{"id":12864,"date":"2026-07-30T01:39:01","date_gmt":"2026-07-30T01:39:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12864"},"modified":"2026-07-30T01:39:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:39:01","slug":"penduduk-dunia-sedang-menuju-depopulasi-apa-dampaknya-bagi-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12864","title":{"rendered":"Penduduk Dunia Sedang Menuju Depopulasi, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pertumbuhan populasi manusia sedang melambat. Sebuah fase yang sebelumnya dianggap mustahil.<\/p>\n<p>Jumlah laju pertumbuhan populasi penduduk dunia kemungkinan dapat memuncak lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan&mdash;sebanyak 10 miliar jiwa pada 2060-an&mdash;lalu mulai menurun.<\/p>\n<p>Di negara-negara kaya, tren ini sedang berlangsung. Populasi penduduk Jepang menurun tajam, dengan angka kehilangan penduduk bersih atau net loss (setelah dikurangi angka kelahiran) sebesar 100 jiwa setiap jam.<\/p>\n<p>Di Eropa, Amerika, dan Asia Timur, angka kelahiran menurun drastis. Tren serupa juga berpeluang terjadi di banyak negara berpendapatan menengah bahkan rendah.<\/p>\n<p>Perubahan ini sungguh luar biasa. Sepuluh tahun silam, para ahli demografi memerkirakan jumlah penduduk global dapat menyentuh 12,3 miliar jiwa, naik pesat dari 8 miliar tahun ini.<\/p>\n<p>Selama 50 tahun, beberapa pegiat lingkungan mencoba langkah-langkah pelestarian dengan memangkas pertumbuhan populasi global.<\/p>\n<p>Pada 1968, Buku <em>The Population Bomb<\/em> (Ledakan Populasi) menaksir kelaparan massal akan terjadi, sekaligus menuntut upaya pengendalian kelahiran berskala besar.<\/p>\n<p>Kini, kita menghadapi realitas yang berbeda. Pertumbuhan populasi melambat tanpa upaya-upaya pengendalian, dan populasi negara maju menurun.<\/p>\n<p>Tren ini memicu upaya memancing warga untuk memiliki lebih banyak anak&mdash;yang tergesa-gesa, tapi tak efektif.&nbsp;Lantas, apa dampak melambatnya populasi dunia bagi lingkungan?<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/243320336\/angka-kelahiran-terus-menurun-adakah-cara-mencegah-agar-populasi-manusia-tidak-punah\">Baca: Angka kelahiran global terus menurun<\/a><\/p>\n<p><strong>Depopulasi sedang berlangsung<\/strong><br \/>Depopulasi di banyak negara di Eropa, Amerika Utara, dan beberapa di Asia Utara, sudah berlangsung sejak dekade-dekade lalu. Angka kelahiran menurun secara konsisten sejak 70 tahun silam.<\/p>\n<p>Di kawasan-kawasan tersebut, angka ini tetap rendah, kala harapan hidup memanjang&mdash;jumlah orang-orang berusia lebih dari 80 tahun&mdash;akan bertambah dua kali lipat dalam 25 tahun ke depan.<\/p>\n<p>China saat ini merupakan negara terpadat di dunia, menyumbang seperenam dari total populasi global. Namun, tren ini bisa berubah karena populasi Cina menurun, dengan laju yang diperkirakan akan semakin cepat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Pada akhir abad ini, penduduk Cina ditaksir akan berkurang dua per tiga dari populasi saat ini sebanyak 1,4 miliar jiwa. Penurunan mendadak terjadi karena One Child Policy yang berlangsung lama.<\/p>\n<p>Meski berakhir pada 2016, pengakhiran kebijakan ini sudah terlambat untuk menghindari penurunan populasi.<\/p>\n<p>Jepang dulunya merupakan negara berpenduduk terbanyak kesebelas di dunia. Namun, populasi Jepang kemungkinan akan berkurang separuh sebelum akhir abad ini.<\/p>\n<p>Fenomena yang terjadi saat ini adalah transisi demografi. Saat negara mulai bergerak dari masyarakat perdesaan dan agraris ke industri dan ekonomi berbasis jasa, angka kelahiran akan menurun tajam. Ketika angka kelahiran dan kematian sama-sama rendah, populasi akan mulai menurun.<\/p>\n<p>Mengapa? Faktor pentingnya adalah pilihan perempuan. Lebih banyak perempuan yang menunda kehamilan dan rata-rata beranak lebih sedikit. Ini terjadi karena pilihan-pilihan yang lebih baik dan kebebasan menempuh pendidikan maupun karir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/243320318\/angka-kelahiran-terus-menurun-apa-penyebabnya\">Baca: Mengapa Angka kelahiran global terus menurun<\/a><\/p>\n<p>Kenapa kita tiba-tiba berfokus pada depopulasi, padahal angka kelahiran di negara maju sudah menurun sejak beberapa dekade lalu?<\/p>\n<p>Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, angka kelahiran terjun bebas di banyak negara, sebelum merayap naik sedikit. Di lain pihak, angka kematian meningkat. Walhasil, kombinasi itu mempercepat awal penurunan populasi secara lebih luas.<\/p>\n<p>Penurunan populasi memicu tantangan ekonomi. Sebab, hanya sedikit tenaga kerja yang tersedia, dan lebih banyak orang tua yang membutuhkan dukungan.<\/p>\n<p>Negara yang mengalami penurunan populasi secara cepat mungkin akan mulai membatasi emigrasi. Mereka ingin menjaga agar tenaga kerja yang sudah langka tidak ke mana-mana, sekaligus mencegah penuaan dan penurunan populasi lanjutan.<\/p>\n<p>Persaingan tenaga kerja terampil di pasar global akhirnya akan semakin panas. Tentu saja, migrasi tidak mengubah berapa banyak penduduk dunia&mdash;hanya terkait di mana mereka berada.<\/p>\n<p>Apakah ini hanya masalah negara-negara maju? Tidak. Melambatnya pertumbuhan populasi di Brasil, negara besar berpendapatan menengah, sedang mencetak rekor.<\/p>\n<p>Pada 2100, kemungkinan hanya ada enam negara di dunia yang memiliki angka kelahiran melebihi kematian: Samoa, Somalia, Tonga, Niger, Chad, and Tajikistan.<\/p>\n<p>Sekitar 97 persen negara lainnya diprediksi memiliki angka kelahiran di bawah tingkat penggantian (2,1 anak per perempuan).<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertamakali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: Andrew Taylor (Associate Professor in Demography, Northern Institute, Charles Darwin University) dan Supriya Mathew (Associate professor, Charles Darwin University)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pertumbuhan populasi manusia sedang melambat. Sebuah fase yang sebelumnya dianggap mustahil. Jumlah laju pertumbuhan populasi penduduk dunia kemungkinan dapat memuncak lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan&mdash;sebanyak 10 miliar jiwa pada 2060-an&mdash;lalu mulai menurun. Di negara-negara kaya, tren ini sedang berlangsung. Populasi penduduk Jepang menurun tajam, dengan angka kehilangan penduduk bersih atau net loss [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2006],"class_list":["post-12864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-populasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12864"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12864\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}