{"id":11557,"date":"2026-07-30T01:31:41","date_gmt":"2026-07-30T01:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11557"},"modified":"2026-07-30T01:31:41","modified_gmt":"2026-07-30T01:31:41","slug":"cuaca-hari-ini-waspada-cuaca-ekstrem-dapat-memicu-bencana-di-jawa-timur-hingga-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11557","title":{"rendered":"Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Bencana di Jawa Timur Hingga Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Masyarakat diimbau waspada.<\/p>\n<p>Dalam keterangan resminya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.<\/p>\n<p>Fenomena La Nina, yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, memicu peningkatan pembentukan awan hujan.<\/p>\n<p>Kondisi ini berkontribusi pada tingginya intensitas curah hujan di berbagai wilayah di Jawa Timur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245423702\/bmkg-ingatkan-potensi-cuaca-ekstrem-di-jawa-tengah-pada-16-23-desember-2024\">Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem di Jawa Tengah <\/a><\/p>\n<p>Selain itu, adanya pengaruh Monsoon Asia, gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby ekuator.<\/p>\n<p>Fenomena-fenomena ini meningkatkan intensitas curah hujan di kawasan Laut Natuna, Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Intensitas hujan diprediksi akan meningkat signifikan pada 21 Desember, kemudian sedikit menurun di 22-23 Desember sebelum kembali meningkat pada 24 Desember,&#8221; jelas Dwikorita.<\/p>\n<p>BMKG memperkirakan cuaca ekstrem mencapai puncaknya pada Desember 2024 hingga Januari 2025, dengan intensitas hujan yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru terutama di wilayah Jawa Timur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245397800\/bmkg-ingatkan-curah-hujan-tinggi-pada-akhir-desember-bisa-memicu-banjir-besar-seperti-tahun-2020-di-jakarta\">Baca: Banjir besar di Jakarta tahun 2020 berpotensi terulang kembali<\/a><\/p>\n<p>Dalam tujuh hari kedepan sejumlah wilayah di Jawa Timur yang berpotensi hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kabupaten di Jawa Timur dalam tujuh hari ke depan, yakni di Bangkalan, Bondowoso, Gresik, dan Banyuwangi<\/p>\n<p>Selain itu lebih dari 70 persen wilayah Jawa Timur berpotensi terjadi curah hujan sedang (51-150 mm) dan lebih dari 60 persen untuk curah hujan lebat (151-300 mm).<\/p>\n<p>Kondisi ini dapat mengakibatkan banjir. Berikut wilayah rawan banjir menurut BMKG:<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8211; Blitar: Kecamatan Gandusari, Nglegok<\/p>\n<p>&#8211; Gresik: Kecamatan Sangkapura, Tambak<\/p>\n<p>&#8211; Jember: Kecamatan Bangsalsari, Panti, Sumberbaru, Tanggul<\/p>\n<p>&#8211; Malang: Kecamatan Ngantang<\/p>\n<p>&#8211; Pacitan: Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Pringkuku<\/p>\n<p>&#8211; Probolinggo: Kecamatan Krucil, Tiris<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245356604\/bmkg-ingatkan-potensi-cuaca-ekstrem-saat-libur-nataru\">Baca: Waspada, cuaca ekstrem saat libur Nataru<\/a><\/p>\n<p>Tak hanya banjir, gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur juga diperkirakan mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 1,25-2,5 meter.<\/p>\n<p>Kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Banyuwangi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Masyarakat diimbau waspada. Dalam keterangan resminya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Fenomena La Nina, yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1158,459,11],"class_list":["post-11557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bencana","tag-cuaca-ekstrem","tag-cuaca-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11557"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11557\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}