{"id":12938,"date":"2026-07-30T01:39:24","date_gmt":"2026-07-30T01:39:24","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12938"},"modified":"2026-07-30T01:39:24","modified_gmt":"2026-07-30T01:39:24","slug":"petani-sawit-soroti-penundaan-penerapan-aturan-anti-deforestasi-uni-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=12938","title":{"rendered":"Petani Sawit Soroti Penundaan Penerapan Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><br \/><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penundaan implementasi Peraturan Anti-Deforestasi Uni Eropa (<em>European Union Deforestation Regulation\/EUDR<\/em>) mendapat perhatian serius dari petani sawit Indonesia.<\/p>\n<p>Para petani sawit yang tergabung dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) melihat penundaan penerapan Aturan Anti-Deforestasi atau&nbsp;EUDR&nbsp;ini sebagai&nbsp;waktu untuk lebih menyiapkan diri.<\/p>\n<p>Kepala Departemen Advokasi SPKS Marcel Andri di Jakarta, Senin (7\/10\/2024), mengatakan sejak 2015 SPKS telah mempersiapkan diri untuk memenuhi standar anti-deforestasi&nbsp;EUDR dengan berbagai upaya, seperti sertifikasi dan pendataan petani.<\/p>\n<p>Seperti diberitakan&nbsp;sebelumnya,&nbsp;Komisi Uni Eropa mengusulkan menunda pelaksanaan EUDR dari sebelumnya Desember 2024 menjadi hingga 30 Desember 2025 bagi perusahaan besar dan hingga 30 Juni 2026 bagi usaha mikro dan kecil,<\/p>\n<p>Namun Departemen Advokasi SPKS menilai penundaan&nbsp;penerapan&nbsp;aturan&nbsp;anti-deforestasi&nbsp;Uni&nbsp;Eropa&nbsp;ini&nbsp;juga&nbsp;memicu kekhawatiran.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245165433\/komisi-uni-eropa-mengusulkan-pemberlakuan-aturan-anti-deforestasi-ditunda-angin-segar-untuk-indonesia\">Baca: Komisi Uni Eropa usulkan penerapan aturan anti-deforestasi ditunda<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Usulan penundaan EUDR ini berdampak signifikan terhadap biaya yang telah dikeluarkan petani,&#8221; katanya dalam sebuah diskusi bertajuk &#8220;Perbaikan Tata Kelola Komoditas Berkelanjutan Indonesia dalam Menjawab Tantangan Pasar Global&#8221; itu.<\/p>\n<p>Dia menjabarkan <em>opportunities cost<\/em> yang dikeluarkan petani kelapa sawit kira-kira mencapai Rp200 ribu per hektare. Pihaknya sudah melakukan pendataan sekitar 70 ribu petani, termasuk yang telah tersertifikasi RSPO dan ISPO.<\/p>\n<p>Namun, ketika EUDR ditunda, batu loncatan yang seharusnya dirasakan petani sawit&nbsp;dari investasi ini berpotensi tidak terwujud.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti banyak petani sawit yang telah terpetakan namun belum terlibat dalam sertifikasi apapun, baik dari pemerintah maupun lembaga internasional.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan upaya perbaikan tata kelola belum memberikan manfaat nyata bagi petani&nbsp;sawit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245162897\/aturan-produk-bebas-deforestasi-eropa-dinilai-tak-berkeadilan-dan-rugikan-petani\">Baca: Aturan anti-deforestasi Uni Eropa rugikan petani kecil<\/a><\/p>\n<p>Padahal, menurut Marcel, EUDR bisa menjadi peluang besar bagi petani untuk masuk ke dalam rantai pasok global dan meningkatkan kapasitas mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Selama 12 bulan ke depan, penting untuk membahas bagaimana sistem dukungan pendanaan ke petani, serta manfaat dari pendataan, penyediaan koordinat, dan sistem ketelusuran. Hal ini harus segera diuji dan diselesaikan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">EUDR merupakan regulasi Uni Eropa yang bertujuan memastikan produk yang masuk ke pasar Eropa tidak berkontribusi pada deforestasi atau degradasi hutan di negara penghasil.<\/p>\n<p>Dengan rencana penundaan ini, SPKS berharap Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia khususnya tetap memperhatikan perlindungan terhadap petani kecil.<\/p>\n<p>Pemerintah&nbsp;juga&nbsp;diminta&nbsp;memberikan fasilitas pelatihan dan investasi yang diperlukan untuk mematuhi standar EUDR.<\/p>\n<p>Sumber:Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penundaan implementasi Peraturan Anti-Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation\/EUDR) mendapat perhatian serius dari petani sawit Indonesia. Para petani sawit yang tergabung dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) melihat penundaan penerapan Aturan Anti-Deforestasi atau&nbsp;EUDR&nbsp;ini sebagai&nbsp;waktu untuk lebih menyiapkan diri. Kepala Departemen Advokasi SPKS Marcel Andri di Jakarta, Senin (7\/10\/2024), mengatakan sejak 2015 SPKS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":12939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[262,803],"class_list":["post-12938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-deforestasi","tag-petani-sawit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12938\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}