3 triliun menjadi Rp 1,1 triliun.<\/p>\n<p>Namun, anggaran untuk Otoritas IKN kemudian&nbsp;ditambah kembali menjadi Rp 5,2 triliun.<\/p>\n<p>Anggaran tersebut belum termasuk untuk pembangunan gedung legislatif, yudikatif dan ekosistem pendukungnya yang telah disetujui senilai Rp 8,1 triliun pada tahun 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Bila sebelumnya saya nyatakan tidak ada salahnya menunda IKN karena pemblokiran anggaran, maka saatnya kembali melaksanakan pembangunan sesuai tahapan, tidak usah tergesa-gesa&#8221; ujar anggota Komisi II DPR, Indrajaya dalam RDP tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245642369\/menyorot-pemangkasan-anggaran-pemerintahan-prabowo-belajar-dari-sejumlah-negara\">Baca: Menyorot efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo<\/a><\/p>\n<p>Indrajaya lantas&nbsp;menjelaskan, bahwa anggaran IKN juga ada di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).<\/p>\n<p>Karena Kementerian PU mengalami pemblokiran anggaran sebesar 80 persen dari DIPA 2025 sebesar Rp 110,95 triliun menjadi Rp 29,57 triliun.<\/p>\n<p>Maka, oleh Kementerian PU, anggaran IKN yang semula Rp 60,6 triliun menjadi Rp 14,87 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu saya berharap pada pembahasan anggaran selanjutnya, anggaran IKN akan ditambah, apalagi ini sifatnya pemblokiran yang dimungkinkan dibuka kembali,&#8221; terang Indra.<\/p>\n<p>Indrajaya menegaskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tidak perlu tergesa-gesa, serta harus sesuai tahapan yang terukur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245140490\/jelang-lengser-presiden-jokowi-wariskan-utang-pemerintah-sebesar-rp-846193-triliun\">Baca: Jokowi wariskan utang pemerintah sebesar Rp 8.461,93 triliun<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal ini disampaikannya menyusul Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang memperoleh tambahan anggaran pasca keluarnya Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai karena kondisi keuangan negara yang sedang dalam penataan, menghapus jiwa pengorbanan kita untuk tanah air&#8221; ujar Indrajaya dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Minggu (16\/2\/2025).<\/p>\n<p>Indra mengingatkan, pembangunan IKN merupakan amanat UU No. 3 Tahun 2022.<\/p>\n<p>Sepanjang UU masih berlaku, maka pembangunan terus dijalankan. Terkait keluarnya Inpres efisiensi anggaran negara, jangan sampai melunturkan tanggung jawab pejabat-pejabat OIKN.<\/p>\n<p>&#8220;Yang terpenting ada milestone (target) yang terukur, karena ada yang namanya force majure, dan ada pula kebutuhan mendesak seperti pengentasan kemiskinan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat,&#8221; terang politisi PKB ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Publik bertanya-tanya tentang kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo Soebianto. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR&nbsp;dengan Otoritas&nbsp;IKN, Rabu, (12\/2\/2025), Otoritas IKN menerima pemotongan anggaran dari Pagu semula Rp 6,3 triliun menjadi Rp 1,1 triliun. Namun, anggaran untuk Otoritas IKN kemudian&nbsp;ditambah kembali menjadi Rp [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10510,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[547],"class_list":["post-10509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ikn"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10509"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10509\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}