{"id":10793,"date":"2026-07-30T01:26:01","date_gmt":"2026-07-30T01:26:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10793"},"modified":"2026-07-30T01:26:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:26:01","slug":"meski-mencatat-sejumlah-kemajuan-dunia-harus-tetap-meningkatkan-luasan-kawasan-konservasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10793","title":{"rendered":"Meski Mencatat Sejumlah Kemajuan, Dunia Harus Tetap Meningkatkan Luasan Kawasan Konservasi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Masyarakat internasional telah mencatat sejumlah kemajuan dalam komitmen untuk memulihkan dan melindungi 30 persen daratan, perairan pedalaman, serta wilayah pesisir dan laut pada tahun 2030.<\/p>\n<p>Namun, menurut laporan kemajuan resmi dari Pusat Pemantauan Konservasi Dunia (UNEP-WCMC) dan Persatuan Konservasi Internasional (IUCN) kemajuan tersebut harus dipercepat,<\/p>\n<p>Laporan Protected Planet Report 2024 mengungkapkan bahwa 17,6 persen daratan berada dalam kawasan konservasi&nbsp;yang dilindungi dan dilestarikan.<\/p>\n<p>Sementara&nbsp;kawasan&nbsp;konservasi di kawasan&nbsp;perairan pedalaman serta lautan dan wilayah pesisir di dunia&nbsp;tercatat&nbsp;mencapai&nbsp;8,4 persen.&nbsp;<\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;unep.org,&nbsp;peningkatan cakupan kawasan&nbsp;konservasi&nbsp;sejak 2020 yang setara dengan lebih dari dua kali luas Kolombia ini, patut dirayakan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245272831\/yang-terlewatkan-dari-ktt-keanekaragaman-hayati-atau-cop16-cali\">Baca: Menengok kembali hasil KTT Keanekaragaman Hayati atau COP16 Cali<\/a><\/p>\n<p>Namun demikian upaya konservasi tetap harus diakselerasi karena kenaikannya kurang dari 0,5 poin persentase di kedua wilayah.<\/p>\n<p>Laporan dari IUCN menyebutkan, masih terdapat wilayah daratan kira-kira seukuran gabungan&nbsp;Brasil dan Australia yang harus dilindungi.<\/p>\n<p>Juga terdapat wilayah laut lebih&nbsp;luas dari Samudra Hindia, yang harus ditetapkan sebagai wilayah yang dilindungi pada tahun 2030 guna memenuhi target global 30 persen pada 2030.<\/p>\n<p>Selama enam tahun ke depan, jaringan global perlu segera memperluas daerah konservasi sebesar 12,4 persen di daratan dan 21,6 persen di lautan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245272471\/meski-catat-kemajuan-ktt-keanekaragaman-hayati-16-atau-cop16-cali-dinilai-kurang-ambisius\">Baca: Upaya perluasan konservasi dunia dinilai kurang ambisius<\/a><\/p>\n<p>Negara-negara di dunia ditagih komitmennya untuk memastikan bahwa kawasan-kawasan ini efektif, berlokasi baik, terhubung, diatur secara adil, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.<\/p>\n<p>Meskipun kemajuan telah dicapai pada semua elemen yang dapat diukur secara bermakna, data baru menunjukkan bahwa dunia masih mengalami kekurangan dalam hal kualitas maupun cakupan kawasan yang dilindungi dan dilestarikan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kawasan yang dilindungi dan dilestarikan berperan penting bagi lingkungan dan manusia. Mereka memainkan peran penting dalam menghentikan dan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Kawasan konservasi juga menyediakan manfaat budaya, spiritual, dan ekonomi yang penting, menyediakan layanan ekosistem yang membantu menjaga planet demi masa depan umat manusia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Masyarakat internasional telah mencatat sejumlah kemajuan dalam komitmen untuk memulihkan dan melindungi 30 persen daratan, perairan pedalaman, serta wilayah pesisir dan laut pada tahun 2030. Namun, menurut laporan kemajuan resmi dari Pusat Pemantauan Konservasi Dunia (UNEP-WCMC) dan Persatuan Konservasi Internasional (IUCN) kemajuan tersebut harus dipercepat, Laporan Protected Planet Report 2024 mengungkapkan bahwa 17,6 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10794,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[76,17],"class_list":["post-10793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-konservasi","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10793"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10793\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}