{"id":12274,"date":"2026-07-30T01:35:35","date_gmt":"2026-07-30T01:35:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12274"},"modified":"2026-07-30T01:35:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:35:35","slug":"layanan-penerbangan-belum-sepenuhnya-pulih-pasca-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-kapal-perbantuan-diminati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12274","title":{"rendered":"Layanan Penerbangan Belum Sepenuhnya Pulih Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kapal Perbantuan Diminati"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Mobilitas jalur laut menjadi alternatif pilihan pasca ditutupnya sejumlah bandara akibat dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n<p>Hingga Rabu (13\/11\/2024) tercatat sebanyak 1.668 orang penumpang menggunakan kapal perbantuan untuk mobilitas keluar dari Labuan Bajo.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Bandara Kelas III Labuan Bajo, sejak 10 November hingga 12 November pukul 08.00 WITA, sebanyak 73 kapal perbantuan sudah dikerahkan,&#8221; ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo, di Jakarta, Rabu (13\/11).<\/p>\n<p>Terdapat lima pelabuhan yang menjadi destinasi kapal perbantuan. Empat diantaranya adalah pelabuhan yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Pelabuhan Sape , Pelabuhan Labuhan Lombok, Pelabuhan Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Bima.<\/p>\n<p>Sementara, satu pelabuhan tujuan lainnya merupakan Pelabuhan Benoa yang terletak di Provinsi Bali.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245304222\/layanan-penerbangan-terganggu-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-kemenhub-siapkan-alternatif-angkutan-laut\">Layanan Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kemenhub Siapkan Alternatif Angkutan Laut<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Budi Rahardjo mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan mengutamakan keselamatan dalam mengakses transportasi dari dan menuju Labuan Bajo, baik itu melalui jalur udara, darat, maupun laut.<\/p>\n<p>Akses laut dan darat dapat digunakan sebagai alternatif menunggu dibukanya kembali jalur udara.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat dapat memanfaatkan kapal perbantuan terlebih dahulu menuju NTB dan Bali. Setelah itu, mengambil penerbangan melalui dua lokasi tersebut,&#8221; jelas Budi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bandara Labuan Bajo kembali ditutup per pagi ini, Rabu (13\/11\/2024). Empat bandara lainnya juga masih ditutup akibat terdampak sebaran abu vulkanik serta belum memenuhi aspek keselamatan untuk penerbangan.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245298352\/erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-masih-fluktuatif-bnpb-perluas-tempat-pengungsian\"> Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Fluktuatif, BNPB Perluas Tempat Pengungsian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Empat bandara tersebut adalah Bandara Frans Sales Lega,Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Bandara H. Hasan Aroeboesman, dan Bandara Soa.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan informasi, sejumlah penerbangan rute Jakarta &#8211; Bali dan Jakarta &#8211; Lombok serta rute Bali-Australia juga mengalami pembatalan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal ini disebabkan arah penyebaran abu vulkanik yang mempengaruhi penerbangan rute tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Demi alasan keselamatan, sejumlah maskapai membatalkan penerbangan pada rute-rute tersebut pada hari ini dan kami terus memantau perkembangan terkait hal ini,&#8221; pungkas Budi Rahardjo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mobilitas jalur laut menjadi alternatif pilihan pasca ditutupnya sejumlah bandara akibat dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (13\/11\/2024) tercatat sebanyak 1.668 orang penumpang menggunakan kapal perbantuan untuk mobilitas keluar dari Labuan Bajo. &#8220;Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Bandara Kelas III Labuan Bajo, sejak 10 November [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12275,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3484],"class_list":["post-12274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung-lewotobi-laki-laki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}