{"id":12594,"date":"2026-07-30T01:37:15","date_gmt":"2026-07-30T01:37:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12594"},"modified":"2026-07-30T01:37:15","modified_gmt":"2026-07-30T01:37:15","slug":"riset-memori-tentang-rasa-takut-bakal-berubah-seiring-waktu-tapi-berbeda-pada-masing-masing-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12594","title":{"rendered":"Riset: Memori tentang Rasa Takut Bakal Berubah Seiring Waktu Tapi Berbeda pada Masing-masing Orang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications, menawarkan perspektif baru untuk mengembangkan intervensi lebih efektif terhadap gangguan stress pascatrauma&nbsp;(PTSD).<\/p>\n<p>Laporan itu menyebut, ada mekanisme di balik dua efek yang bertentangan dari ingatan tentang rasa takut, yaitu ketidakmampuan untuk melupakan tetapi kesulitan untuk mengingat.<\/p>\n<p>Dilansir dari Medical Xpress, Senin (21\/10\/2024), para periset dari <em>Sony Computer Science Laboratories, Inc., ATR Computational Neuroscience Laboratories, dan University of Tokyo<\/em>, hasil penelitian itu menunjukkan bagaimana pengalaman atau&nbsp;rasa&nbsp;takut awalnya diingat sebagai ingatan asosiatif yang luas.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi seiring berjalannya waktu, rasa takut itu menjadi terintegrasi ke dalam ingatan episodik dengan garis waktu yang lebih spesifik, demikian ditulis dalam laporan tersebut.<\/p>\n<p>Kesimpulan ini diambil setelah para peneliti melakukan eksperimen menggunakan <em>Functional Magnetic Resonance Imaging<\/em> (fMRI) dan algoritma pembelajaran mesin untuk melacak aktivitas otak saat peserta mengalami simulasi kejadian yang mengancam, seperti kecelakaan mobil.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244370479\/bedakan-perundungan-dengan-bercanda-kenali-6-jenis-kekerasan-di-sekolah\">Baca: Beda perundungan dengan bercanda<\/a><\/p>\n<p>Mereka menemukan bahwa sesaat setelah kejadian yang menimbulkan rasa takut, otak bergantung pada ingatan asosiatif, lalu menggeneralisasi rasa takut terlepas dari urutan kejadian.<\/p>\n<p>Namun, keesokan harinya korteks prefrontal dorsolateral mengambil alih peran yang awalnya dipimpin oleh hipokampus untuk mengintegrasikan urutan kejadian ke dalam ingatan tentang rasa takut, hal itu mengurangi cakupan rasa takut.<\/p>\n<p>Riset ini juga menyoroti bahwa individu dengan kecemasan tinggi, yang berisiko lebih tinggi mengalami PTSD (gangguan stres pascatrauma), mungkin akan mengalami kesulitan dengan integrasi memori ini.<\/p>\n<p>Otak mereka menunjukkan integrasi yang lebih lemah dari memori episodik berbasis waktu melalui <em>korteks prefrontal dorsolatera<\/em>l, yang dapat menyebabkan rasa takut yang terus-menerus dan luar biasa yang terkait dengan isyarat asosiatif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/243963698\/pendekatan-berbasis-trauma-dinilai-lebih-efektif-diterapkan-dalam-pendidikan-perubahan-iklim\">Baca: Pendekatan berbasis trauma dalam pendidikan perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Wawasan ini membuka jalan baru untuk intervensi PTSD dengan menargetkan kemampuan otak untuk mengintegrasikan memori episodik setelah trauma.<\/p>\n<p>&#8220;Temuan kami mengungkap fenomena yang sebelumnya tidak diketahui dalam cara otak memprioritaskan dan memproses memori ketakutan,&#8221; kata penulis utama Dr. Aurelio Cortese dari Advanced Telecommunications Research Institute (ATR).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penulis terakhir Dr. Ai Koizumi dari Sony Computer Science Laboratories, Inc. menambahkan, &#8220;Penyeimbangan ulang yang bergantung pada waktu antara wilayah otak ini dapat menjelaskan mengapa beberapa individu mengembangkan PTSD sementara yang lain tidak&#8221;.<\/p>\n<p>Temuan studi ini berpotensi untuk membentuk kembali pemahaman tentang PTSD dan pemrosesan memori ketakutan.&nbsp;(Sumber:Antaranews.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications, menawarkan perspektif baru untuk mengembangkan intervensi lebih efektif terhadap gangguan stress pascatrauma&nbsp;(PTSD). Laporan itu menyebut, ada mekanisme di balik dua efek yang bertentangan dari ingatan tentang rasa takut, yaitu ketidakmampuan untuk melupakan tetapi kesulitan untuk mengingat. Dilansir dari Medical Xpress, Senin (21\/10\/2024), para periset dari Sony [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12595,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3577],"class_list":["post-12594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-rasa-takut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12594\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}