{"id":11313,"date":"2026-07-30T01:28:23","date_gmt":"2026-07-30T01:28:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11313"},"modified":"2026-07-30T01:28:23","modified_gmt":"2026-07-30T01:28:23","slug":"mk-hapus-ketentuan-presidential-threshold","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11313","title":{"rendered":"MK Hapus Ketentuan Presidential Threshold"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan calon wakil presiden atau presidential threshold.<\/p>\n<p>Keputusan terkait presidential threshold tersebut diputuskan MK dalam sidang perkara nomor 62\/PUU-XXII\/2024 yang digelar di Ruang Sidang MK, Jakarta, Kamis (2\/1\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya,&#8221; ujar Ketua MK, Suhartoyo saat membacakan putusan.<\/p>\n<p>&#8220;Menyatakan norma Pasal 22 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Adapun pasal yang dinyatakan bertentangan tersebut berkaitan dengan syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden oleh partai politik.<\/p>\n<p>Pasal 22 UU Nomor 7 Tahun 2017&nbsp;tersebut berbunyi sebagai berikut:<\/p>\n<p>&#8220;Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR periode sebelumnya.&#8221;<\/p>\n<p>Sebagai informasi, gugatan Perkara Nomor 62\/PUU-XXII\/2024 digugat oleh empat orang pemohon, yaitu Enika Maya Oktavia, Rizki Maulana Syafei, Faisal Nasirul Haq, dan Tsalis Khoirl Fatna.<\/p>\n<p>Adapun menurut rencana, MK akan membacakan empat putusan uji materi terkait ketentuan presidential threshold pada hari ini.<\/p>\n<p>Melansir Kompas.id, tiga perkara lainnya yaitu perkara 87\/PUU-XXII\/2024 yang diajukan Dian Fitri Sabrina dkk, perkara 101\/PUU-XXII\/2024 yang diajukan Hadar N Gumay dan Titi Anggraini, serta perkara 129\/PUU-XXII\/2024 yang diajukan Gugum Ridho Putra dkk.<\/p>\n<p>Pasal 222 UU Pemilu termasuk norma yang sudah sangat sering diuji ke MK. Hingga kini, setidaknya sudah ada 32 kali aturan pengujian presidential threshold ke MK.<\/p>\n<p>Perkara yang sudah disidangkan sejak awal Agustus lalu merupakan perkara pengujian syarat ambang batas pencalonan presiden yang ke-33, 34, 35, dan 36.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan calon wakil presiden atau presidential threshold. Keputusan terkait presidential threshold tersebut diputuskan MK dalam sidang perkara nomor 62\/PUU-XXII\/2024 yang digelar di Ruang Sidang MK, Jakarta, Kamis (2\/1\/2025). &#8220;Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya,&#8221; ujar Ketua MK, Suhartoyo saat membacakan putusan. &#8220;Menyatakan norma Pasal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11314,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1213,3297],"class_list":["post-11313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-mk","tag-presidential-threshold"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}