{"id":11855,"date":"2026-07-30T01:33:06","date_gmt":"2026-07-30T01:33:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11855"},"modified":"2026-07-30T01:33:06","modified_gmt":"2026-07-30T01:33:06","slug":"praktik-baik-pendidikan-perubahan-iklim-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11855","title":{"rendered":"Praktik Baik Pendidikan Perubahan Iklim di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Terlepas dari pemahaman mereka tentang perubahan iklim, para guru sepakat bahwa memperkenalkan siswa pada perubahan iklim adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran iklim generasi muda.<\/p>\n<p>Para&nbsp;guru&nbsp;percaya, pendidikan perubahan iklim dapat membangun fondasi pengetahuan, pedoman hidup, dan inspirasi yang akan memengaruhi pola pikir siswa di masa depan.<\/p>\n<p>Dina (bukan nama sebenarya), guru Geografi di sekolah swasta secara khusus menekankan pentingnya menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini, misalnya melalui kebiasaan menghemat energi, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membeli barang yang tidak diperlukan.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya, Alya pernah mengajarkan tentang pemanasan global sebagai bagian dari kurikulum Fisika ketika Kurikulum 2013 masih berlaku.<\/p>\n<p>Lalu, saat berubah ke Kurikulum Merdeka, ia mengaitkannya dengan energi terbarukan melalui diskusi tentang pentingnya penggunaan energi yang lebih ramah iklim.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dina mengajarkan perubahan iklim dalam konteks Geografi, khususnya tema atmosfer.<\/p>\n<p>Ia juga mengadopsi pendekatan dialog dengan siswa. Pada awal semester, Dina meminta para siswa untuk menuliskan satu komitmen perilaku cinta lingkungan yang akan mereka lakukan selama satu semester.<\/p>\n<p>Di akhir semester, siswa diminta melaporkan progres komitmen tersebut sebagai bagian dari pembelajaran.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/245232208\/pendidikan-perubahan-iklim-pada-anak-bantu-cegah-penyakit-menular\">Baca: Pendidikan Perubahan Iklim bantu cegah penularan penyakit<\/a><\/p>\n<p>Budi dan Caca belum secara eksplisit mengajarkan perubahan iklim, tetapi mereka telah mencoba memasukkan tema lingkungan ke dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>Budi memasukkan topik moral dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan ke dalam pelajaran Agama Katolik. Ia mengajak siswa memahami pentingnya mengelola bumi dengan bijak dan bertanggung jawab, dan mengembangkan sendiri materi ajar untuk memperkaya kurikulum yang ada.<\/p>\n<p>Sementara Caca meminta siswa membaca teks-teks tentang lingkungan dalam Bahasa Inggris, memahami isinya, dan mendiskusikan opini mereka di kelas.<\/p>\n<p>Ia juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Tantangan yang dihadapi guru<\/strong><br \/>Meskipun bersemangat dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu perubahan iklim, para guru tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya terkait kurangnya pengetahuan guru tentang perubahan iklim.<\/p>\n<p>Beberapa guru merasa kesulitan menghubungkan topik perubahan iklim dengan mata pelajaran mereka. Alya dan Dina dapat dengan mudah mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam pelajaran Fisika dan Geografi.<\/p>\n<p>Namun, Budi dan Caca harus mencari cara yang lebih kreatif untuk memasukkan topik ini ke dalam pelajaran Agama Katolik dan Bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Minimnya kolaborasi antarmata pelajaran juga menjadi tantangan signifikan. Para guru menyadari bahwa isu perubahan iklim adalah topik multidisipliner yang memerlukan pendekatan lintas mata pelajaran.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/245159138\/yang-perlu-ditingkatkan-dari-panduan-pendidikan-perubahan-iklim\">Baca: Catatan kritis terhadap panduan pendidikan perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Namun, upaya kolaboratif untuk menciptakan integrasi antar mata pelajaran masih jarang dilakukan di tengah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.<\/p>\n<p>Kurangnya kolaborasi terjadi karena waktu kolaborasi yang sempit, identitas guru sebagai spesialis di bidangnya, dan struktur pendidikan yang tidak mendukung pendekatan inderdisipliner antar mata pelajaran.<\/p>\n<p>&ldquo;Proyek itu kan harus dibuatkan modul antar mata pelajaran dahulu. Nah ini yang agak kesulitan kan harus berkumpul membuat modul. Sementara kan semua pasti ada jam mengajar, cari waktu untuk berkumpul itu yang sulit. Mungkin kalau bisa ya pas menunggu jenjang liburan&rdquo;. (Budi, guru Agama Katolik)<\/p>\n<p>Di sisi lain, relevansi personal menjadi tantangan dalam menjangkau generasi muda. Guru merasa bahwa meskipun siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan, mereka kerap kesulitan untuk mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Komitmen guru: Aset awal yang berharga<\/strong><br \/>Untuk mendukung antusiasme guru dalam meningkatkan efektivitas pengajaran mereka, pemerintah dapat melakukan beberapa hal.<\/p>\n<p>Pertama, pemerintah bisa lebih proaktif dalam menyediakan pelatihan yang dirancang khusus untuk membekali guru dengan pemahaman tentang perubahan iklim yang mendalam, termasuk strategi pedagogis yang relevan untuk berbagai mata pelajaran.<\/p>\n<p>Kedua, pemerintah memerlukan upaya penjangkauan panduan pendidikan perubahan iklim yang lebih proaktif, sehingga lebih banyak guru yang mengetahui dan mempelajarinya.<\/p>\n<p>Selain itu, sekolah juga dapat mendorong pendekatan interdisipliner melalui program kerja sama antarguru lintas mata pelajaran.<\/p>\n<p>Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kelompok belajar seperti Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran sudah ada, tetapi sering terbatas pada disiplin ilmu yang sama.<\/p>\n<p>Kita membutuhkan sistem khusus yang memberikan ruang bagi guru dari berbagai disiplin untuk berdiskusi dan mendesain proyek interdisipliner yang aplikatif.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di Finlandia, contohnya, terdapat phenomena-based learning yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk menghadapi masalah dunia nyata melalui pendekatan cross-disciplinary dan penggunaan studi kasus, praktik terbaik, serta contoh kegagalan.<\/p>\n<p>Sementara itu, di Jepang, terdapat sogotekina gakushuu no jikan atau waktu pembelajaran terintegrasi yang memberikan kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dalam mengatasi suatu masalah.<\/p>\n<p>Isu perubahan iklim tidak dapat dipahami atau dipecahkan hanya melalui pendekatan satu disiplin ilmu.<\/p>\n<p>Dengan melibatkan berbagai mata pelajaran, guru dapat memberikan ruang bagi siswa untuk melihat isu ini secara holistik sekaligus mengembangkan proyek berbasis pengalaman nyata.<\/p>\n<p>Harapannya, relevansi personal siswa terhadap isu perubahan iklim semakin meningkat.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Kelvin Tang (PhD Candidate, University of Tokyo)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Terlepas dari pemahaman mereka tentang perubahan iklim, para guru sepakat bahwa memperkenalkan siswa pada perubahan iklim adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran iklim generasi muda. Para&nbsp;guru&nbsp;percaya, pendidikan perubahan iklim dapat membangun fondasi pengetahuan, pedoman hidup, dan inspirasi yang akan memengaruhi pola pikir siswa di masa depan. Dina (bukan nama sebenarya), guru Geografi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11856,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-11855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11855\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}