{"id":12203,"date":"2026-07-30T01:35:14","date_gmt":"2026-07-30T01:35:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12203"},"modified":"2026-07-30T01:35:14","modified_gmt":"2026-07-30T01:35:14","slug":"bank-dunia-perubahan-iklim-mengancam-keberadaan-negara-negara-pulau-atol-pasifik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12203","title":{"rendered":"Bank Dunia: Perubahan Iklim Mengancam Keberadaan Negara-negara Pulau Atol Pasifik"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebuah studi oleh Bank Dunia yang dirilis pada Kamis (14\/11\/2024) menyebut, butuh tindakan mendesak untuk mengatasi naiknya permukaan laut di sejumlah&nbsp;pulau atol Pasifik di Kiribati, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu.<\/p>\n<p>Berdasarkan proyeksi kondisi saat ini, pulau atol yang terbentuk dari terumbu karang tersebut dapat tenggelam 50 hingga 80 persen, dalam 50 tahun ke depan.<\/p>\n<p>Laporan Iklim dan Pembangunan Negara-negara pulau&nbsp;atol Pasifik Bank Dunia mengatakan negara-negara dataran rendah dan sekitar 200.000 orang yang tinggal di negara-negara itu menghadapi beberapa ancaman eksistensial paling parah dari perubahan iklim.<\/p>\n<p>Studi itu mengutip proyeksi kenaikan permukaan laut hingga setengah meter pada paruh terakhir abad ini dan menunjukkan 50 persen hingga 80 persen wilayah perkotaan utama di negara-negara tersebut dapat terendam air.<\/p>\n<p>Kawasan ini sudah mengalami kerugian tahunan akibat peristiwa iklim seperti badai yang lebih sering terjadi dan lebih kuat yang setara dengan 7 persen dari total output ekonomi (nilai seluruh hasil penjualan barang dan jasa) di Tuvalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244877968\/akibat-gelombang-panas-terjadi-pemutihan-karang-di-perairan-taiwan\">Baca: Pemutihan karang akibat pemanasan global<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan Kepulauan Marshall dan Kiribati mengalami kerugian 3 persen hingga 4 persen dari output ekonominya, dan diproyeksikan akan terus meningkat.<\/p>\n<p>Bank Dunia mengatakan bahwa tanpa tindakan global dan lokal yang mendesak, peristiwa iklim yang terjadi satu kali dalam 20 tahun di Tuvalu dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian yang setara dengan 50 persen dari output tahunan saat ini pada tahun 2050.<\/p>\n<p>Studi tersebut memberikan rekomendasi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk negara-negara kepulauan tersebut.<\/p>\n<p>Saran jangka pendek dan menengah mencakup investasi dalam konstruksi berkelanjutan untuk melindungi sumber daya air tawar, perikanan, dan pasokan energi, di antara infrastruktur penting lainnya.<\/p>\n<p>Saran jangka panjang studi tersebut mencakup investasi dalam pendidikan, kerangka hukum dan peraturan, pembangunan ekonomi, dan ketahanan iklim.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244846628\/as-hapus-utang-indonesia-hingga-35-juta-dolar-untuk-perbaiki-terumbu-karang\">Baca: AS hapus 35 Juta Dolar utang Indonesia untuk restorasi terumbu karang<\/a><\/p>\n<p>Studi tersebut juga meminta komunitas donor internasional untuk memberikan kontribusi kepada negara-negara atol Pasifik, yang masih menghadapi kesenjangan pendanaan iklim yang signifikan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bank Dunia menerbitkan laporan diagnostik iklim dan pembangunan negara-negara (<em>Country Climate and Development Reports<\/em>\/CCDR), yang memadukan pertimbangan perubahan iklim dan pembangunan.<\/p>\n<p>Dalam laporan itu, Bank Dunia juga menyarankan tindakan konkret yang dapat diambil negara bersangkutan untuk mengurangi dan beradaptasi dengan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Bank Dunia telah menyelesaikan lebih dari 45 CCDR di seluruh dunia hingga Oktober 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sebuah studi oleh Bank Dunia yang dirilis pada Kamis (14\/11\/2024) menyebut, butuh tindakan mendesak untuk mengatasi naiknya permukaan laut di sejumlah&nbsp;pulau atol Pasifik di Kiribati, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu. Berdasarkan proyeksi kondisi saat ini, pulau atol yang terbentuk dari terumbu karang tersebut dapat tenggelam 50 hingga 80 persen, dalam 50 tahun ke depan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12204,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2575,3495],"class_list":["post-12203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bank-dunia","tag-pulau-atol"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}