{"id":12546,"date":"2026-07-30T01:37:00","date_gmt":"2026-07-30T01:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12546"},"modified":"2026-07-30T01:37:00","modified_gmt":"2026-07-30T01:37:00","slug":"ktt-keanekaragaman-hayati-organisasi-masyarakat-sipil-desak-pemerintah-mendukung-pendanaan-langsung-bagi-masyarakat-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12546","title":{"rendered":"KTT Keanekaragaman Hayati: Organisasi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Mendukung Pendanaan Langsung bagi Masyarakat Adat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia yang hadir di KTT Keanekaragaman Hayati atau COP16 di Cali, Kolombia menyerukan kepada delegasi Pemerintah Indonesia untuk mendukung agenda terkait hak-hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal<\/p>\n<p>Setidaknya perwakilan 196 negara, termasuk Indonesia hadir di KTT Keanekaragaman Hayati Cali, untuk merundingkan upaya menghentikan dan membalikkan kerusakan alam dan punahnya keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Dalam keterangan resmi yang diterima 7cloud.asia pada Kamis (24\/10\/2024) organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah mendukung pendanaan langsung bagi masyarakat adat dan komunitas lokal.<\/p>\n<p>Masyarakat Adat dipercaya sebagai salah satu kekuatan utama dunia yang berperan penting menahan perubahan iklim dan punahnya keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Namun, mekanisme keuangan yang ada saat ini belum memadai sehingga Masyarakat Adat yang melindungi keanekaragaman hayati tidak memiliki sumber daya yang memadai.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia menyerukan dibentuknya mekanisme pendanaan langsung untuk menyalurkan dukungan kepada Masyarakat Adat, nelayan skala kecil, petani, dan masyarakat lokal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245230804\/ktt-keanekaragaman-hayati-cali-agendakan-pendanaan-dan-pelibatan-masyarakat-adat-dalam-konservasi\">Baca: KTT Keanekaragaman Hayati Cali agendakan pendanaan dan pelibatan Masyarakat Adat dalam konservasi<\/a><\/p>\n<p>Pendanaan kepada kelompok rentan ini harus diberikan secara langsung tanpa bergantung pada solusi berbasis pasar yang berisiko seperti kredit dan offset keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Juru bicara dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Eustobio Rero Renggi mengatakan pendanaan ini akan sangat besar artinya bagi upaya konservasi yang dilakukan masyarakat adat saat ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita memerlukan sistem pendanaan yang transparan dan akuntabel, yang dapat diakses langsung oleh Masyarakat Adat untuk melanjutkan pekerjaan konservasi penting kita,&rdquo; kata Eustobio yang juga hadir pada COP 16 CBD tersebut.<\/p>\n<p>Sayangnya, delegasi pemerintah Indonesia dalam COP 16 CBD tidak menghendaki adanya pendanaan langsung yang dapat diakses oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.<\/p>\n<p>Pada COP 16 CBD waktu setempat, delegasi pemerintah Indonesia menyampaikan pernyataan yang mendukung pemerintah India terkait tidak diperlukannya &ldquo;pendanaan langsung&rdquo; bagi Masyarakat Adat.<\/p>\n<p>Selain itu, delegasi pemerintah Indonesia juga bersepakat dengan pernyataan pemerintah Brasil, bahwa dukungan pendanaan langsung tersebut harus bisa masuk melalui otoritas nasional (pemerintah), sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan (kepentingan) nasional.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245230124\/ktt-keanekaragaman-hayati-sekjen-pbb-serukan-negara-negara-di-dunia-wujudkan-rencana-menjadi-aksi\">Baca: Buka KTT Keanekaragaman Hayati Cali Sekjen PBB serukan negara-negara di dunia segera wujudkan rencana aksi<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Eustobio menyesalkan sikap delegasi pemerintah Indonesia dan mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik pernyataan tersebut.<\/p>\n<p>Atas nama Masyarakat Adat, ujarnya,&nbsp;kami&nbsp;menyesalkan sikap dan pernyataan delegasi pemerintah Indonesia yang telah mengabaikan hak-hak konstitusional kami sebagai penyandang hak utama yang telah menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati secara turun temurun.<\/p>\n<p>&rdquo;Ini sudah&nbsp;dilakukan&nbsp;jauh sebelum adanya negara,&rdquo; kata Eustobio.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Eustobio menyarankan kepada delegasi pemerintah Indonesia untuk menyepakati usulan dari mayoritas negara-negara yang menghendaki adanya pendanaan langsung tersebut.<\/p>\n<p>Eustobio menambahkan, mayoritas negara-negara seperti Meksiko, Namibia, Swiss, bahkan Uni Eropa, dan yang lain telah berkomitmen untuk mendukung adanya pendanaan langsung.<\/p>\n<p>&rdquo;Seharusnya, pemerintah Indonesia bisa mengambil contoh yang baik untuk mendukung komitmen kepada Masyarakat Adat seperti yang terjadi di negara-negara lain, apalagi 60% populasi Masyarakat Adat terbesar ada di Asia, dan salah satunya Indonesia,&rdquo; tandas Eustobio.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia yang hadir di KTT Keanekaragaman Hayati atau COP16 di Cali, Kolombia menyerukan kepada delegasi Pemerintah Indonesia untuk mendukung agenda terkait hak-hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal Setidaknya perwakilan 196 negara, termasuk Indonesia hadir di KTT Keanekaragaman Hayati Cali, untuk merundingkan upaya menghentikan dan membalikkan kerusakan alam dan punahnya keanekaragaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12547,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2812,3549],"class_list":["post-12546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keanekaragam-hayati","tag-ktt-keanekaragaman-hayati"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12546\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}