{"id":1107,"date":"2026-07-30T00:25:23","date_gmt":"2026-07-30T00:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1107"},"modified":"2026-07-30T00:25:23","modified_gmt":"2026-07-30T00:25:23","slug":"ancaman-kesehatan-di-balik-pembangunan-pltsa-yang-digalakkan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1107","title":{"rendered":"Ancaman Kesehatan di Balik Pembangunan PLTSa yang Digalakkan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kebijakan pengurus negara mendorong Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 dinilai menyimpan masalah.<\/p>\n<p>Alih-alih sebagai solusi atas kondisi darurat sampah nasional, pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL), secara tidak langsung justru berpotensi mengarahkan masyarakat ke dalam darurat kesehatan.<\/p>\n<p>Studi Cole-Hunter (2020) &ldquo;T<em>he health impacts of Waste-to-Energy emissions: A systematic review of the literature&rdquo;<\/em> menunjukkan bahwa fasilitas WtE dengan pasokan sampah yang tidak dipilah menghasilkan emisi racun berkonsentrasi tinggi.<\/p>\n<p>Polutan tersebut seperti dioksin, furan, dan logam berat, yang memicu dampak karsinogenik maupun non-karsinogenik seperti kanker, gangguan pernapasan, dan kerusakan ekologi.<\/p>\n<p>Racun ini tidak hilang setelah pembakaran, melainkan tetap mengendap dalam abu sisa (bottom ash) dan berpotensi mencemari tanah serta air tanah jika tidak dikelola secara ketat.<\/p>\n<p>Hal ini diperkuat oleh temuan Domingo (2025)<em> &ldquo;Cancer Risk Associated with Residential Proximity to Municipal Waste Incinerators: A Review of Epidemiological and Exposure Assessment Studies,&rdquo;.<\/em><\/p>\n<p>Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat yang tinggal dekat insinerator terutama dengan kontrol emisi lemah menghadapi peningkatan signifikan risiko kanker akibat paparan kronis dioksin dan furan, yang berkorelasi dengan kasus Non-Hodgkin Lymphoma, soft-tissue sarcoma, dan kanker hati.<\/p>\n<p><strong>PSEL: Solusi Palsu yang Mengancam<\/strong><br \/>Sementara itu, kajian&nbsp;WALHI (2024) bersama temuan Nexus3 Foundation menegaskan bahwa karakteristik sampah Indonesia yang basah dan tercampur plastik membuat proses pembakaran tidak optimal dan justru memperbesar pembentukan dioksin dan furan beracun.<\/p>\n<p>Pengukuran di sejumlah PLTSa menunjukkan kadar dioksin melampaui ambang aman, mencemari rantai makanan seperti telur ayam, serta terkonsentrasi tinggi dalam abu sisa yang tergolong limbah B3 berbahaya bagi tanah dan air .<\/p>\n<p>Temuan ini memperkuat kekhawatiran atas dampak lingkungan dan kesehatan dari teknologi ini. Sehingga rencana pembangunan PLTSa Tamalanrea di Makassar sangat berisiko menyebabkan dampak kesehatan dan masalah-masalah lingkungan lainnya.<\/p>\n<p>Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI Nasional, Wahyu Eka Styawan mengatakan, operasi PLTSa hanya akan mendorong Indonesia terus terjebak dalam solusi hilir dan melupakan mandat UU 18 Tahun 2008 yang fokus pada pengurangan sampah dari sumber.<\/p>\n<p>&rdquo;Sehingga keberadaan PLTSa terutama di Makassar hanya akan memperpanjang masalah, meningkatkan risiko lingkungan dan kesehatan. Selain itu juga akan meningkatkan eksklusi sosial akibat polusi dan konflik lahan,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>&ldquo;PLSTa dipromosikan sebagai solusi sampah dan energi, padahal yang dihasilkan bukan hanya listrik, tetapi juga abu beracun serta polutan persisten seperti dioksin dan furan. Polutan ini memicu kanker, mengganggu hormon, serta mencemari tanah, air, hingga rantai pangan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penelitian kami menunjukkan residu pembakaran dari fasilitas insinerator di Indonesia mengandung dioksin yang sangat tinggi.<\/p>\n<p>Menempatkan PLTSa dekat permukiman dan sekolah di Makassar berarti mempertaruhkan kesehatan masyarakat demi solusi instan yang mahal dan berisiko.<\/p>\n<p>&rdquo;Jangan sampai darurat sampah diubah menjadi darurat kesehatan publik,&rdquo; tegas Yuyun Ismawati, Senior Advisor Nexus3 Foundation.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kebijakan pengurus negara mendorong Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 dinilai menyimpan masalah. Alih-alih sebagai solusi atas kondisi darurat sampah nasional, pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL), secara tidak langsung justru berpotensi mengarahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[156],"class_list":["post-1107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pltsa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1107"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1107\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}