{"id":11185,"date":"2026-07-30T01:27:45","date_gmt":"2026-07-30T01:27:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11185"},"modified":"2026-07-30T01:27:45","modified_gmt":"2026-07-30T01:27:45","slug":"jika-tak-dibatasi-emisi-sampah-plastik-bakal-lampaui-emisi-batu-bara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11185","title":{"rendered":"Jika Tak Dibatasi, Emisi Sampah Plastik Bakal Lampaui Emisi Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sampah merupakan sektor sumber emisi terbesar keempat, dan plastik sendiri akan menghasilkan emisi karbon lebih banyak daripada batu bara pada tahun 2030.<\/p>\n<p>PBB memperkirakan lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik&nbsp;telah mengotori lautan dunia.&nbsp;Kondisi&nbsp;ini&nbsp;menjadi&nbsp;ancaman&nbsp;serius&nbsp;bagi&nbsp;lingkungan.<\/p>\n<p>Kondisi ini&nbsp;menjadikan polusi plastik sebagai salah satu masalah lingkungan terbesar dalam kehidupan manusia.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan sampah plastik ini, PBB pada tahun 2022 memulai proses untuk membuat perjanjian internasional yang mengikat secara hukum yang bertujuan untuk mengekang polusi plastik.<\/p>\n<p>Upaya PBB ini berpuncak pada pertemuan bulan Desembar 2024 lalu di Busan, Korea Selatan. Namun, pertemuan ini tidak menghasilkan kesepakatan nyata sehingga negosiasi ditangguhkan hingga tahun 2025.<\/p>\n<p>Putaran negosiasi kelima dimaksudkan untuk menyelesaikan kerangka perjanjian yang membahas tidak hanya pengelolaan limbah tetapi juga produksi dan desain plastik. Namun, pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan.<\/p>\n<p>Baca: Thailand mulai terapkan larangan impor sampah plastik<\/p>\n<p>&#8220;Jelas bahwa terdapat perbedaan yang terus-menerus dalam beberapa area kritis dan diperlukan lebih banyak waktu untuk menangani area-area ini,&#8221; kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen pada hari terakhir pertemuan.<\/p>\n<p>Perjanjian untuk membatasi sampah plastik sudah sangat mendesak, mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkannya.<\/p>\n<p>Negara-negara berkembang, terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia, telah menjadi tempat pembuangan sampah negara-negara asing selama beberapa dekade.<\/p>\n<p>Hingga tahun 2017, China merupakan importir sampah plastik terbesar di dunia, yang mengimpor rata-rata 8 juta ton plastik per tahun dari lebih dari 90 negara di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi krisis polusi plastik, pemerintah China pada tahun 2018 memberlakukan larangan impor limbah padat, termasuk beberapa jenis sampah plastik dan limbah daur ulang lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245388974\/perjalanan-panjang-menuju-lahirnya-perjanjian-plastik-global\">Baca: Perjalanan panjang menuju lahirnya perjanjian plastik global<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sejak saat itu, eksportir besar seperti AS, yang mengirimkan sekitar 4.000 kontainer sampah ke China setiap hari sebelum larangan berlaku, mengalihkan sebagian besar sampah mereka ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.<\/p>\n<p>Negara yang terakhir menerima lebih dari 552 juta metrik ton sampah plastik, pasangan, dan skrap pada sat China memberlakukan larangan tersebut &ndash; sepuluh kali lebih tinggi dari jumlah rata-rata sampah plastik yang diimpor sebelum tahun 2015.<\/p>\n<p>Pada tahun 2023, negara tersebut menerima lebih dari 200 juta metrik ton, sebagian besar berasal dari Jepang.<\/p>\n<p>Sama seperti larangan impor sampah plastik di China dan Thailand yang akan berdampak di mana-mana, memaksa negara pengekspor untuk mencari cara baru dalam menangani sampah mereka sendiri.<\/p>\n<p>Negara-negara yang selama ini mengekspor sampah plastik juga didorong menerapkan kebijakan baru yang bertujuan mengurangi sirkulasi plastik secara keseluruhan.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini diterjemahkan dari Earth.org, Penulis: Martina Igini, Editor in Chief di Earth.org<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sampah merupakan sektor sumber emisi terbesar keempat, dan plastik sendiri akan menghasilkan emisi karbon lebih banyak daripada batu bara pada tahun 2030. PBB memperkirakan lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik&nbsp;telah mengotori lautan dunia.&nbsp;Kondisi&nbsp;ini&nbsp;menjadi&nbsp;ancaman&nbsp;serius&nbsp;bagi&nbsp;lingkungan. Kondisi ini&nbsp;menjadikan polusi plastik sebagai salah satu masalah lingkungan terbesar dalam kehidupan manusia. Untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan sampah plastik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[198,17,686],"class_list":["post-11185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi","tag-lingkungan","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11185\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}