{"id":12076,"date":"2026-07-30T01:34:18","date_gmt":"2026-07-30T01:34:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12076"},"modified":"2026-07-30T01:34:18","modified_gmt":"2026-07-30T01:34:18","slug":"cop-29-ada-perbedaan-pandangan-antara-negara-maju-dan-negara-berkembang-soal-pendanaan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12076","title":{"rendered":"COP 29: Ada Perbedaan Pandangan antara Negara Maju dan Negara Berkembang Soal Pendanaan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Hari terakhir penyelenggaraan KTT Perubahan Iklim PBB atau COP 29 negara-negara peserta berada di bawah tekanan, karena belum ada kemajuan signifikan dalam mencapai kesepakatan tentang pendanaan iklim.<\/p>\n<p>Pembicaraan COP 29 di&nbsp;Baku,&nbsp;Azerbaijan&nbsp;dijadwalkan berakhir pada hari Jumat (22\/11\/2024). Batas waktu bisa diperpanjang jika kesepakatan sudah di depan mata.<\/p>\n<p>Pendanaan iklim memang menjadi fokus utama COP 29, yakni terkait kewajiban negara maju kepada negara berkembang. Kewajiban ini bertujuan untuk menutupi kerusakan akibat cuaca ekstrem dan membantu adaptasi terhadap pemanasan global.<\/p>\n<p>Diperkirakan angka yang diperlukan mencapai 1 triliun dolar atau sekitar Rp15.914 triliun atau lebih per tahun. Namun draf teks yang muncul menyebabkan kemarahan negara berkembang karena komitmen finansial yang tidak jelas.<\/p>\n<p>Negara-negara kaya ditekan untuk membayar dampak yang dihasilkan oleh emisi mereka selama berabad-abad. Presidensi COP 29 di Azerbaijan menyatakan optimisme dengan menyebutkan garis besar paket keuangan mulai terbentuk.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245319000\/cop-29-dunia-butuh-sumber-pendanaan-iklim-yang-lebih-adil\">Baca: Dunia butuh sumber pendanaan iklim yang lebih adil<\/a><\/p>\n<p>Ana Toni, Sekretaris Nasional Perubahan Iklim Brasil, menyatakan tidak hanya jumlah pendanaan yang penting, tetapi bagaimana mencapai angka yang dibutuhkan. Selain angka pendanaan, negosiator juga harus sepakat tentang bentuk dana.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut meliputi apakah hibah atau pinjaman, dan siapa yang akan membayar. Menteri Lingkungan Hidup Swiss, Albert R&ouml;sti, menekankan pentingnya angka pendanaan yang realistis.<\/p>\n<p>Negara-negara Barat menghadapi pembatasan anggaran dan komitmen mereka bersifat sukarela. R&ouml;sti menyatakan bahwa kesepakatan dengan angka yang tidak realistis lebih buruk daripada tidak ada kesepakatan sama sekali.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pengamat merasa frustrasi karena belum ada kemajuan. Mohamed Adow dari <em>Power Shift Africa<\/em> menyebut, COP 29 sebagai yang terburuk dalam ingatan terakhir.<\/p>\n<p>Ia menyatakan bahwa negara berkembang dipaksa menerima kesepakatan yang tidak efektif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245312180\/cop-29-delegasi-indonesia-dinilai-tak-bawa-pesan-yang-kuat-terkait-pendanaan-iklim\">Baca: Delegasi Indonesia dinilai tak punya visi kuat soal pendanaan iklim<\/a><\/p>\n<p>Harjeet Singh dari kelompok<em> Fossil Fuel Non-Proliferation Treaty<\/em> menekankan ketidakinginan negara-negara kaya untuk mengungkapkan jumlah yang bersedia mereka bayar&nbsp;untuk&nbsp;pendanaan&nbsp;iklim.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pembayaran tersebut diperlukan untuk membantu negara berkembang beralih ke energi bersih dan mengatasi dampak perubahan iklim. Para ahli memperkirakan angka yang diperlukan mencapai 1 triliun dolar per tahun.<\/p>\n<p>Singh juga mengkritik negara-negara maju yang dinilai tidak jujur dalam negosiasi. Bryton Codd dari Belize mengungkapkan kekecewaan peserta pembicaraan.<\/p>\n<p>Joseph Sikulu, aktivis iklim Tonga, menegaskan bahwa hanya 1 triliun dolar dalam hibah per tahun yang dapat memastikan transisi yang adil.<\/p>\n<p>Hibah tersebut sangat penting untuk negara-negara yang paling terdampak perubahan iklim agar dapat menuju masa depan yang aman dan setara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245287309\/yang-ditunggu-dari-cop-29-pengembangan-skema-baru-mengenai-pendanaan-iklim\">Baca: Menunggu pengembangan skema baru pendanaan iklim di COP 29<\/a><\/p>\n<p>Kesepakatan COP 29 yang ambisius tentang pendanaan iklim dimaksudkan untuk membuka tahap negosiasi penting berikutnya.<\/p>\n<p>Menjelang COP 30 tahun depan di Brasil, semua negara harus menyampaikan rencana aksi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, atau disebut sebagai &#8216;kontribusi yang ditentukan secara nasional&#8217;.<\/p>\n<p>Hal ini ditujukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5&deg;C di atas level pra-industri, target kunci dari Perjanjian Paris 2016 tentang perubahan iklim.<\/p>\n<p>Dalam trajektori saat ini, para ilmuwan memperkirakan dunia menuju pemanasan 2,7&deg;C yang berpotensi katastrofik pada akhir abad ini; diprediksi akan menyebabkan cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut yang meluas.<\/p>\n<p>Negosiasi COP 29 dibayangi oleh kemenangan Donald Trump di pemilihan presiden AS baru-baru ini. Trump menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim selama masa jabatan pertamanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Hari terakhir penyelenggaraan KTT Perubahan Iklim PBB atau COP 29 negara-negara peserta berada di bawah tekanan, karena belum ada kemajuan signifikan dalam mencapai kesepakatan tentang pendanaan iklim. Pembicaraan COP 29 di&nbsp;Baku,&nbsp;Azerbaijan&nbsp;dijadwalkan berakhir pada hari Jumat (22\/11\/2024). Batas waktu bisa diperpanjang jika kesepakatan sudah di depan mata. Pendanaan iklim memang menjadi fokus utama COP [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12077,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3439,241],"class_list":["post-12076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-29","tag-pendanaan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12076\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}