{"id":10781,"date":"2026-07-30T01:25:59","date_gmt":"2026-07-30T01:25:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10781"},"modified":"2026-07-30T01:25:59","modified_gmt":"2026-07-30T01:25:59","slug":"auriga-nusantara-laju-deforestasi-di-indonesia-naik-dalam-tiga-tahun-berturut-turut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10781","title":{"rendered":"Auriga Nusantara: Laju Deforestasi di Indonesia Naik dalam Tiga Tahun Berturut-turut"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Setelah menurun pada 2020, laju deforestasi di Indonesia meningkat selama tiga tahun berturut-turut, termasuk pada 2024.<\/p>\n<p>Laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan hidup, Auriga Nusantara yang dirilis pada Jumat (31\/1\/2025) menyebut data ini berdasarkan analisis citra satelit dan penelitian lapangan.<\/p>\n<p>Laporan dari Auriga Nusantara menyebutkan 261.575 hektare (646.366 hektar) hutan primer dan sekunder di seluruh Indonesia hilang pada 2024, naik sebesar 4.000 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Data tersebut didasarkan pada citra satelit, yang dianalisis untuk memastikan deforestasi, dan ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan ke wilayah yang mewakili hilangnya hutan seluas puluhan ribu hektar.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Auriga Nusantara mengatakan sebagian besar pembabatan hutan terjadi di wilayah yang dibuka untuk pembangunan oleh pemerintah.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini mengkhawatirkan karena menunjukkan peningkatan deforestasi legal,&rdquo; kata Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung kepada AFP seperti dikutip VOA Indonesia<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245517184\/kritisi-pernyataan-prabowo-greenpeace-indonesia-gagasan-kedaulatan-pangan-dan-energi-jadi-omon-omon\">Baca: Pemerintah didesak hentikan deforestasi<\/a><\/p>\n<p>Ia menyerukan perlindungan hutan yang &ldquo;mendesak&rdquo; di Kalimantan, di mana angka hilangnya hutan tercatat paling tiggi terjadi di Ibu Kota Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang sedang dibangun, dan di Sulawesi.<\/p>\n<p>Laporan tersebut diterbitkan ketika para pemerhati lingkungan hidup memperingatkan dampak lingkungan rencana pemerintah untuk mengkonversi 20 juta hektare hutan untuk keperluan pangan dan energi.<\/p>\n<p>Pemenrintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad untuk meningkatkan swasembada pangan dan energi, termasuk dengan memperluas bahan bakar nabati untuk menurunkan impor bahan bakar.<\/p>\n<p>Sejumlah kelompok lingkungan hidup memperingatkan rencana tersebut akan menimbulkan bencana bagi hutan di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245499633\/7-dampak-lingkungan-pembukaan-hutan-untuk-perkebunan-sawit\">Baca: Dampak lingkungan pembukaan hutan untuk perkebunan sawit<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Kami meminta Presiden Prabowo mengeluarkan peraturan presiden untuk melindungi seluruh hutan alam yang tersisa,&rdquo; kata Timer kepada AFP.<\/p>\n<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Sejumlah penyebab deforestasi adalah perkebunan kayu, budidaya kelapa sawit, dan pertambangan mineral penting.<\/p>\n<p>Hutan hujan Indonesia merupakan salah satu hutan dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia dan menyediakan habitat penting bagi spesies terancam dan hampir punah, serta merupakan penyerap karbon utama.<\/p>\n<p>Meskipun deforestasi terjadi di seluruh provinsi di Indonesia kecuali wilayah sekitar Jakarta, angka deforestasi terbesar tercatat di Kalimantan.<\/p>\n<p>Salah satu pemicu deforestasi di Kalimatan adalah penetapan wilayah untuk IKN, kata laporan Auriga&nbsp;Nusantara&nbsp;tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245491505\/walhi-rencana-pemerintah-membuka-20-juta-hektare-lahan-bisa-memicu-kiamat-ekologis\">Baca: Rencana pembukaan 20 juta hektare hutan bisa picu kiamat ekologis<\/a><\/p>\n<p>Dua pemerintah daerah di IKN tersebut telah mengusulkan pembukaan ratusan ribu hektar hutan untuk potensi pembangunan, LSM itu memperingatkan.<\/p>\n<p>Namun sebagian besar deforestasi didorong oleh permitaan komoditas, termasuk kayu, pertambangan, dan kelapa sawit.<\/p>\n<p>Para pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.<\/p>\n<p>Pemerintah sebelumnya telah membantah klaim penggundulan hutan yang dibuat oleh para pemerhati lingkungan. Pemerintah mengatakan perkiraan terkait deforestasi tersebut berlebihan dengan salah menghitung perubahan di perkebunan sebagai penggundulan hutan.<\/p>\n<p>Auriga Nusantara mengatakan perhitungannya tidak memperhitungkan hilangnya hutan tanaman dan hutan tanaman, tetapi mencakup hutan primer dan hutan &ldquo;sekunder&rdquo; yang telah diregenerasi.<\/p>\n<p>Laporan ini juga memperingatkan adanya deforestasi untuk produksi biomassa, yang menyebabkan hutan dibabat untuk menanam spesies tanaman yang tumbuh cepat yang akan menghasilkan biomassa kayu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Setelah menurun pada 2020, laju deforestasi di Indonesia meningkat selama tiga tahun berturut-turut, termasuk pada 2024. Laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan hidup, Auriga Nusantara yang dirilis pada Jumat (31\/1\/2025) menyebut data ini berdasarkan analisis citra satelit dan penelitian lapangan. Laporan dari Auriga Nusantara menyebutkan 261.575 hektare (646.366 hektar) hutan primer dan sekunder [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10782,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3199,262,95],"class_list":["post-10781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-auriga-nusantara","tag-deforestasi","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10781"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10781\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}