{"id":11021,"date":"2026-07-30T01:27:08","date_gmt":"2026-07-30T01:27:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11021"},"modified":"2026-07-30T01:27:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:27:08","slug":"sampah-plastik-yang-kotori-pantai-di-bali-berasal-dari-enam-sungai-di-jawa-dan-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11021","title":{"rendered":"Sampah Plastik yang Kotori Pantai di Bali Berasal Dari Enam Sungai di Jawa dan Bali"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah akan menangani sampah plastik yang mengotori sejumlah pantai di Pulau Bali.<\/p>\n<p>Hanif memperkirakan sampah plastik ini terbawa aliran empat sungai di Jawa dan dua sungai di Bali sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pulau Bali.<\/p>\n<p>&ldquo;Yang terutama itu Sungai Ciliwung menyumbang 20-30 persen sampah di laut,&rdquo; kata Hanif Faisol Nurofiq di sela aksi bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19\/1\/2025).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan sampah yang terbawa melalui aliran Sungai Ciliwung menjadi kontributor utama karena membelah kota-kota besar di antaranya Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Selain Sungai Ciliwung, sungai lain yang juga membawa sampah termasuk sampah plastik adalah Sungai Citarum, Sungai Bengawan Solo, dan Sungai Brantas.<\/p>\n<p>Sedangkan dua sungai di Bali yang menjadi sumber sampah atau sampah plastik, yakni Tukad (Sungai) Badung dan Tukad Mati.<\/p>\n<p>&ldquo;Kedua sungai itu tidak terlalu panjang sekitar 20 kilometer dan 22 kilometer,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245510817\/thailand-resmi-berlakukan-larangan-impor-sampah-plastik-kapan-indonesia-menyusul\">Baca: Thailand resmi melarang impor sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Ada pun upaya penanganannya, kata dia, pihaknya akan memasang jaring-jaring yang menangkap sampah dan kemudian akan dipungut agar tidak bermuara hingga ke laut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan sampah kiriman yang terdampar di beberapa pesisir pantai di Bali sebagian besar berasal dari aliran sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Laut Jawa.<\/p>\n<p>&ldquo;Sampah ini akan mengikuti arus terus bergerak ke arah timur, kemudian selatan dan sebagian terdampar di pantai Bali,&rdquo; kata Hanif Faisol Nurofiq di sela aksi bersih sampah laut di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan sampah laut itu terjadi saat angin musim barat yang terjadi pada Oktober-Maret tiap tahun.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Menteri LH memperkirakan jumlah sampah kiriman yang ditemukan di pesisir Bali pada 2024-2025 lebih tinggi dibandingkan pada 2020-2021 yang mencapai sekitar 6.000 ton dan pada 2023 sekitar 2.900 ton.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sampah kiriman itu terdampar, salah satunya di pesisir Pantai Kuta, Pantai Kedonganan dan pantai lainnya yang selama ini menjadi daya tarik wisata.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245228510\/menteri-lingkungan-hidup-berencana-hentikan-kebijakan-impor-sampah\">Baca: KLH kaji kebijakan impor sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Peningkatan timbunan sampah itu, dipicu peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas yang tidak ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Tak hanya dari aliran sungai di Pulau Jawa, lanjut dia, sampah laut kiriman di Pantai Kuta tersebut juga berasal dari negara lain, meski ia tidak menyebutkan detail asal negara tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;Bahkan, berdasarkan data timbunan sampah yang terbawa di Pantai Kuta ini sebagian dari negara lain,&rdquo; ucapnya ketika memberikan sambutan.<\/p>\n<p>Selain mendarat di pesisir Bali, lanjut dia, sampah laut yang terbawa arus tersebut juga sampai di pesisir Afrika tepatnya di Madagaskar.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi ini perjalanan sampah dari hilir Pulau Jawa sampai Madagaskar,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p>Menyikapi kondisi tersebut, Hanif menyebutkan bahwa pihaknya akan membangun program kali (sungai) bersih dari sampah dengan menyasar sungai-sungai utama.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245162695\/klhk-targetkan-emisi-nol-dari-sektor-sampah-pada-2050\">Baca: KLHK targetkan emisi nol dari sektor sampah pada 2050<\/a><\/p>\n<p>Adapun target pertama, yakni menyasar tiga hingga empat sungai yang ada di destinasi wisata unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).<\/p>\n<p>&ldquo;Dari 17 destinasi wisata unggulan dari Kemenpar, saya minta tiga-empat yang kami selesaikan sampahnya dulu tahun ini,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Pemerintah menggandeng Badan PBB Bidang Program Pembangunan (UNDP) dan didukung sejumlah negara di antaranya Norwegia dan Uni Emirat Arab (UEA).<\/p>\n<p>Pemerintah UEA memberikan bantuan jaring penangkap sampah atau trach boom yang rencananya akan ditempatkan di 14 titik lokasi sungai di Bali.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya minta di Tukad Mati dan Tukad Badung tahun ini harus selesai tidak boleh ada lagi sampah, tidak ada lagi pencemaran karena kami sudah memiliki sumber daya manusia, tim dan dana yang cukup,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Aksi bersih sampah laut tersebut kembali diadakan para menteri Kabinet Merah Putih setelah perdana diadakan pada Sabtu (4\/1\/2025) lalu di Pantai Kuta, Kabupaten Badung.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hingga saat ini sampah plastik masih terus ditemukan di sepanjang kawasan pantai wisata di antaranya Jimbaran, Kelan, dan Kedonganan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah akan menangani sampah plastik yang mengotori sejumlah pantai di Pulau Bali. Hanif memperkirakan sampah plastik ini terbawa aliran empat sungai di Jawa dan dua sungai di Bali sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pulau Bali. &ldquo;Yang terutama itu Sungai Ciliwung menyumbang 20-30 persen sampah di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[496,17,686,406],"class_list":["post-11021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bali","tag-lingkungan","tag-sampah-plastik","tag-sungai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}