{"id":11982,"date":"2026-07-30T01:33:51","date_gmt":"2026-07-30T01:33:51","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11982"},"modified":"2026-07-30T01:33:51","modified_gmt":"2026-07-30T01:33:51","slug":"daftar-riset-brin-untuk-wujudkan-swasembada-pangan-secara-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=11982","title":{"rendered":"Daftar Riset BRIN untuk Wujudkan Swasembada Pangan Secara Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam pidato pengukuhannya pada 20 Oktober lalu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi.<\/p>\n<p>Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga penelitian bertanggung jawab menghasilkan riset dan inovasi yang relevan, dalam meningkatkan produktivitas tanaman untuk memenuhi komitmen swasembada pangan dan&nbsp;energi&nbsp;tersebut.<\/p>\n<p>Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana riset dapat berkontribusi dalam memenuhi permintaan pangan, pakan, dan energi terbarukan yang terus meningkat melalui peningkatan produktivitas tanaman pangan seperti jagung, kedelai, dan beras.<\/p>\n<p>&rdquo;Pemanfaatan komoditas tersebut juga berguna bagi pakan ternak dan industri energi terbarukan, seperti biofuel,&rdquo; ungkapnya saat membuka webinar TERAS bertajuk Increasing Crop Productivity to Meet Indonesia Needs for Food, Feed, and Fuel, Kamis (7\/11\/2024).<\/p>\n<p>Puji menambahkan, selain produktivitas, peneliti BRIN harus dapat meningkatkan efisiensi tanaman. Bidang penelitian seperti pertanian presisi, dan pengolahan tanaman pangan sebagai sumber energi terbarukan akan terus dikembangkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245284471\/koalisi-moratorium-sawit-ekspansi-kebun-sawit-berpotensi-mendorong-deforestasi-dan-mengancam-lahan-tanaman-pangan\">Baca: Ekspansi kebun sawit mendorong deforestasi dan mengancam lahan tanaman pangan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kemudian penggunaan data satelit untuk pemetaan lahan dan pemantauan iklim merupakan prioritas utama. Pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dan rendah emisi juga perlu dikembangkan,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukung riset energi terbarukan, Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Sholihin mengungkapkan, singkong memiliki potensi sebagai sumber etanol berpotensi dikembangkan di Indonesia untuk menjamin ketahanan energi nasional.<\/p>\n<p>Pengembangan tanaman untuk energi ini juga mengurangi ketergantungan impor minyak bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan pendapatan petani.<\/p>\n<p>Etanol, ujarnya, berasal dari tepung yang difermentasikan dengan bantuan enzim dapat diproduksi dari gula, jagung, singkong, kentang, sorgum dan tepung.<\/p>\n<p>&rdquo;Saat ini etanol telah diproduksi oleh PT Enero Mojekerto dan PT Molindo Malang, yang dapat menghasilkan etanol dengan kualitas bahan bakar sekitar 5,7&nbsp;persen dari kebutuhan Jawa Timur dan Jakarta,&rdquo; ucap Sholihin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245284253\/koalisi-moratorium-sawit-serukan-penghentian-izin-perluasan-kebun-sawit-bagi-industri-besar\">Baca: Koalisi Moratorium Sawit serukan penghentian izin perluasan kebun sawit<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bahkan, pada 2023 pemerintah juga telah meluncurkan motor etanol campuran pertamax dan ethanol.<\/p>\n<p>&ldquo;Upaya-upaya ini perlu dikembangkan untuk mendukung ketahanan energi,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Sholihin menyebutkan, pemanfaatan singkong untuk produksi etanol dalam skala kecil perlu dikembangkan, karena mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>&ldquo;Untuk skala industri kecil di pedesaan singkong dapat menghasilkan 1000-5000 liter\/hari. Kuantitasnya masih kecil, namun usaha ini perlu dikembangkan sebagai alternatif sumber energi biofuel karena hemat biaya,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu untuk mengurangi emisi metana pada lahan pertanian, Destika Cahyana Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, menjelaskan teknologi penginderaan jauh untuk pengelolaan air pada budidaya padi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245151044\/menelaah-batas-atas-sawit-sejauh-mana-indonesia-bisa-bertahan\">Baca: Menelaah batas atas kebun sawit Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung pengurangan emisi metana di lahan sawah untuk sistem pertanian yang berkelanjutan, dan rendah emisi.<\/p>\n<p>Sumber signifikan emisi CH 4 berasal dari kegiatan pertanian, dan Active Remote Sensing (ARS) adalah salah satu teknologi yang kami aplikasikan dalam penelitian.<\/p>\n<p>&ldquo;Teknologi ini digunakan untuk sistem pertanian yang dapat mendukung dan memonitor pengurangan emisi metana, hemat biaya, dan waktu,&rdquo; ungkap Destika.<\/p>\n<p>Destika menambahkan, ARS adalah teknologi yang memungkinkan digunakan di Indonesia, karena tidak tergantung cuaca.<\/p>\n<p>&ldquo;Energi cahaya yang digunakan untuk menjalankan teknologi ini berasal dari alat itu sendiri. Berbeda dengan jenis pasif remote sensing yang mengandalkan sinar matahari,&rdquo; terangnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam pidato pengukuhannya pada 20 Oktober lalu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga penelitian bertanggung jawab menghasilkan riset dan inovasi yang relevan, dalam meningkatkan produktivitas tanaman untuk memenuhi komitmen swasembada pangan dan&nbsp;energi&nbsp;tersebut. Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":11983,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[66,362],"class_list":["post-11982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pertanian","tag-swasembada-pangan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}