{"id":10620,"date":"2026-07-30T01:25:22","date_gmt":"2026-07-30T01:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10620"},"modified":"2026-07-30T01:25:22","modified_gmt":"2026-07-30T01:25:22","slug":"brin-temukan-98-taksa-baru-sepanjang-2024-didominasi-kelompok-flora","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10620","title":{"rendered":"BRIN Temukan 98 Taksa Baru Sepanjang 2024, Didominasi Kelompok Flora"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nsional (BRIN) berhasil mengidentifikasi 98 kelompok makhluk hidup yang memiliki kesamaan, dan diberi nama ilmiah sama atau&nbsp;taksa&nbsp;baru sepanjang tahun 2024.<\/p>\n<p>Dari&nbsp;98&nbsp;taksa&nbsp;baru&nbsp;temuan&nbsp;BRIN tersebut, 62 persen merupakan spesimen asal Indonesia, di antaranya merupakan spesies endemik flora dan fauna Indonesia.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi&nbsp;BRIN&nbsp;Arif Nurkanto merinci, 50 taksa baru berasal dari kelompok tanaman (flora), yang terdiri atas 11 spesies baru, 1 subspesies baru, 1 varietas baru, dan 37 rekaman baru.<\/p>\n<p>Sementara dari kelompok fauna atau dunia hewan ditemukan 39 taksa baru, meliputi 26 spesies baru dan 13 rekaman baru.<\/p>\n<p>Adapun dari kelompok mikroorganisme, ditemukan 9 taksa baru, yang mencakup 6 spesies baru dan 3 rekaman baru.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245448331\/iucn-sekitar-46300-spesies-terancam-punah\">Baca: IUCN sebut sekitar 46.300 spesies terancam punah<\/a><\/p>\n<p>Penemuan taksa baru ini tidak hanya memperkaya wawasan tentang keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam upaya konservasi.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan memahami dan mendokumentasikan spesies yang ada, langkah-langkah konservasi yang lebih efektif dapat dirancang, seperti rehabilitasi dan peningkatan populasi spesies yang terancam punah, eksplorasi dan konservasi ex situ, serta studi ekologi dan restorasi habitat,&rdquo; kata Arif.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi BRIN, Arif menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai lembaga penelitian dan ilmuwan dari dalam maupun luar negeri.<\/p>\n<p>Menurutnya,&nbsp;publikasi hasil penelitian dalam berbagai jurnal ilmiah tidak hanya memperkaya referensi global tentang biodiversitas Indonesia,<\/p>\n<p>&rdquo;Tetapi juga menegaskan pentingnya perlindungan dan pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan demi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang,&rdquo; tegas Arif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244991178\/peneliti-brin-temukan-spesies-anggrek-baru-endemik-sulawesi-diberi-nama-aerides-obyrneana\">Baca: BRIN temukan spesies anggrek baru endemik Sulawesi<\/a><\/p>\n<p>Sementara Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Andes Hamuraby Rozak mengungkapkan, upaya pengungkapan dan pemanfaatan biodiversitas telah menjadi fokus utama rencana kerja Organisasi Riset.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dua program utama yang saat ini berjalan yaitu kegiatan riset melakui skema rumah program biota yang terkonservasi, dan kegiatan platform kolaborasi ekspedisi biodiversitas terestrial.<\/p>\n<p>&ldquo;Melalui dua skema riset yang dilaksanakan, diharapkan akan lebih berkontribusi signifikan dalam pengungkapan biodiversitas yang merupakan langkah awal dari kegiatan pemanfaatan biodiversitas yang berkelanjutan,&rdquo; terangnya.<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Berikut tautan foto-foto temuan taksa baru 2024:&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/TemuanTaksaBaruPRBE2024\"><span lang=\"IN\">https:\/\/bit.ly\/TemuanTaksaBaruPRBE2024<\/span><\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nsional (BRIN) berhasil mengidentifikasi 98 kelompok makhluk hidup yang memiliki kesamaan, dan diberi nama ilmiah sama atau&nbsp;taksa&nbsp;baru sepanjang tahun 2024. Dari&nbsp;98&nbsp;taksa&nbsp;baru&nbsp;temuan&nbsp;BRIN tersebut, 62 persen merupakan spesimen asal Indonesia, di antaranya merupakan spesies endemik flora dan fauna Indonesia. Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi&nbsp;BRIN&nbsp;Arif Nurkanto merinci, 50 taksa baru berasal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[477,3157],"class_list":["post-10620","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-brin","tag-taksa-baru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10620\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}