{"id":12425,"date":"2026-07-30T01:36:18","date_gmt":"2026-07-30T01:36:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12425"},"modified":"2026-07-30T01:36:18","modified_gmt":"2026-07-30T01:36:18","slug":"dpr-soroti-tiga-isu-fundamental-yang-dihadapi-perguruan-tinggi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12425","title":{"rendered":"DPR Soroti Tiga Isu Fundamental yang Dihadapi Perguruan Tinggi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah isu fundamental yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia menjadi sorotan anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad.<\/p>\n<p>Dia menekankan pentingnya anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN untuk benar-benar dimanfaatkan di sektor pendidikan, bukan disebar ke untuk program yang tidak relevan dengan pendidikan.<\/p>\n<p>Isu-isu tersebut ia sampaikan saat ditemui oleh Parlementaria di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X dengan beberapa pimpinan perguruan tinggi dan sivitas akademika di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5\/11\/2024).<\/p>\n<p>Pertama, ia menilai kualitas riset Indonesia belum mampu bersaing di dunia internasional, bahkan termasuk di kawasan ASEAN.<\/p>\n<p>Menurutnya, peneliti dan&nbsp;perguruan&nbsp;tinggi&nbsp;di&nbsp;Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan riset yang inovatif namun tidak didukung oleh pemerintah Indonesia melalui regulasi yang dilahirkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/245189736\/ui-menjadi-perguruan-tinggi-terbaik-di-indonesia-versi-the-wur-2025\">Baca: UI jadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE WUR 2025<\/a><\/p>\n<p>Kemajuan suatu negara, ujarnya, ada pada riset dan inovasi. Karena itu juga harus ada dana riset yang memadai, dan hasil riset yang baik harus diakui masyarakat Indonesia, termasuk juga pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, kenyataannya banyak peneliti yang justru memilih bekerja di luar negeri karena di sana mereka dihargai dan memiliki gaji yang lebih layak,&#8221; terang Habib.<\/p>\n<p>Kedua, terkait ketidakadilan pemerintah yang hingga kini belum memberikan gaji dan tunjangan layak untuk dosen dan tenaga pendukung perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan yang ia terima, satu di antaranya adalah pemerintah belum mengimplementasikan Permendikbud Ristek Nomor 44 Tahun 2024 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen.<\/p>\n<p>Sehingga, selama 4 tahun terakhir, sebutnya, para dosen yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek belum memperoleh tunjangan kinerja (Tukin).<\/p>\n<p><a href=\"Dampak pemeringkatan Perguruan Tinggi pada kualitas pendidikan di Indonesia\">Baca: Dampak pemeringkatan Perguruan Tinggi pada kualitas pendidikan di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Adanya laporan ini menandakan pemerintah memberikan ekspektasi yang besar terhadap dosen dan tenaga pendukung namun belum diiringi dengan kemampuan memberikan <em>take home pay<\/em> yang layak.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Kontribusi dosen kerap hanya dipandang sebelah mata, padahal mereka memiliki kontribusi besar dalam membangun pendidikan bangsa,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Politisi PKB itu mendukung adanya rencana peningkatan kesejahteraan dosen beserta tenaga pendukung demi mendorong kemajuan pendidikan. Dia berharap gaji guru dan dosen benar-benar diperhatikan.<\/p>\n<p>&#8220;Jika tiga langkah ini, yaitu alokasi anggaran yang tepat, pemilihan menteri yang kompeten, dan kesejahteraan guru serta dosen berjalan dengan baik, saya yakin pendidikan Indonesia akan mengalami perubahan yang positif,&#8221; ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejumlah isu fundamental yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia menjadi sorotan anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad. Dia menekankan pentingnya anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN untuk benar-benar dimanfaatkan di sektor pendidikan, bukan disebar ke untuk program yang tidak relevan dengan pendidikan. Isu-isu tersebut ia sampaikan saat ditemui oleh Parlementaria [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12426,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[46],"class_list":["post-12425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-perguruan-tinggi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}