{"id":11165,"date":"2026-07-30T01:27:39","date_gmt":"2026-07-30T01:27:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11165"},"modified":"2026-07-30T01:27:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:27:39","slug":"soroti-keberadaan-pagar-laut-di-tangerang-komisi-iv-dpr-desak-dilakukan-penyelidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11165","title":{"rendered":"Soroti Keberadaan Pagar Laut di Tangerang, Komisi IV DPR Desak Dilakukan Penyelidikan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pembuatan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir&nbsp;pantai&nbsp;Tangerang, Banten terus menuai sorotan.<\/p>\n<p>Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan menyegel pagar laut yang diduga kuat terkait dengan pembangunan PSN di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ini dinilai tidak cukup.<\/p>\n<p>Sejumlah Anggota Komisi IV DPR meminta pemerintah bertindak tegas dan membongkar pagar laut yang dibangun dari bambu ini.&nbsp;Siapa&nbsp;yang&nbsp;berada&nbsp;di&nbsp;belakangnya&nbsp;harus&nbsp;diselidiki.<\/p>\n<p>Anggota Komisi IV DPR, Riyono menilai pembuatan pagar laut yang membentang di 16 wilayah kecamatan tersebut berpotensi melanggar penggunaan wilayah ruang laut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245510613\/rugikan-nelayan-komisi-iv-dpr-minta-pemerintah-segera-membongkar-pemagaran-laut-di-tangerang-banten\">Baca: Komisi IV DPR desak pemerintah segera membongkar pagar Laut di Tangerang<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, dia mendesak dilakukan penyelidikan siapa pelaku dan otak di belakangnya. Hal itu disampaikan Riyono usai mendatangi langsung lokasi pemagaran tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kita mau nyari siapa yang bertanggung jawab terhadap penggunaan ruang wilayah laut, ini punya potensi pelanggaran penggunaan wilayah ruang laut. Mau kita cek dan mau kita selidiki siapa yang melakukan ini,&#8221; kata Riyono dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Jumat (10\/1\/2025).<\/p>\n<p>Pemagaran laut itu berada di wilayah laut Kabupaten Tangerang, Banten. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menerangkan pagar laut terbuat dari bambu atau cerucuk dengan ketinggian rata-rata 6 meter.<\/p>\n<p>Di atasnya, dipasang anyaman bambu, paranet, dan juga diberikan pemberat berupa karung berisi pasir.<\/p>\n<p>&#8220;Siapa pun dia, dia harus mempertanggungjawabkan. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia laut untuk nelayan,&#8221; ujar politisi PKS ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245508168\/kawasan-hutan-lindung-jadi-psn-di-pik-2-dpr-minta-menhut-bersikap-tegas\">Baca: PSN di PIK 2 mengokupasi kawasan hutan lindung<\/a><\/p>\n<p>Menurut Riyono, pemagaran laut tersebut merugikan nelayan. Sebab mereka harus memutar saat pergi melaut atau kembali.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian pasti solarnya juga akan tambah. Oleh karena itu kita akan coba, kita akan usaha bagaimana kemudian mereka mempertanggungjawabkan,&#8221; kata Riyono.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Maka dari itu, Riyono mengajak instansi terkait untuk menyelidiki&nbsp;pembangunan&nbsp;pagar&nbsp;laut&nbsp;ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kawan-kawan di Pemprov, teman-teman di KKP ayo kita lihat dengan sejujur-jujurnya,&#8221; jelas Legislator Dapil 7 Jatim itu.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad juga menegaskan, pembangunan pagar laut ini juga mengancam penghidupan warga sekitar yang sebagian besar bekarja sebagai nelayan. tidak bisa melaut untuk mencari nafkah.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat jangan dirugikan dengan alasan pembangunan. Masyarakat lah yang memiliki negara, bukan satu-dua orang atau perusahaan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pembuatan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir&nbsp;pantai&nbsp;Tangerang, Banten terus menuai sorotan. Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan menyegel pagar laut yang diduga kuat terkait dengan pembangunan PSN di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ini dinilai tidak cukup. Sejumlah Anggota Komisi IV DPR meminta pemerintah bertindak tegas dan membongkar pagar laut yang dibangun dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2691,1136],"class_list":["post-11165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pagar-laut","tag-tangerang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}