{"id":11177,"date":"2026-07-30T01:27:43","date_gmt":"2026-07-30T01:27:43","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11177"},"modified":"2026-07-30T01:27:43","modified_gmt":"2026-07-30T01:27:43","slug":"kurangi-timbulan-sampah-dlh-kota-batam-hindari-penggunaan-alat-sekali-pakai-di-program-makan-bergizi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11177","title":{"rendered":"Kurangi Timbulan Sampah, DLH Kota Batam Hindari Penggunaan Alat Sekali Pakai di Program Makan Bergizi Gratis"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Kepulauan Riau mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa SD, SMP, hingga SMA\/sederajat tidak menggunakan alat makan sekali pakai.<\/p>\n<p>Dilansir Antaranews.com pada Jumat (10\/1\/2025) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan hal itu sangat penting guna mengurangi penumpukan sampah.<\/p>\n<p>Ia mengatakan jika program Makan Bergizi Gratis menggunakan plastik atau styrofoam maka dapat menciptakan masalah besar jika tidak ditangani dengan baik.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengharapkan dengan makan siang gratis ini, misalnya ada 10 ribu anak sekolah, makan siang gratisnya bagus, tapi sampahnya harus dikelola,&#8221; kata Herman.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245506065\/menu-makan-bergizi-gratis-tidak-sesuai-selera-siswa-picu-timbulan-sampah-organik\">Baca: Makan Bergizi Gratis picu timbulan sampah makanan<\/a><\/p>\n<p>Adapun beberapa solusi yang dapat diterapkan salah satunya dengan menggunakan wadah makan yang bisa dipakai berulang-ulang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah sampaikan, bisa nggak jangan memakai tempat makan sekali pakai. Kalau bisa seperti katering itu,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Kemudian untuk alternatif lain yang disarankan Dinas Lingkungan Hidup adalah menyediakan fasilitas bank sampah di sekolah.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan begitu limbah yang dihasilkan dapat dikelola dengan lebih baik. Kalau tidak, ya di sekolah harus ada bank sampah. Karena kalau tidak dikelola seperti itu, bakal kerepotan kita,&rdquo; ujar Herman.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244408290\/perhimpunan-guru-tolak-makan-siang-gratis-ini-alasannya\">Baca: Perhimpunan Guru kritisi program Makan Bergizi Gratis<\/a><\/p>\n<p>Ia mengingatkan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama, agar program MBG tidak meninggalkan dampak buruk berupa penumpukan sampah.<\/p>\n<p>Herman mengatakan dalam sehari masyarakat Kota Batam menghasilkan 1.200 ton sampah, belum termasuk sampah rumah makan, industri, hingga mal.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Batam menyampaikan empat sekolah di Batam siap menerima program Makan Bergizi Gratis pada 13 Januari 2025.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kepala Disdik Kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan empat sekolah tersebut adalah SDN 010 Batam Kota, SDN 003 Batam Kota, SDN 006 Batam Kota, dan SMPN 30 Batam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Kepulauan Riau mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa SD, SMP, hingga SMA\/sederajat tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Dilansir Antaranews.com pada Jumat (10\/1\/2025) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan hal itu sangat penting guna mengurangi penumpukan sampah. Ia mengatakan jika program Makan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1772,17,1915,37],"class_list":["post-11177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-batam","tag-lingkungan","tag-makan-bergizi-gratis","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}