{"id":11282,"date":"2026-07-30T01:28:14","date_gmt":"2026-07-30T01:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11282"},"modified":"2026-07-30T01:28:14","modified_gmt":"2026-07-30T01:28:14","slug":"dear-orang-tua-izinkan-putra-putrimu-merasakan-kegagalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11282","title":{"rendered":"Dear Orang Tua, Izinkan Putra-putrimu Merasakan Kegagalan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya sukses baik dalam kehidupan pribadi maupun karirnya. Sehingga segala usaha dilakukan untuk mencagah anaknya gagal.<\/p>\n<p>Namun kegagalan itu ternyata tidak sepenuhnya berdampak buruk. Kegagalan akan memberi pelajaran pada anak tentang risiko&nbsp;dalam&nbsp;mengambil&nbsp;keputusan,&nbsp;sekaligus&nbsp;mengasah kemampuan anak dalam menghadapi masalah.<\/p>\n<p>&ldquo;Orang tua izinkan anak untuk merasakan gagal,&ldquo; ujar dr. Elvine Gunawan, Sp. KJ, Ketua Program Studi Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Parahyangan dalam podcast Blak-blakan dengan dr Elvine Gunawan: Kenapa Gen Z Sulit Diajak Kerja dipantau dari akun YouTube Helmy Yahya Bicara, Sabtu (4\/1\/2025).<\/p>\n<p>Elvine menambahkan, saat merasakan gagal anak dilatih untuk lebih mempertimbangkan langkahnya dengan lebih hati-hati. Kegagalan bisa menjadi media bagi melatih anak untuk belajar mengevaluasi.<\/p>\n<p>&ldquo;Kegagalan bisa mengajarkan anak tentang risiko, jika salah dalam mengambil keputusan. Jika kamu mengambil keputusan tanpa pertimbangan, memang lebih cepat tetapi risiko lebih besar menunggu di depan,&ldquo; imbuhnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244910036\/apa-prioritas-dan-yang-dicari-gen-z-di-dunia-kerja\">Baca: Prioritas dan yang dicari gen Z di dunia kerja<\/a><\/p>\n<p>Elvine melihat, banyak orang tua yang over treated terhadap anak-anaknya. Karena tidak ingin anaknya mengulang kesulitan yang pernah dialaminya maka mereka membanjiri anak dengan segala fasilitas.<\/p>\n<p>Akibatnya, anak justru menjadi lembek. Mereka tidak terbiasa menghadapi apalagi mengatasi persoalannya karena semua diselesaikan oleh orang tuanya.<\/p>\n<p>Kondisi ini, ujarnya, membuat anak tak punya motivasi. Lebih buruk, anak bisa kehilangan mimpi yang itu sangat dibutuhkan untuk eksistensinya.<\/p>\n<p>Elvine mengingatkan kemampuan menyelesaikan masalah pun kepemimpinan tidak serta dimiliki anak. Kemampuan itu harus dilatih, salah satunya dengan membiarkan anak sesekali merasakan kegagalan.<\/p>\n<p>Hal lain yang juga menjadi catatan Elvine, adalah cara parenting yang cenderung mendidik anak untuk lebih berpusat pada dirinya sehingga anak kehilangan empati.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24624629\/kenali-gen-alfa-yang-akan-membentuk-dunia-kerja-di-masa-depan\">Baca: Mengenal gen alfa yang akan membentuk dunia kerja di masa yang akan datang<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Empatinya mati, karena terus dinarasikan kamu harus terus bertahan dan harus mementingkan dirimu sendiri. <em>In every place<\/em>,&ldquo; imbuhnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Tak heran jika banyak anak muda yang inisiasinya mati. Karena dalam pikirannya sudah tertanam, jika dia tidak mendapatkan sesuatu maka dia tidak akan mengerjakannya.<\/p>\n<p>Pandangan ini juga mereka terapkan di tempat kerja. Di mana, bagi anak muda kantor semata tempat mencari uang.<\/p>\n<p>Padahal, ujar Elvine, tempat kerja adalah tempat bertumbuh, mengembangkan potensi ataupun mentoring.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi ujung-ujungnya to <em>mess up<\/em>,&ldquo; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya sukses baik dalam kehidupan pribadi maupun karirnya. Sehingga segala usaha dilakukan untuk mencagah anaknya gagal. Namun kegagalan itu ternyata tidak sepenuhnya berdampak buruk. Kegagalan akan memberi pelajaran pada anak tentang risiko&nbsp;dalam&nbsp;mengambil&nbsp;keputusan,&nbsp;sekaligus&nbsp;mengasah kemampuan anak dalam menghadapi masalah. &ldquo;Orang tua izinkan anak untuk merasakan gagal,&ldquo; ujar dr. Elvine Gunawan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[344,3307],"class_list":["post-11282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak","tag-kegagalan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11282"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11282\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}