{"id":12060,"date":"2026-07-30T01:34:13","date_gmt":"2026-07-30T01:34:13","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12060"},"modified":"2026-07-30T01:34:13","modified_gmt":"2026-07-30T01:34:13","slug":"penutupan-cop-29-molor-negara-berkembang-tolak-usulan-negara-maju-soal-pendanaan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12060","title":{"rendered":"Penutupan COP 29 Molor: Negara Berkembang Tolak Usulan Negara Maju Soal Pendanaan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penutupan Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan, molor dari jadwal semula yakni pada Jumat (22\/11\/2024).<\/p>\n<p>Pada Jumat, setelah melakukan negosiasi selama hampir dua pekan, negara-negara kaya mengusulkan menaikkan komitmen mereka terkait pendanaan iklim dari semula 100 miliar dolar menjadi 250 miliar dolar per tahun pada 2035.<\/p>\n<p>Tawaran pendanaan iklim tersebut ditolak mentah-mentah oleh negara-negara berkembang, karena dinilai tidak sepadan dengan besarnya dana yang dibutuhkan untuk memitigasi dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Pasalnya, mereka membutuhkan dana dalam jumlah besar untuk mengalihkan ekonomi mereka ke energi bersih dan membangun ketahanan terhadap dampak krisis iklim yang mereka alami.<\/p>\n<p>Pendanaan iklim menjadi fokus utama pembahasan di COP 29 yang berlangsung sejak 11 November 2024.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245344567\/cop-29-ada-perbedaan-pandangan-antara-negara-maju-dan-negara-berkembang-soal-pendanaan-iklim\">Baca: Beda pendapat terkait pendanaan iklim<\/a><\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;Kompas.com,&nbsp;Para negosiator dari hampir 200 negara menghabiskan malam yang panjang dan melelahkan di meja perundingan untuk mencapai angka kompromi.<\/p>\n<p>Hingga fajar terbit&nbsp;pada&nbsp;Sabtu&nbsp;(23\/11\/2024)&nbsp;kesepakatan pendanaan belum diterima semua pihak.<\/p>\n<p>Pembicaraan dilanjutkan pada Sabtu (23\/11\/2024). Sejumlah negosiator negara berkembang dan paling terdampak perubahan iklim mengungkapkan kemuakannya kepada negara-negara maju.<\/p>\n<p>Utusan iklim dari Panama, Juan Carlos Monterrey Gomez, mengkritik angka yang diusulkan negara maju terlalu rendah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sangat marah. Ini konyol. Benar-benar konyol. Rasanya negara-negara maju ingin planet ini terbakar,&#8221; kata Gomez, dilansir dari Reuters.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245335082\/cop-29-kehadiran-pelobi-industri-dikhawatirkan-akan-halangi-lahirnya-solusi-iklim-yang-adil\">Baca: Kehadiran pelobi industri di COP 29<\/a><\/p>\n<p>Kemuakan yang sama juga diungkapkan utusan iklim dari Kepulauan Marshall, Tina Stege. &#8220;Sangat memalukan untuk mengajukan teks seperti itu,&#8221; kata Stege, dilansir dari AFP.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Aliansi Negara-negara Pulau Kecil, yang menganggap perubahan iklim sebagai ancaman eksistensial, mengatakan tawaran yang diusulkan negara-negara kaya tersebut menunjukkan penghinaan terhadap penduduk yang rentan.<\/p>\n<p>Ali Mohamed, ketua Kelompok Negosiator Afrika, menyatakan besaran pendanaan iklim sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memadai.<\/p>\n<p>Di sisi lain, beberapa negosiator dari negara berkembang menuntut pendanaan iklim sedikitnya 500 miliar dolar dari negara maju.<\/p>\n<p>Para analis mengatakan, bagi Uni Eropa dan negara-negara kaya lainnya, target 250 miliar dolar hanya selisih sedikit dari apa yang telah mereka belanjakan untuk pendanaan iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penutupan Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan, molor dari jadwal semula yakni pada Jumat (22\/11\/2024). Pada Jumat, setelah melakukan negosiasi selama hampir dua pekan, negara-negara kaya mengusulkan menaikkan komitmen mereka terkait pendanaan iklim dari semula 100 miliar dolar menjadi 250 miliar dolar per tahun pada 2035. Tawaran pendanaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12061,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3439,241],"class_list":["post-12060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-29","tag-pendanaan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12060"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12060\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}