{"id":11730,"date":"2026-07-30T01:32:29","date_gmt":"2026-07-30T01:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11730"},"modified":"2026-07-30T01:32:29","modified_gmt":"2026-07-30T01:32:29","slug":"mengenal-apa-itu-brain-rot-pada-anak-dan-kiat-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11730","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Brain Rot pada Anak dan Kiat Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Di era digital dan&nbsp;maraknya&nbsp;media&nbsp;sosial&nbsp;seperti sekarang, istilah-istilah baru terus bermunculan. Salah satunya adalah &#8220;brain rot&#8221; yang sering digunakan di kalangan anak muda.<\/p>\n<p>Mungkin, di antara pembaca bertanya-tanya apa itu brain rot? Brain rot adalah istilah digunakan untuk merujuk pada situasi di mana seseorang terlalu terpaku pada hal tertentu akibat konsumsi konten digital yang berlebihan sehingga otaknya &ldquo;membusuk&rdquo;.<\/p>\n<p>Brain rot ini diambil dari kata dalam bahasa Inggris, yakni brain yang berarti otak, dan rot yang berarti membusuk.<\/p>\n<p>Meski terkesan konyol, istilah ini memiliki makna yang lebih dalam, terutama jika dikaitkan dengan perkembangan anak.<\/p>\n<p>Menurut Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., brain rot adalah istilah untuk suatu kondisi di mana otak terpaku dalam satu aktivitas yang monoton.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/245410766\/batas-ideal-bagi-anak-miliki-akun-media-sosial-adalah-13-tahun-begini-penjelasan-pakar\">Baca: Usia minimal anak bisa mengakses media sosial adalah 13 Tahun<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Sehingga, akibatnya otak tidak tertantang untuk berkembang, berpikir kritis, dan sebagainya,&rdquo; ujarnya dalam konferensi pers peluncuran kampanye #BanggaJadiBunda di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10\/12\/2024).<\/p>\n<p>Salah satu aktivitas yang memicu brain rot adalah scrolling atau menggulir media sosial selama berjam-jam sehingga mengganggu produktivitas seseorang.<\/p>\n<p>Hal ini bisa menyebabkan penurunan kemampuan otak dalam beradaptasi dengan hal baru, dan menghambat perkembangan kognitif secara keseluruhan. Menurut Vera, dampak psikologis dari kondisi ini besar sekali apalagi pada anak-anak.<\/p>\n<p>&rdquo;Dalam usia anak-anak, otak sedang berkembang serta mengasah kemampuan untuk berpikir kreatif dan kritis,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Menggulirkan lini masa media sosial, ujarnya, berarti seseorang terlibat dalam komunikasi yang bersifat hanya satu arah dan berposisi sebagai penerima informasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/245362590\/dpr-australia-loloskan-ruu-larang-anak-di-bawah-16-tahun-akses-media-sosial\">Baca: Australia larang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial<\/a><\/p>\n<p>Perubahan tampilannya pun juga sangat cepat, dari satu konten ke konten yang lain, dari satu isu ke isu lain.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Ketika anak hanya menggulir di media sosial, belum selesai mencerna satu konten, tapi sudah muncul yang lain,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Akibatnya, tidak ada kesempatan bagi otak anak untuk mengelola dan mengkritisi apa yang dilihat sehingga informasi yang didapat terus menumpuk.<\/p>\n<p>Vera menegakan, orangtua perlu berupaya menghindarkan anak dari brain rot, salah satunya dengan mencegahnya menggulirkan lini masa media sosial terlalu berlebihan.<\/p>\n<p>Ketimbang berkutat dengan gadget, alihkan anak pada aktivitas-aktivitas fisik lain yang lebih produktif dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Cara menghindarinya adalah dengan berhenti scrolling media sosial. Anak-anak butuh bantuan dari orangtua, jadi (penggunaan gadget) harus dibatasi,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Di era digital dan&nbsp;maraknya&nbsp;media&nbsp;sosial&nbsp;seperti sekarang, istilah-istilah baru terus bermunculan. Salah satunya adalah &#8220;brain rot&#8221; yang sering digunakan di kalangan anak muda. Mungkin, di antara pembaca bertanya-tanya apa itu brain rot? Brain rot adalah istilah digunakan untuk merujuk pada situasi di mana seseorang terlalu terpaku pada hal tertentu akibat konsumsi konten digital yang berlebihan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11731,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3399,2522,765],"class_list":["post-11730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brain-rot","tag-digital","tag-media-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}