{"id":1259,"date":"2026-07-30T00:26:06","date_gmt":"2026-07-30T00:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1259"},"modified":"2026-07-30T00:26:06","modified_gmt":"2026-07-30T00:26:06","slug":"mengenal-jamur-lebih-dekat-tumbuhan-yang-bermanfaat-tetapi-terabaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1259","title":{"rendered":"Mengenal Jamur Lebih Dekat: Tumbuhan yang Bermanfaat Tetapi Terabaikan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ketika berbicara tentang alam, kita cenderung fokus pada flora dan fauna, yakni tumbuhan dan hewan. Tetapi ada kerajaan kehidupan ketiga yang sering dilupakan banyak orang: jamur atau fungi.<\/p>\n<p>Jamur sangat penting bagi kesehatan ekosistem kita, memiliki makna budaya bagi banyak komunitas, dan menawarkan potensi untuk mengatasi krisis lingkungan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.<\/p>\n<p>Namun, dalam tulisannya di Earth.org, Jaida Faith pengamat jamur dari Colorado University, menyebutkan bahwa jamur hanya mewakili 2 persen dari prioritas konservasi global.<\/p>\n<p>Jamur, tulisnya, hampir tidak termasuk dalam percakapan tentang perlindungan lingkungan.<\/p>\n<p>Yayasan Jamur, yang didirikan oleh ahli mikologi Giuliana Furci, berupaya mengumpulkan dukungan agar jamur diakui sebagai kerajaan kehidupan independen dalam legislasi, kebijakan, dan perjanjian internasional.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246211640\/pemanasan-akibat-perubahan-iklim-bikin-jamur-semakin-ganas\">Baca: Perubahan Iklim Bikin Jamur Semakin Ganas<\/a><\/p>\n<p>Agenda ini akan dibawa ke Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) &ndash; COP17 &ndash; yang akan datang pada musim gugur ini.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Kita Harus Peduli dengan Jamur?<\/strong><br \/>Jamur &ndash; yang hanya 10 persen di antaranya telah ditemukan &ndash; hidup dalam ketergantungan dengan flora dan fauna. Hampir 90 persen dari semua spesies tumbuhan yang dikenal membentuk hubungan simbiosis dengan jamur.<\/p>\n<p>Melalui jaringan mikoriza bawah tanah, pohon-pohon bertukar nutrisi seperti karbon, air, dan gula &ndash; dan mentransfer sekitar 13 miliar metrik ton CO2 ke jamur setiap tahunnya<\/p>\n<p>Angka ini setara dengan sekitar 36 persen dari seluruh emisi bahan bakar fosil global tahunan.<\/p>\n<p>Bioremediasi jamur, penggunaan jamur seperti Pleurotus ostreatus untuk mendekontaminasi ekosistem, menawarkan solusi untuk membersihkan tumpahan minyak dan polusi plastik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24704915\/ilmuwan-as-gunakan-tanaman-dan-jamur-untuk-membersihkan-polusi-tanah\">Baca: Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah<\/a><\/p>\n<p>Jadi Jaida menekankan, memastikan konservasi jamur dapat mendukung perlindungan alam secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Jamur juga memainkan peran mendasar dalam budaya dan pengetahuan banyak komunitas adat, mencerminkan hubungan ekologis dan spiritual yang mendalam yang telah bertahan selama berabad-abad.<\/p>\n<p>Digunakan sebagai makanan, penyedap rasa, dan obat-obatan di seluruh dunia, jamur telah mendukung perkembangan peradaban manusia. Di hutan hujan Amazon, wanita Yanomami menggunakan rizomorf dari Marasmius yanomami untuk membuat keranjang.<\/p>\n<p>Genus Fomitopsis dari jamur conk telah digunakan dalam berbagai budaya untuk mengasah alat, sebagai tekstil pakaian, dan untuk menghentikan pendarahan.<\/p>\n<p>Di Hawaii, Auricularia cornea, yang secara lokal dikenal sebagai Pepeiao, dikumpulkan, dikeringkan, dan dikonsumsi sebagai makanan. Bagi banyak komunitas adat, jamur selalu memainkan peran penting.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246364369\/peneliti-brin-temukan-spesies-baru-jamur-morel-dari-gunung-rinjani\">Baca: Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Jamur Morel dari Gunung Rinjani<\/a><\/p>\n<p>Tanpa jamur, manusia tidak akan pernah&nbsp;mengenal roti, keju, atau cokelat. Fermentasi dari jamur bersel tunggal, ragi, merupakan kunci untuk minuman seperti bir, anggur, dan kombucha.<\/p>\n<p>Jamur obat telah menunjukkan potensi dalam mendukung kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma.<\/p>\n<p><em>Hericium erinaceus<\/em> mendukung neuroplastisitas dan pembentukan jalur saraf baru, meningkatkan memori dan kognisi.<\/p>\n<p>Budidaya jamur saja bernilai miliaran dolar setiap tahunnya, dan secara lebih luas, jamur menyumbang 55 triliun dolar bagi perekonomian global.<\/p>\n<p>Sama seperti spesies flora dan fauna, jamur juga terancam oleh hilangnya habitat dan deforestasi, yang dipercepat oleh dampak perubahan iklim yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/earth.org\/it-is-time-we-give-fungi-the-recognition-they-deserve\/\">Artikel ini diterjemahkan dari Earth.org, baca artikel asli di sini.<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ketika berbicara tentang alam, kita cenderung fokus pada flora dan fauna, yakni tumbuhan dan hewan. Tetapi ada kerajaan kehidupan ketiga yang sering dilupakan banyak orang: jamur atau fungi. Jamur sangat penting bagi kesehatan ekosistem kita, memiliki makna budaya bagi banyak komunitas, dan menawarkan potensi untuk mengatasi krisis lingkungan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[541,17],"class_list":["post-1259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jamur","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}