{"id":11612,"date":"2026-07-30T01:31:56","date_gmt":"2026-07-30T01:31:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11612"},"modified":"2026-07-30T01:31:56","modified_gmt":"2026-07-30T01:31:56","slug":"perubahan-iklim-akibatkan-permukaan-laut-ri-naik-hingga-12-sentimeter-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11612","title":{"rendered":"Perubahan Iklim Akibatkan Permukaan Laut RI Naik Hingga 1,2 Sentimeter per Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tinggi muka laut di Indonesia diperkirakan naik 0,8-1,2 sentimeter (cm) per tahun.<\/p>\n<p>Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Klimatologi Pusat Litbang BMKG Donaldi Permana mengatakan, kenaikan permukaan air laut tersebut tak bisa dilepaskan karena sebab perubahan iklim.<\/p>\n<p>&#8220;Ini signifikan karena berdampak kepada hilangnya beberapa pulau kecil di wilayah Indonesia atau daerah kota di pesisir,&#8221; kata Donaldi dalam seminar virtual terkait iklim berkelanjutan, sebagaimana dilansir Antara beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Donaldi menambahkann, perubahan iklim juga membuat suhu rata-rata di Indonesia naik antara 0,45 hingga 0,75 derajat celsius.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245429160\/penurunan-tanah-kenaikan-permukaan-air-laut-dan-perubahan-iklim-perburuk-banjir-rob-di-jakarta\">Baca: Penurunan Tanah, Kenaikan Permukaan Air Laut dan Perubahan Iklim Perburuk Banjir Rob di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, suhu rata-rata global juga meningkat selama 10 tahun terakhir yakni 2014-2023 mencapai 1,20 plus minus 0,12 derajat celsius di atas periode tahun 1850-1900.<\/p>\n<p>Selain itu, perubahan iklim juga mengakibatkan sekitar 5,8 juta kilometer (km) persegi wilayah perairan Indonesia berbahaya kepada kapal nelayan, khususnya yang berukuran kurang dari 10 gross tonage (GT).<\/p>\n<p>Kemudian, sebanyak 18.000 km garis pantai diperkirakan masuk kategori rentan akibat perubahan iklim itu dan perubahan curah hujan sekitar 75 milimeter per bulan.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, peningkatan suhu itu menyebabkan pemanasan global terutama akibat tingginya konsentrasi karbon dioksida karena konsumsi energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi yang masif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244695573\/perubahan-iklim-bebani-penduduk-miskin-di-pesisir-jakarta\">Baca: Perubahan Iklim Bebani Penduduk Miskin di Pesisir Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, pembukaan lahan yang menyebabkan deforestasi untuk memenuhi tingginya pertumbuhan penduduk dunia.<\/p>\n<p>Suhu yang meningkat itu turut memperparah pencairan es di kutub utara dan selatan, yang mendorong kenaikan muka laut secara global mencapai sekitar 4,72 milimeter per tahun pada periode Januari 2013 sampai Desember 2022.<\/p>\n<p>&#8220;Yang terdampak lebih awal kenaikan tinggi muka laut adalah negara di wilayah iklim tropis dibandingkan negara di belahan bumi utara dan selatan,&#8221; ucap Donaldi.<\/p>\n<p>Untuk menahan laju pemanasan global, perlu berbagai upaya mitigasi di antaranya dengan mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil kemudian beralih menggunakan energi bersih.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, gerakan penghijauan, hemat penggunaan listrik, hingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi juga diperlukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tinggi muka laut di Indonesia diperkirakan naik 0,8-1,2 sentimeter (cm) per tahun. Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Klimatologi Pusat Litbang BMKG Donaldi Permana mengatakan, kenaikan permukaan air laut tersebut tak bisa dilepaskan karena sebab perubahan iklim. &#8220;Ini signifikan karena berdampak kepada hilangnya beberapa pulau kecil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3374,173],"class_list":["post-11612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-permukaan-laut","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11612"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11612\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}