{"id":10715,"date":"2026-07-30T01:25:44","date_gmt":"2026-07-30T01:25:44","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10715"},"modified":"2026-07-30T01:25:44","modified_gmt":"2026-07-30T01:25:44","slug":"psikolog-melarang-anak-gunakan-media-sosial-bukan-solusi-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10715","title":{"rendered":"Psikolog: Melarang Anak Gunakan Media Sosial Bukan Solusi Tepat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dibutuhkan pendekatan bimbingan yang kuat dari orang tua terkait manfaat serta risiko&nbsp;penggunaan media sosial pada anak&nbsp;<\/p>\n<p>Psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia Teresa Indira Andani M.Psi mengatakan, melarang anak menggunakan media sosial kurang efektif, terutama bagi anak yang lebih besar dan remaja.<\/p>\n<p>&ldquo;Berdasarkan pola asuh otoritatif, pendekatan terbaik bukanlah melarang, tetapi membimbing dan memberikan pemahaman yang kuat tentang manfaat serta risiko media sosial,&rdquo; kata Teresa dikutip Antaranews.com, Rabu (5\/2\/2025).<\/p>\n<p>Ia mengatakan, pendekatan orang tua untuk membimbing anak bermedia sosial harus sesuai dengan tahap perkembangan usia anak.<\/p>\n<p>Pada usia 7 tahun ke bawah, disarankan tidak diperkenalkan bermedia sosial karena mereka masih kesulitan membedakan realitas dan fantasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245591231\/komdigi-kaji-aturan-pembatasan-penggunaan-media-sosial-pada-anak-anak\">Baca: Komdigi kaji pembatasan penggunaan media sosial pada anak<\/a><\/p>\n<p>Sementara pada usia 7-11 tahun, anak mulai bisa diperkenalkan dengan pengawasan ketat dan batasan yang jelas, seperti hanya menggunakan platform yang aman dan sesuai usia.<\/p>\n<p>Di usia ini, Teresa menyarankan orang tua menerapkan kontrol langsung dengan membatasi waktu layar 1-2 jam per hari dan menggunakan aplikasi parental control.<\/p>\n<p>Dan pada remaja 12 tahun ke atas, Teresa menyarankan untuk diajarkan literasi digital agar dapat mengelola media sosial secara mandiri tetapi tetap dalam pengawasan orang tua.<\/p>\n<p>Pada usia ini juga lebih ditekankan pendekatan berbasis diskusi dan meminta alasan anak kenapa ingin menggunakan media sosial serta cara bertanggung jawab terhadap penggunaan media sosial.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya sekadar patuh, tetapi juga memahami alasan di balik aturan yang diberikan,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245362590\/dpr-australia-loloskan-ruu-larang-anak-di-bawah-16-tahun-akses-media-sosial\">Baca: Australia larang anak di bawah 16 tahun mengakses Media Sosial<\/a><\/p>\n<p>Teresa juga menyebut perlu ada aturan waktu dan durasi yang jelas terkait akses media sosial anak dan terapkan etika digital dan privasi online.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Serta orang tua dan anak perlu berdiskusi terkait konsekuensi yang akan diterima anak ketika salah satu aturan dilanggar.<\/p>\n<p>Pendekatan ini tidak hanya membentuk kebiasaan digital yang sehat tetapi juga membekali anak dengan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Media sosial bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengekspresikan diri. Dengan pendampingan orang tua dapat membantu anak mengelola media sosial secara bertanggung jawab, aman dan edukatif,&rdquo; kata Teresa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dibutuhkan pendekatan bimbingan yang kuat dari orang tua terkait manfaat serta risiko&nbsp;penggunaan media sosial pada anak&nbsp; Psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia Teresa Indira Andani M.Psi mengatakan, melarang anak menggunakan media sosial kurang efektif, terutama bagi anak yang lebih besar dan remaja. &ldquo;Berdasarkan pola asuh otoritatif, pendekatan terbaik bukanlah melarang, tetapi membimbing dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[344,765],"class_list":["post-10715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak","tag-media-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}