{"id":10527,"date":"2026-07-30T01:24:20","date_gmt":"2026-07-30T01:24:20","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10527"},"modified":"2026-07-30T01:24:20","modified_gmt":"2026-07-30T01:24:20","slug":"fenomena-hujan-jelly-kejutkan-warga-gorontalo-utara-penyebabnya-belum-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10527","title":{"rendered":"Fenomena Hujan Jelly Kejutkan Warga Gorontalo Utara, Penyebabnya Belum Diketahui"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fenomena alam hujan berupa hujan&nbsp;seperti butiran jelly atau&nbsp;hujan&nbsp;jelly&nbsp;terjadi pada Sabtu (15\/2\/2025) malam sekitar pukul 20.00 waktu Indonesia tengah (WITa) di Gorontalo.<\/p>\n<p>Hujan jelly ini kontan&nbsp;membuat&nbsp;heboh warga di Desa Leyao Kecamatan Tomilito Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo,&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;Antaranews.com.<\/p>\n<p>Tak seperti lazimnya hujan yang berupa butiran air, hujan jelly tadi malam&nbsp;nampak lembek dan butirannya terasa lembut seperti agar-agar<\/p>\n<p>Meski penasaran dengan fenomena alam hujan jelly ini, warga memilih menghindar agar tidak terkena langsung.<\/p>\n<p>Warga setempat, Ewan Saputra mengatakan bahwa dirinya bersama warga lainnya kaget dengan peristiwa alam yang terjadi di Dusun Ato Atas Desa Leyao tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245515560\/champions-of-the-earth-2024-sekem-melawan-penggurunan-dengan-pertanian-biogeneratif\">Baca: Melawan penggurunan dengan pertanian biogeneratif<\/a><\/p>\n<p>Fenomena itu baru disadari warga setelah beberapa saat hujan turun, sebab yang justru nampak di permukaan tanah adalah butiran jelly atau seperti agar-agar yang memenuhi pekarangan rumah dan jalan.<\/p>\n<p>Beberapa warga yang mengamati peristiwa itu merekam momen hujan&nbsp;jelly&nbsp;tersebut karena merasa baru pertama kali melihat kejadian itu.<\/p>\n<p>&#8220;Ada yang sibuk mengambil wadah untuk menampung hujan jelly, sebagian warga memilih mengabadikan momen yang tidak pernah terjadi di desa tersebut,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Hujan jelly di desa itu terjadi sekitar 30 menit dan warga merasakan hujan yang turun cukup deras.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245467106\/mengenal-tumbuhan-pemakan-serangga-bernama-nepenthes-di-kebun-raya-cibodas\">Baca: Mengenal Nepenthes si tumbuhan pemakan serangga<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Belum diketahui apakah butiran jelly memenuhi seluruh desa atau hanya terjadi di satu lokasi di dusun tersebut, mengingat peristiwa langka ini terjadi malam hari,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Fenomena hujan jelly ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1940-an di Amerika Serikat, dan setelah itu telah dilaporkan di beberapa negara lainnya, termasuk Australia, Kanada, dan Eropa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Butiran-butiran jelly yang jatuh dari langit ini biasanya berwarna putih atau transparan, dan memiliki tekstur yang lembut dan licin.<\/p>\n<p>Butitan hujan menyerupai&nbsp;jelly&nbsp;ini&nbsp;berukuran mulai&nbsp;dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.<\/p>\n<p>Penyebab fenomena hujan jelly masih belum sepenuhnya dipahami. Beberapa ilmuwan percaya bahwa butiran-butiran jelly ini mungkin terbentuk dari kombinasi antara awan dan mikroorganisme yang ada di atmosfer.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fenomena alam hujan berupa hujan&nbsp;seperti butiran jelly atau&nbsp;hujan&nbsp;jelly&nbsp;terjadi pada Sabtu (15\/2\/2025) malam sekitar pukul 20.00 waktu Indonesia tengah (WITa) di Gorontalo. Hujan jelly ini kontan&nbsp;membuat&nbsp;heboh warga di Desa Leyao Kecamatan Tomilito Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo,&nbsp;seperti&nbsp;dilansir&nbsp;Antaranews.com. Tak seperti lazimnya hujan yang berupa butiran air, hujan jelly tadi malam&nbsp;nampak lembek dan butirannya terasa lembut seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10528,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[372,3132,3127],"class_list":["post-10527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-alam","tag-gorontalo","tag-hujan-jelly"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10527"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10527\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}