{"id":12358,"date":"2026-07-30T01:36:02","date_gmt":"2026-07-30T01:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12358"},"modified":"2026-07-30T01:36:02","modified_gmt":"2026-07-30T01:36:02","slug":"jelang-cop-29-masyarakat-sipil-desak-pemerintah-kunci-target-emisi-dan-pendanaan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12358","title":{"rendered":"Jelang COP 29, Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Kunci Target Emisi dan Pendanaan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Konferensi Iklim ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan yang akan dimulai Senin 11 November 2024 besok akan fokus membahas peningkatan kontribusi penurunan emisi yang ditentukan secara nasional (NDC)<\/p>\n<p>COP 29 juga diharapkan&nbsp;mengamankan pembiayaan iklim dunia&nbsp;dan membangun ketahanan di area yang rentan terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Indonesia saat ini tengah dalam proses mengirimkan kembali dokumen komitmen penurunan emisi tingkat negara, atau NDC kedua.<\/p>\n<p>Dalam NDC terakhir (2022),&nbsp;Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 915 juta ton setara CO2 atau 31,89 persen dari total proyeksi emisi karbon pada 2030.<\/p>\n<p>Jika mendapatkan dukungan dan kerja sama internasional, komitmen Indonesia akan ditingkatkan menjadi 1.240 juta ton setara CO2 atau 43,2 persen dari total proyeksi emisi pada 2030.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245287309\/yang-ditunggu-dari-cop-29-pengembangan-skema-baru-mengenai-pendanaan-iklim\">Baca: COP 29 diharapkan hasilkan pengembangan skema baru Pendanaan Iklim.<\/a><\/p>\n<p>Dokumen Second NDC tersebut telah disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di pemerintahan sebelumnya, dan perlu diserahkan dengan tenggat akhir tahun 2024.<\/p>\n<p>Direktur Esksekutif MADANI Berkelanjutan. Nadia Hadad mengatakan belum mengetahui persis isi dokumen tersebut. Namun, dia berharap NDC kedua punya pemihakan yang tegas terhadap masyarakat rentan.<\/p>\n<p>&ldquo;Sebanyak 64 organisasi telah mengirimkan masukan kepada pemerintah untuk mendefinisikan masyarakat rentan dalam NDC kedua,&rdquo; kata Nadia Hadad dalam diskusi Lapor Iklim jelang COP 29 bersama beberapa perwakilan masyarakat sipil di Jakarta, 8 November 2024.<\/p>\n<p>Definisi masyarakat rentan yang di dalamnya termasuk masyarakat adat, perempuan, anak-anak, petani, nelayan dan kelompok disabilitas perlu disebutkan secara eksplisit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245288626\/copernicus-pastikan-tahun-2024-menjadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah\">Baca: Tahun 2024 dipastikan menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Ini penting agar implikasinya jelas pada kebijakan-kebijakan turunannya,&rdquo; katanya&nbsp;dalam&nbsp;keterangan&nbsp;tertulis&nbsp;yang&nbsp;diterima&nbsp;7cloud.asia&nbsp;pada&nbsp;Jumat&nbsp;(8\/11\/2024)<\/p>\n<p>Menurut Tory Kuswardono, Direktur Eksekutif Yayasan Pikul, COP 29 juga akan menjadi patokan baru kontribusi NDC nasional yang akan ditingkatkan targetnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan perhitungan saat ini, ujarnya, target Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu bumi di 1,5 derajat celcius tidak akan tercapai,<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Sehingga negara-negara yang meratifikasinya perlu memastikan NDC masing-masing sesuai dengan target atau memperbaharui dengan target baru yang lebih agresif,&rdquo; kata Tory.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Konferensi Iklim ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan yang akan dimulai Senin 11 November 2024 besok akan fokus membahas peningkatan kontribusi penurunan emisi yang ditentukan secara nasional (NDC) COP 29 juga diharapkan&nbsp;mengamankan pembiayaan iklim dunia&nbsp;dan membangun ketahanan di area yang rentan terhadap perubahan iklim. Indonesia saat ini tengah dalam proses mengirimkan kembali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3439,173],"class_list":["post-12358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-29","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12358\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}