{"id":12034,"date":"2026-07-30T01:34:08","date_gmt":"2026-07-30T01:34:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12034"},"modified":"2026-07-30T01:34:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:34:08","slug":"bksda-bali-kematian-massal-ratusan-burung-pipit-di-bandara-ngurah-rai-karena-tersambar-petir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12034","title":{"rendered":"BKSDA Bali: Kematian Massal Ratusan Burung Pipit di Bandara Ngurah Rai Karena Tersambar Petir"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali menjelaskan kematian&nbsp;ratusan burung pipit (Estrildidae) di area Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (22\/11\/2024) karena tersambar petir.<\/p>\n<p>Dikutip Antaranews.com, Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan ratusan burung pipit ini mati&nbsp;karena pohon tempat kawanan burung bertengger mengalami patah ranting akibat sambaran petir.<\/p>\n<p>&#8220;Sambaran ini mengakibatkan kawanan burung yang sedang beristirahat di pohon tersebut turut tersambar dan mati,&#8221; katanya di Denpasar, Senin (25\/11\/2024).<\/p>\n<p>Ratna mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, diperoleh informasi dari petugas pemeliharaan taman dan petugas keamanan Bandara I Gusti Ngurah Rai diketahui bahwa insiden ini terjadi pada Jumat (22\/11\/2024) malam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245326620\/begini-tips-dari-bmkg-untuk-menghindari-petir\">Baca: Kiat untuk menghindari sambaran petir<\/a><\/p>\n<p>Ia menjelaskan pada saat kejadian, petugas kebersihan bandara langsung mengevakuasi bangkai burung dari lokasi untuk menjaga kenyamanan pengunjung bandara.<\/p>\n<p>Saat tim BKSDA Bali melakukan pengecekan, ditemukan sisa tiga ekor bangkai burung dalam kondisi yang telah mengalami degradasi hingga 90 persen.<\/p>\n<p>Hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan nekropsi atau pengambilan sampel atas&nbsp;bangkai&nbsp;burung&nbsp;pipit&nbsp;tersebut&nbsp;itu.<\/p>\n<p>Namun,&nbsp;Ratna menegaskan bahwa&nbsp;kejadian itu disebabkan oleh faktor alam dan tidak ada indikasi wabah penyakit atau penyebab lain yang memerlukan kekhawatiran publik.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tetap akan memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ekosistem tetap terjaga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244700250\/wmo-transisi-cepat-dari-el-nino-ke-la-nina-bakal-memicu-musim-badai\">Baca: Transisi cepat dari El Nino ke La Nina picu musim badai<\/a><\/p>\n<p>Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kawanan burung pipit dalam jumlah besar ditemukan tergeletak di halaman Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.<\/p>\n<p>Video &nbsp;kawanan burung pipit yang&nbsp;mati massal di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tersebut beredar luas dan viral di media sosial pada&nbsp;Minggu (24\/11\/2024).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Burung-burung tersebut berjatuhan dan berserakan di jalan bandara I Gusti Ngurah Rai. Di dekat bangkai burung pipit itu, tampak pula pohon tumbang yang kemudian diduga menjadi penyebab kematian.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil investigasi\/pemeriksaan yang dilakukan, diperoleh informasi dari petugas pemeliharaan taman dan petugas keamanan Bandara I Gusti Ngurah Rai bahwa insiden itu terjadi pada Jumat 22 November 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali menjelaskan kematian&nbsp;ratusan burung pipit (Estrildidae) di area Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (22\/11\/2024) karena tersambar petir. Dikutip Antaranews.com, Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan ratusan burung pipit ini mati&nbsp;karena pohon tempat kawanan burung bertengger mengalami patah ranting akibat sambaran petir. &#8220;Sambaran ini mengakibatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3461,1580],"class_list":["post-12034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-burung-pipit","tag-petir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12034\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}