{"id":11189,"date":"2026-07-30T01:27:47","date_gmt":"2026-07-30T01:27:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11189"},"modified":"2026-07-30T01:27:47","modified_gmt":"2026-07-30T01:27:47","slug":"bnpb-catat-629-kasus-karhutla-terjadi-di-indonesia-sepanjang-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11189","title":{"rendered":"BNPB Catat 629 Kasus Karhutla Terjadi di Indonesia Sepanjang 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024.<\/p>\n<p>Angka ini menurun jika dibandingkan kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2023 yang mengakibatkan lebih 1 juta hektare lahan hangus terbakar.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (9\/1\/2025) mengatakan hampir semua kasus kebakaran hutan ini berhasil ditanggulangi dengan baik.<\/p>\n<p>Ditambahkan, kasus kebakaran hutan dan lahan mengalami peningkatan hingga cukup mendominasi pada periode bulan Juli-Oktober 2024.<\/p>\n<p>BNPB menilai kondisi itu terjadi lantaran pada periode Juli-Oktober Indonesia mulai beralih ke musim kering dan beberapa di antaranya cukup ekstrem karena menjalani hari tanpa hujan yang cukup panjang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/243075228\/karhutla-di-indonesia-tahun-ini-sangat-parah-dampak-gagalnya-upaya-pencegahan?page=2\">Baca: Parahnya kebakaran hutan pada 2023<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Peningkatannya hingga ratusan kejadian per bulan pada periode Juli-Oktober tersebut yang merupakan musim kering,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Menurutnya sebaran karhutla hampir merata terjadi di antaranya seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Kebakaran hutan dan lahan juga tercatat terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p>Adapun objek yang terbakar menyasar kawasan hutan, lahan mineral dan gambut yang ada di daerah itu dengan luas ratusan ribu hektare.<\/p>\n<p>Dari sejumlah daerah tersebut diketahui Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah yang mengalami karhutla cukup signifikan pada tahun 2024.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243005940\/puluhan-kebakaran-lahan-akibat-el-nino-harus-dibayar-mahal\">Baca: Harga mahal yang harus dibayar akibat kebakaran hutan pada 2023<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan data dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera tercatat luasan karhutla di Sumatera Selatan mencapai 9.697 hektare selama periode Januari-September 2024.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karhutla di Sumatera Selatan yang terbanyak terjadi di lahan mineral dengan luas mencapai 6.382 hektare.<\/p>\n<p>Sementara sisanya terjadi di lahan gambut seluas 3.316 hektare yang masing-masing tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Banyuasin.<\/p>\n<p>Muhari mengatakan curah hujan yang intens pada 2024 cukup membantu penanganan kebakaran hutan selain juga berkat kolaborasi dari kementerian bersama lembaga terkait dan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>BNPB sendiri menyiagakan sejumlah helikopter untuk waterboombing atau penyiraman air dari udara, pesawat pemantauan udara termasuk dukungan peralatan dan juga dana bantuan operasional ke daerah terdampak karhutla tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024. Angka ini menurun jika dibandingkan kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2023 yang mengakibatkan lebih 1 juta hektare lahan hangus terbakar. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[224,56],"class_list":["post-11189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}