{"id":11291,"date":"2026-07-30T01:28:17","date_gmt":"2026-07-30T01:28:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11291"},"modified":"2026-07-30T01:28:17","modified_gmt":"2026-07-30T01:28:17","slug":"ylbhi-beberkan-indikasi-tipe-korupsi-yang-dilakukan-jokowi-tak-harus-ada-aliran-dana-ke-rekeningnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11291","title":{"rendered":"YLBHI Beberkan Indikasi Tipe Korupsi yang Dilakukan Jokowi, Tak Harus Ada Aliran Dana ke Rekeningnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Menutup tahun 2024, <em>Organized Crime and Corruption Reporting Project<\/em> (OCCRP) merilis daftar nominasi pemimpin terkorup yang dinilai berkontribusi besar dalam memperburuk kejahatan terorganisir dan korupsi.<\/p>\n<p>Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi masuk ke dalam daftar nominasi pemimpin terkorup versi&nbsp;OCCRP&nbsp;tersebut.<\/p>\n<p>Selain Jokowi, pemimpin yang masuk dalam daftar pemimpin terkorup di dunia adalah Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan Pengusaha India Gautam Adani<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya yang dirilis Kamis (2\/1\/2025) OCCRP mengatakan tidak memiliki bukti bahwa Jokowi melakukan korupsi demi keuntungan finansial pribadi selama masa jabatannya<\/p>\n<p>Namun kelompok masyarakat sipil dan para ahli mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi secara signifikan melemahkan komisi antikorupsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Jokowi juga banyak dikritik karena meremehkan lembaga pemilu dan peradilan di Indonesia demi menguntungkan ambisi politik putranya, yang kini menjadi wakil presiden di bawah<\/p>\n<p>YLBHI dalam keterangan tertulis yang dirilis di laman resminya, juga memandang bahwa label tokoh paling koruptif sepanjang tahun 2024 yang dirilis oleh OCCRP memiliki dasar kuat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245486600\/occrp-jelaskan-mengapa-jokowi-masuk-daftar-pemimpin-terkorup-dunia\">Baca: Penjelasan OCCRP mengapa Jokowi masuk dalam daftar pemimpin terkorup dunia<\/a><\/p>\n<p>YLBHI melihat adanya beberapa indikasi tipe korupsi yang dilakukan oleh Jokowi selama masa kepemimpinanya. Berikut pemaparannya sebagaimana dikutip dari laman resmi YLBHI, ylbhi.or.id:<\/p>\n<p><strong>Political bribery<\/strong><br \/>Ini melibatkan pembuatan Undang-undang yang disesuaikan dengan kepentingan pemberi kekuasaan. Political bribery ini antara lain terlihat dalam upaya perombakan kebijakan yang melarang rangkap jabatan;<\/p>\n<p><strong>Political kickbacks<\/strong> <br \/>Political kickbacks merupakan sistem kontrak yang menguntungkan pengusaha dan pemangku kebijakan.<\/p>\n<p>Political kickbacks ini terlihat jelas dengan lahirnya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja;<\/p>\n<p><strong>Election fraud<\/strong><br \/>Korupsi yang satu ini berkaitan dengan kecurangan saat pemilihan umum, ini dilakukan dengan memobilisasi para menteri dan kepolisian untuk terlibat dalam kampanye Pilpres 2024;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Corrupt Campaign Practice<\/strong><br \/>Di mana seseorang menggunakan fasilitas-fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politiknya, terlihat dalam pengadaan bantuan sosial dan pembagiannya dilakukan menjelang Pilpres 2024;<\/p>\n<p><strong>Discretionary corruption<\/strong><br \/>Yakni membuat kebijakan-kebijakan yang mementingkan kepentingan pribadi dengan kekuasaan yang dimiliki, terlihat ketika Jokowi berupaya untuk melanjutkan kekuasaan tiga periode dan upaya untuk memajukan waktu pelaksanaan Pilkada 2024;<\/p>\n<p><strong>Illegal Corruption<\/strong><br \/>Yaitu korupsi yang dilakukan dengan mengobrak-abrik hukum dan bahasa hukum, yang memiliki potensi digunakan oleh aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>YLBHI juga sering melihatnya dalam tindakan-tindakan kriminalisasi dan represi terhadap rakyat yang menggunakan haknya bersuara dianggap &ldquo;melawan aparat&rdquo;, &ldquo;merusak fasilitas umum&rdquo;, dan &ldquo;melanggar ketertiban&rdquo;;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245409650\/skor-indeks-ham-indonesia-turun-di-era-pemerintahan-jokowi\">Baca: Indeks HAM Indonesia turun di era pemerintahan Jokowi<\/a><\/p>\n<p><strong>Ideological Corruption<\/strong><br \/>Hal ini merupakan penggabungan dari Discretionary corruption dan Illegal Corruption; dan Mercenary Corruption atau menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Dalam keterangan yang sama, YLBHI juga membeberkan 10 faktor yang membuat Jokowi layak disebut sebagai pemimpin terkorup.<\/p>\n<p>Faktor tersebut adalah pelemahan KPK secara sistematis, Revisi UU Minerba, Pengabaian prinsip check and balances, mengabaikan meritokrasi.<\/p>\n<p>Selain itu Jokowi juga dinilai telah menghidupkan kembali dwifungsi yang menjadi lambang kekuasaan yang korup, menjadikan BUMN menjadi milik relawan, penyalahgunaan intelijen untuk kepentingan politik, tindak represi dan kriminalisasi.<\/p>\n<p>YLBHI juga menyebut Proyek Strategis Nasional yang merampas ruang hidup rakyat sebagai salah satu faktor mengapa layak masuk daftar pemimpin terkorup dunia<\/p>\n<p>Dan yang terakhir adalah nepotisme untuk kekuasaan yang terlihat&nbsp;telanjang di akhir masa jabatannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Menutup tahun 2024, Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) merilis daftar nominasi pemimpin terkorup yang dinilai berkontribusi besar dalam memperburuk kejahatan terorganisir dan korupsi. Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi masuk ke dalam daftar nominasi pemimpin terkorup versi&nbsp;OCCRP&nbsp;tersebut. Selain Jokowi, pemimpin yang masuk dalam daftar pemimpin terkorup di dunia adalah Presiden Kenya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1029,96],"class_list":["post-11291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jokowi","tag-korupsi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}