{"id":1193,"date":"2026-07-30T00:25:48","date_gmt":"2026-07-30T00:25:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1193"},"modified":"2026-07-30T00:25:48","modified_gmt":"2026-07-30T00:25:48","slug":"the-economist-kembali-lontarkan-kritik-tajam-ke-pemerintahan-prabowo-gibran-siapa-di-belakang-ini-semua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1193","title":{"rendered":"The Economist Kembali Lontarkan Kritik Tajam ke Pemerintahan Prabowo-Gibran, Siapa di Belakang Ini Semua?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Majalah mingguan asal Inggris, The Economist kembali melontarkan kritik tajam atas sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai berisiko bagi stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam edisi mingguan yang dirilis Kamis (14\/5\/2026), The Economist&nbsp;menurunkan dua artikel khusus untuk&nbsp;membahas kepemimpinan&nbsp;Prabowo-Gibran.<\/p>\n<p>Salah satunya, diberi judul <em>&ldquo;Indonesia&rsquo;s president is jeopardising the economy and democracy atau Presiden Indonesia membahayakan perekonomian dan demokrasi&#8221;<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam artikel yang dimuatnya, media asal London, Inggris itu menyebut Prabowo Subianto sebagai Presiden yang boros dan otoriter.<\/p>\n<p>Bahkan media berlangganan itu menuliskan peringai Prabowo sebagai sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM) kini sebagai pecinta kucing.<\/p>\n<p>Satu artikel lagi bertajuk &#8220;Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang berada di jalur yang berisiko,&#8221;.<\/p>\n<p>Artikel itu berisi soal potensi krisis yang bakal dihadapi Indonesia seperti Tahun 1998 saat mantan mertua Prabowo, Soeharto memimpin Indonesia.<\/p>\n<p>Belum ada tanggapan dari Istana terkait dengan pemberitaan&nbsp;The&nbsp;Economist&nbsp;yang sudah&nbsp;berusia dua abad itu. Namun, berita ini menjadi pembicaraan sejumlah pengamat politik dalam negeri&nbsp;yang&nbsp;sebelumnya&nbsp;juga&nbsp;sudah&nbsp;mengritisi&nbsp;kebijakan&nbsp;Prabowo-Gibran.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/247207699\/rezim-prabowo-gibran-disebut-jadi-pemicu-utama-anjloknya-indeks-persepsi-korupsi-indonesia\">Baca: Rezim Prabowo-Gibran Disebut Jadi Pemicu Utama Anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dalam artikel berjudul The Economist menilai pemerintahan Prabowo memiliki kecenderungan otoriter dan terlalu agresif dalam belanja negara.<\/p>\n<p>Media tersebut bahkan menyebut Prabowo sebagai sosok yang &ldquo;terlalu boros dan terlalu otoriter&rdquo;.<\/p>\n<p>The Economist menyoroti perubahan sikap Prabowo yang dinilai kerap kontradiktif. Di satu sisi, Prabowo disebut pernah menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik.<\/p>\n<p>&ldquo;Apakah saya benar-benar otoriter? Saya rasa tidak&#8230; Kritik itu baik. Kita tidak boleh digerakkan oleh kemarahan atau dendam,&rdquo; ujar Prabowo seperti dikutip media tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun di sisi lain, The Economist juga menyoroti pernyataan keras Prabowo terhadap pihak asing dan organisasi non-pemerintah.<\/p>\n<p>&ldquo;Kekuatan asing mendanai NGO untuk menabur perpecahan di antara kita. Mereka mengklaim sebagai penjaga demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan pers, padahal itu versi mereka sendiri,&rdquo; demikian kutipan pernyataan Prabowo yang dimuat The Economist.<\/p>\n<p>Media tersebut menyebut karakter Prabowo yang berubah-ubah membuat bahkan para sekutunya khawatir terhadap stabilitas makroekonomi dan kondisi demokrasi Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam ulasannya, The Economist menyoroti lima poin utama terkait pemerintahan Prabowo. Pertama adalah belanja negara yang dinilai terlalu besar dan berpotensi membebani fiskal negara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246841655\/survei-kawula17-persepsi-masyarakat-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo-gibran-cenderung-negatif\">Baca: Persepsi Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran Cenderung Negatif<\/a><\/p>\n<p>Kedua, adanya risiko pelemahan disiplin fiskal akibat berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran jumbo.<\/p>\n<p>Ketiga, meningkatnya campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi nasional. Keempat, peran militer yang disebut semakin menguat di ruang sipil dan pemerintahan.<\/p>\n<p>Terakhir, The Economist juga menilai oposisi politik di Indonesia semakin melemah di bawah pemerintahan Prabowo.<\/p>\n<p>Sorotan media asing tersebut muncul di tengah perdebatan publik mengenai arah demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024.<\/p>\n<p>Sementara itu, pemerintah sebelumnya telah membantah adanya praktik intimidasi terhadap kelompok masyarakat sipil maupun pihak yang kritis terhadap pemerintah.<\/p>\n<p><strong>Pemilik The Economist<\/strong> <br \/>The Economist adalah media berita dan opini internasional terkemuka yang berbasis di London, Inggris. Media tersebut didirikan pada tahun 1843 yang awalnya merupakan majalah mingguan.<\/p>\n<p>The Economist berfokus pada analisis mendalam terkait ekonomi, politik, bisnis internasional, teknologi, dan budaya dengan pandangan sosial-liberal.<\/p>\n<p>Saat ini The Economist juga telah bertransisi ke digital. Di X bahkan pengikutnya mencapai 26 juta lebih yang mana salah satunya anak buah Prabowo Subianto, Natalius Pigai.<\/p>\n<p>Pemilik The Economist tidaklah tunggal dan dikuasai sejumlah konglomerat dunia. <br \/>Baru-baru ini, miliarder hipotek Kanada, Stephen Smith, telah setuju untuk membeli saham minoritas di The Economist Group.<\/p>\n<p>Pembelian ini menandai perubahan kepemilikan pertama di majalah berita terkini Inggris yang ternama itu dalam satu dekade terakhir.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Majalah mingguan asal Inggris, The Economist kembali melontarkan kritik tajam atas sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai berisiko bagi stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. Dalam edisi mingguan yang dirilis Kamis (14\/5\/2026), The Economist&nbsp;menurunkan dua artikel khusus untuk&nbsp;membahas kepemimpinan&nbsp;Prabowo-Gibran. Salah satunya, diberi judul &ldquo;Indonesia&rsquo;s president is jeopardising the economy and democracy atau Presiden Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1194,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[534,497],"class_list":["post-1193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-prabowo-gibran","tag-the-economist"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1193\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1194"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}