{"id":11833,"date":"2026-07-30T01:33:00","date_gmt":"2026-07-30T01:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11833"},"modified":"2026-07-30T01:33:00","modified_gmt":"2026-07-30T01:33:00","slug":"pakar-pendampingan-dibutuhkan-warga-kolong-tol-angke-yang-direlokasi-ke-rumah-susun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11833","title":{"rendered":"Pakar: Pendampingan Dibutuhkan Warga Kolong Tol Angke yang Direlokasi ke Rumah Susun"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pengamat perkotaan dari Universitas Trisaksi Yayat Supriatna menilai bahwa warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Jakarta Barat yang direlokasi ke rumah susun (rusun), memerlukan pendampingan.<\/p>\n<p>Pendampingan dan pembinaan untuk membiasakan warga eks kolong Tol Angke tinggal di rumah susun yang menuntut perilaku yang berbeda.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi soal bagaimana &#8216;attitude&#8217; (sikap\/perilaku) mereka di rumah susun, itu perlu pendampingan, penguatan,&#8221; kata Yayat dilansir Antaranews.com, Jumat (6\/12\/2024).<\/p>\n<p>Penilaian itu menanggapi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang merelokasi sedikitnya 257 kepala keluarga dengan jumlah jiwa total 685 jiwa di Kolong Tol Angke ke sejumlah rusun dan tempat lain di Jakarta.<\/p>\n<p>Sebagian warga kolong Tol Angke juga dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing pada pekan ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245380583\/warga-kolong-tol-angke-mulai-dipindahkan-ke-rusunawa\">Baca: Warga kolong Tol Angke mulai dipindahkan ke rumah susun<\/a><\/p>\n<p>Menurut Yayat, para warga kampung kolong tol kemungkinan akan mengalami gagap kultur tatkala harus berpindah ke rumah susun.<\/p>\n<p>&#8220;Warga dari di kolong tiba-tiba pindah ke rumah susun, dari tak punya toilet, tak punya MCK (mandi cuci kakus) dan rumah, tahu-tahu punya semua, itu buat mereka &#8216;surprise&#8217; (kejutan),&#8221; kata Yayat.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, katanya, pihak terkait harus lakukan pembinaan etika kepada mereka agar warga yang terbiasa hidup di area kumuh, tidak mengubah rusun jadi kumuh.<\/p>\n<p>Ia juga berpandangan bahwa warga kampung kolong tol Angke mau direlokasi, salah satunya karena penawaran gratis biaya sewa selama enam bulan.<\/p>\n<p>Jika setelah masa gratis selesai, Yayat khawatir mereka pada akhirnya akan kembali ke tempat tinggal asalnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245369075\/pemindahan-siswa-sekolah-kolong-tol-angke\">Baca: Pemindahan siswa sekolah kolong Tol Angke<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Sesudah enam bulan masih bertahan mereka di situ? Karena keberlanjutan tergantung kemampuan membayar sewanya,&#8221; kata Yayat.<\/p>\n<p>Menurut dia, praktiknya selama ini, banyak orang yang direlokasi ke rumah susun lainnya, itu ketika berapa tahun kemudian, mereka tak sanggup bayar lalu mereka kembali lagi ke tempat asalnya.<\/p>\n<p>Yayat khawatir, warga yang pada akhirnya tak dapat membayar biaya sewa usai digratiskan, akan kembali mencari celah-celah kolong tol demi bisa hidup gratis.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kalau misalnya di Jakarta itu Rp 1,2 juta per bulan, bisakah mereka punya penghasilan untuk hidup layak di rumah susun?&#8221; ucap Yayat.<\/p>\n<p>Yayat mengingatkan, jika kemampuan ekonominya tidak ada, maka upaya sekadar memindahkan memang bisa, tetapi masalahnya yang dipindahkan adalah kehidupan mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245275192\/sewa-rusun-pasar-rumput-diturunkan-untuk-solusi-hunian-layak-dengan-harga-terjangkau\">Baca: Sewa Rumah Susun Pasar Rumput diturunkan<\/a><\/p>\n<p>Dari 257 kepala keluarga dengan jumlah jiwa total 685 jiwa di Kolong Tol Angke yang terkena relokasi, terdiri 139 keluarga dengan KTP DKI Jakarta, 98 keluarga dengan KTP luar DKI Jakarta dan 20 tanpa KTP.<\/p>\n<p>Hingga kini, 139 kepala keluarga yang ber-KTP DKI Jakarta serta 20 keluarga tanpa KTP masih dalam proses pemindahan ke sejumlah rumah susun (rusun) di Jakarta.<\/p>\n<p>Adapun 98 keluarga ber-KTP luar DKI Jakarta tidak dipindahkan ke rusun, namun diberikan biaya kompensasi sebesar Rp1,5 juta per keluarga untuk biaya sewa tinggal selama dua bulan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dinas Sosial DKI Jakarta akan memfasilitasi pemberangkatan jika ada dari 98 keluarga tersebut yang hendak pulang ke daerah asal tanpa memotong biaya kompensasi.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyebut bahwa kolong Tol Angke di Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat sebagai lokasi bekas relokasi bakal dijadikan ruang terbuka publik.<\/p>\n<p>Pemanfaatan Kolong Tol Angke pasca relokasi telah dibahas bersama oleh Pemprov DKI Jakarta beserta dinas-dinas terkait, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pengamat perkotaan dari Universitas Trisaksi Yayat Supriatna menilai bahwa warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Jakarta Barat yang direlokasi ke rumah susun (rusun), memerlukan pendampingan. Pendampingan dan pembinaan untuk membiasakan warga eks kolong Tol Angke tinggal di rumah susun yang menuntut perilaku yang berbeda. &#8220;Jadi soal bagaimana &#8216;attitude&#8217; (sikap\/perilaku) mereka di rumah susun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11834,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9,3337,125],"class_list":["post-11833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-kolong-tol-angke","tag-rumah-susun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}