{"id":11924,"date":"2026-07-30T01:33:32","date_gmt":"2026-07-30T01:33:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11924"},"modified":"2026-07-30T01:33:32","modified_gmt":"2026-07-30T01:33:32","slug":"untuk-pertama-kalinya-perubahan-iklim-akan-disidangkan-di-mahkamah-tertinggi-pbb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11924","title":{"rendered":"Untuk Pertama Kalinya Perubahan Iklim Akan Disidangkan di Mahkamah Tertinggi PBB"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Mahkamah tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (2\/12\/2024), membuka sidang mengenai apa yang secara hukum harus dilakukan negara-negara di seluruh dunia untuk memerangi perubahan iklim dan membantu negara-negara yang rentan melawan dampak buruknya.<\/p>\n<p>Sidang yang akan berlangsung selama dua minggu ini merupakan kali pertama dan kasus lingkungan terbesar dalam sejarah yang ditangani Mahkamah PBB<\/p>\n<p>Setelah lobi bertahun-tahun oleh negara-negara kepulauan yang khawatir akan lenyap begitu saja akibat naiknya permukaan air laut, Majelis Umum PBB tahun lalu meminta pendapat Mahkamah Pidana Internasional (ICJ) tentang &ldquo;kewajiban Negara-negara terkait perubahan iklim.&rdquo;<\/p>\n<p>&ldquo;Kami ingin pengadilan mengonfirmasi bahwa tindakan yang telah merusak iklim adalah melanggar hukum,&rdquo; kata Margaretha Wewerinke-Singh, yang memimpin tim hukum untuk Vanuatu, negara kepulauan di Pasifik, kepada kantor berita Associated Press.<\/p>\n<p>Dalam satu dekade hingga 2023, permukaan laut telah naik dengan rata-rata global sekitar 4,3 centimeter, dan beberapa bagian di Pasifik naik lebih tinggi lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245321317\/bank-dunia-perubahan-iklim-mengancam-keberadaan-negara-negara-pulau-atol-pasifik\">Baca: Perubahan iklim ancam keberadaan negara-negara pulau atol pasifik<\/a><\/p>\n<p>Suhu rata-rata global juga telah menghangat 1,3 derajat Celsius sejak masa pra-industri karena pembakaran bahan bakar fosil.<\/p>\n<p>Vanuatu adalah salah satu dari sekelompok negara kecil yang mendorong intervensi hukum internasional dalam krisis iklim.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami hidup di garis depan dari dampak perubahan iklim. Kami adalah saksi dari kehancuran tanah kami, mata pencaharian kami, budaya kami, dan hak asasi kami,&rdquo; kata utusan perubahan iklim Vanuatu Ralph Regenvanu kepada wartawan sebelum sidang.<\/p>\n<p>Setiap keputusan mahkamah akan menjadi nasihat yang tidak mengikat dan tidak dapat secara langsung memaksa negara-negara kaya untuk bertindak membantu negara-negara yang sedang berjuang.<\/p>\n<p>Namun, keputusan itu akan menjadi lebih dari sekadar simbol yang kuat karena dapat berfungsi sebagai dasar untuk tindakan hukum lainnya, termasuk gugatan hukum domestik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243295055\/joseph-stiglitz-negara-miskin-butuh-bantuan-untuk-ekonomi-ramah-lingkungan-guna-hadapi-krisis-iklim\">Baca: Negara miskin butuh bantuan untuk hadapi perubahan&nbsp;iklim<\/a><\/p>\n<p>Pada hari Minggu (1\/12\/2024), menjelang sidang, kelompok advokasi menyatukan organisasi lingkungan dari seluruh dunia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kelompok Mahasiswa Kepulauan Pasifik Melawan Perubahan Iklim &mdash; yang pertama kali mengembangkan gagasan untuk meminta opini penasihat &mdash; bersama dengan Pemuda Dunia untuk Keadilan Iklim merencanakan aksi sore hari dengan pidato, musik, dan diskusi.<\/p>\n<p>Mulai hari Senin, mahkamah yang berpusat di Den Haag itu akan mendengarkan keterangan dari 99 negara dan belasan organisasi antarpemerintah selama dua minggu.<\/p>\n<p>Ini merupakan sidang terbesar dalam sejarah lembaga yang hampir berusia 80 tahun tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mahkamah tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (2\/12\/2024), membuka sidang mengenai apa yang secara hukum harus dilakukan negara-negara di seluruh dunia untuk memerangi perubahan iklim dan membantu negara-negara yang rentan melawan dampak buruknya. Sidang yang akan berlangsung selama dua minggu ini merupakan kali pertama dan kasus lingkungan terbesar dalam sejarah yang ditangani Mahkamah PBB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11925,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,173],"class_list":["post-11924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11924"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11924\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}