{"id":12558,"date":"2026-07-30T01:37:04","date_gmt":"2026-07-30T01:37:04","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12558"},"modified":"2026-07-30T01:37:04","modified_gmt":"2026-07-30T01:37:04","slug":"pendidikan-perubahan-iklim-pada-anak-bantu-cegah-penyakit-menular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12558","title":{"rendered":"Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak Bantu Cegah Penyakit Menular"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Minimnya pendidikan perubahan iklim dapat mendorong individu melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca, seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang sulit terurai, pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil, dan lainnya.<\/p>\n<p>Karena itu, edukasi sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sebuah studi tahun 2022 di China mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim dapat mendorong kebiasaan remaja melakukan aktivitas yang minim emisi karbon agar seimbang dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Selain membentuk kebiasaan ramah lingkungan, dalam banyak kasus, praktik pendidikan perubahan iklim sejak dini berpotensi mendorong kesadaran dan perilaku anak agar terhindar dari paparan penyakit akibat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Contohnya, pengetahuan soal bahaya demam berdarah (DB)&mdash;salah satu penyakit yang kasusnya meningkat akibat perubahan iklim&ndash;dapat mendorong anak dan orang tua lebih gencar menerapkan praktik 3M Plus.<\/p>\n<p>Praktik ini terdiri dari menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta mencegah risiko gigitan nyamuk lewat beragam kegiatan, seperti memakai kelambu dan obat nyamuk saat tidur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/245159138\/yang-perlu-ditingkatkan-dari-panduan-pendidikan-perubahan-iklim\">Baca: Catatan kritis terhadap panduan pendidikan iklim yang dirilis pemerintah<\/a><\/p>\n<p>Contoh lainnya, pengetahuan soal bahaya cuaca panas terhadap kesehatan, membuat anak lebih memilih bermain di dalam rumah dan perbanyak minum air saat suhu sedang tinggi.<\/p>\n<p>Begitu pula kesadaran soal bahaya polusi udara bisa mendorong anak-anak menggunakan masker saat berada di luar rumah, sehingga mengurangi risiko terkena gangguan pernapasan.<\/p>\n<p>Meskipun berpotensi besar untuk mencegah penyakit, pendidikan perubahan iklim sayangnya belum masuk kurikulum pendidikan sekolah secara umum di skala global.<\/p>\n<p>Padahal, pendidikan perubahan iklim sangat dibutuhkan anak-anak yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak penyakit akibat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Di Indonesia, pendidikan perubahan iklim baru masuk kurikulum pendidikan nasional hanya kurang dari sepekan sebelum pergantian pemerintahan baru.<\/p>\n<p>Lantas, seberapa besar potensi pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak?<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244986485\/masalah-pendidikan-perubahan-iklim-di-indonesia-belum-tepat-sasaran-1\">Baca: Pendidikan iklim di Indonesia belum tepat sasaran<\/a><\/p>\n<p><strong>Pentingnya pendidikan perubahan iklim<\/strong><br \/>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), sebelumnya merilis Panduan Pendidikan Perubahan Iklim.<\/p>\n<p>Kepala BSKAP, Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim sangat diperlukan untuk membentuk kesadaran dan pemahaman anak sejak dini sehingga mereka dapat berperan aktif merespons perubahan iklim.<\/p>\n<p>Edukasi soal perubahan iklim sejak dini memang menjadi salah satu cara terbaik mengurangi risiko bencana (mitigasi) akibat perubahan iklim di masa depan.<\/p>\n<p>Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE mengungkapkan, jika sebanyak 16 persen siswa SMP-SMA di sejumlah negara berpendapatan menengah dan tinggi mempelajari dan menerapkan pendidikan perubahan iklim, maka dunia berpeluang menghindari emisi 19 gigaton karbon dioksida pada 2050.<\/p>\n<p><strong>Berpotensi cegah penyebaran penyakit<\/strong><br \/>Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak.<\/p>\n<p>Namun, sejumlah studi melaporkan bahwa pendidikan perubahan iklim bermanfaat mengubah kesadaran dan perilaku anak.&nbsp;Kebiasaan ini pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi risiko anak terkena penyakit akibat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Untuk mencegah dampak berkelanjutan tersebut, Panduan Pendidikan Perubahan Iklim menekankan bahwa edukasi perlu dilakukan di semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, maupun keluarga.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24665199\/3-cara-agar-pendidikan-turut-memberi-solusi-bagi-perubahan-iklim\">Baca: Agar pendidikan memberi solusi bagi perubahan iklim&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Sebelum panduan tersebut terbit, sejumlah sekolah telah menerapkan pendidikan perubahan iklim. Salah satunya adalah praktik pendidikan perubahan iklim melalui kegiatan kami sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak.<\/p>\n<p>Kegiatan ini melibatkan 47 orang santri berusia 11-14 tahun di Yayasan Yatim Bait Al-Qur&rsquo;a Mulia, Tangerang Selatan.<\/p>\n<p>Dilakukan dalam dua kali pertemuan, kami melaksanakan pendidikan perubahan iklim melalui focus group discussion (FGD)&mdash;sebuah grup diskusi dengan pembahasan terfokus.<\/p>\n<p>Melalui FGD, para santri memeroleh sejumlah informasi soal perubahan iklim, termasuk penyebab dan tanda perubahan iklim, jenis penyakit yang disebabkannya, serta upaya pencegahan penyakit tersebut.<\/p>\n<p>Kami juga membekali para santri seputar praktik pemilahan sampah anorganik dan pengolahan sampah organik menjadi kompos.<\/p>\n<p>Setelah memperoleh pendidikan perubahan iklim, kami mengharapkan para santri dapat menjaga kesehatannya sembari memupuk kesadaran dan perilaku lebih ramah lingkungan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245226120\/aksi-iklim-di-indonesia-meningkat-tapi-belum-pengaruhi-kebijakan\">Baca: Aksi iklim di Indonesia meningkat tapi belum pengaruhi kebijakan<\/a><\/p>\n<p>Ini termasuk membuat lubang resapan biopori, memilah sampah anorganik, dan mengolah sampah organik menjadi kompos.<\/p>\n<p>Langkah-langkah&nbsp;ini&nbsp;untuk menghindari penumpukan maupun pembakaran sampah yang mencemari udara&mdash;sehingga memerburuk perubahan iklim dan memicu masalah pernapasan pada anak.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis:<\/strong><br \/><strong>Annisaa Fitrah Umara, (Lecturer, Universitas Muhammadiyah Tangerang),&nbsp;Rully Angraeni Safitri (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang),&nbsp;Siti Latipah (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Minimnya pendidikan perubahan iklim dapat mendorong individu melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca, seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang sulit terurai, pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil, dan lainnya. Karena itu, edukasi sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan perubahan iklim. Sebuah studi tahun 2022 di China mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[237,173,206],"class_list":["post-12558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pendidikan","tag-perubahan-iklim","tag-ramah-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12558"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12558\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}