{"id":11948,"date":"2026-07-30T01:33:37","date_gmt":"2026-07-30T01:33:37","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11948"},"modified":"2026-07-30T01:33:37","modified_gmt":"2026-07-30T01:33:37","slug":"masyarakat-sipil-sayangkan-penundaan-aturan-anti-deforestasi-uni-eropa-atau-eudr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11948","title":{"rendered":"Masyarakat Sipil Sayangkan Penundaan Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa atau EUDR"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang sedianya diberlakukan pada 30 Desember 2024 ditangguhkan menjadi 30 Desember 2025 untuk perusahaan besar, dan 30 Juni 2025 untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).<\/p>\n<p>Keputusan menunda aturan Anti Deforestasi ini diambil Komisi Uni Eropa pada 2 Oktober lalu, dan diperkuat dengan voting atau pemungutan suara di Parlemen Eropa pada 14 November lalu.<\/p>\n<p>Alasan penangguhan EUDR&nbsp;itu semata-mata karena kekhawatiran yang diajukan negara-negara anggota Uni Eropa dan non-Uni Eropa, serta sejumlah pelaku yang mengisyaratkan kesulitan yang akan mereka hadapi jika mematuhi aturan sesuai tenggat semula.<\/p>\n<p>Mereka memohon waktu untuk menetapkan standar baru dan transisi saat beradaptasi dengan aturan yang baru.<\/p>\n<p>Dalam sebuah diskusi di Jakarta baru-baru ini, Direktur Eksekutif Satya Bumi Andi Muttaqien mengecam penangguhan pelaksanaan EUDR.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245189351\/indonesia-malaysia-dan-uni-eropa-akan-rumuskan-panduan-praktis-penerapan-eudr\">Baca: Indonesia, Malaysia dan Uni Eropa rumuskan panduan praktis penerapan EUDR<\/a><\/p>\n<p>Tiga hal yang mendasari kritiknya, yaitu pertama, EUDR dinilai berpotensi mencegah deforestasi hutan terutama yang terbebani dengan izin konsesi, mempercepat kesiapan petani kecil untuk beradaptasi dengan tuntutan yang ada dalam EUDR.<\/p>\n<p>EUDR sekaligus mendorong perbaikan tata kelola perkebunan dan kehutanan Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini konteksnya mengapa kita perlu EUDR. Kita tidak memiliki peraturan atau Undang-Undang khusus yang melarang deforestasi,&rdquo; ujar Andi.<\/p>\n<p>Indonesia, lanjut Andi, juga memperbolehkan penggundulan hutan secara legal yang jelas kontradiktif dengan target FOLU (Forest and Other Land Uses) di 2023. Indonesia juga punya kuota untuk deforestasi<\/p>\n<p>Ia mencontohkan masifnya penggundulan hutan di beberapa wilayah Indonesia, baik untuk dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit dan tebu, maupun untuk pengembangan lumbung pangan (food estate).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245171064\/petani-sawit-soroti-penundaan-penerapan-aturan-anti-deforestasi-uni-eropa\">Baca: Petani Sawit Soroti Penundaan Penerapan Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Lebih dari dua dekade area kebun kelapa sawit tumbuh pesat, namun di saat yang bersamaan produktivitasnya berfluktuasi. Di tahun 2022 misalnya kebun kelapa sawit nasional tumbuh 145 persen, sementara produktivitasnya hanya tumbuh 1,3 kali saja,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Berdasarkan data yang diperolehnya, saat ini ada 2,6 juta hektare lahan hutan yang di dalamnya terdapat izin konsesi kebun kelapa sawit.<\/p>\n<p>EUDR, tambah Andi, dapat menekan atau memaksa pemerintah Indonesia melihat pentingnya melindungi hutan dan menyelesaikan berbagai konflik sosial terkait lahan dengan masyarakat adat dan lokal, serta sekaligus melibatkan petani kecil dalam rantai pasok.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang sedianya diberlakukan pada 30 Desember 2024 ditangguhkan menjadi 30 Desember 2025 untuk perusahaan besar, dan 30 Juni 2025 untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Keputusan menunda aturan Anti Deforestasi ini diambil Komisi Uni Eropa pada 2 Oktober lalu, dan diperkuat dengan voting atau pemungutan suara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11949,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[262,263],"class_list":["post-11948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-deforestasi","tag-eudr"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}