{"id":13018,"date":"2026-07-30T01:40:53","date_gmt":"2026-07-30T01:40:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13018"},"modified":"2026-07-30T01:40:53","modified_gmt":"2026-07-30T01:40:53","slug":"kebocoran-sampah-plastik-ke-laut-turun-signifikan-tapi-tetap-mengancam-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13018","title":{"rendered":"Kebocoran Sampah Plastik ke Laut Turun Signifikan Tapi Tetap Mengancam Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebut terjadi penurunan kebocoran sampah plastik ke laut sekitar 41,68 persen dalam lima tahun terakhir.<\/p>\n<p>Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif dalam diskusi yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diikuti daring di Jakarta, Jumat (4\/10\/2024).<\/p>\n<p>Rofi menyampaikan, pada 2018 terdapat kebocoran 615.675 ton sampah plastik&nbsp;ke laut, lalu turun menjadi 359.061 ton pada 2023.<\/p>\n<p>Menurut Rofi, angka Data olahan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKNPSL) ini menunjukkan&nbsp;pengelolaan&nbsp;sampah&nbsp;plastik&nbsp;berubah&nbsp;cukup signifikan.<\/p>\n<p>Pemerintah sebelumnya menargetkan pengurangan jumlah sampah plastik yang berakhir di laut mencapai 70 persen hingga 2025 seperti yang tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245149395\/klhk-bakal-mewajibkan-penyelenggara-acara-untuk-memastikan-pengelolaan-sampah-yang-ditimbulkannya\">Baca: KLHK wajibkan penyelenggara acara perhatikan pengelolaan sampah yang dihasilkannya<\/a><\/p>\n<p>Rofi mengatakan ada beberapa tantangan yang harus disikapi untuk mencapai target tersebut, seperti peningkatan pengumpulan sampah yang belum maksimal, anggaran tata kelola sistem persampahan dan kapasitas sumber daya manusia yang belum memadai.<\/p>\n<p>Rofi mengatakan kebocoran sampah plastik ke perairan sebagian besar berasal dari kota kecil, sedang, dan daerah pedesaan. Hal ini karena wilayah-wilayah tersebut belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang optimal.<\/p>\n<p>Kondisi geografis Indonesia dengan banyak kota-kota terletak di wilayah pesisir menjadi faktor potensi sampah plastik&nbsp;yang bocor ke lingkungan dapat berakhir di laut.<\/p>\n<p>&#8220;Yang menarik adalah sebetulnya 3\/4 sampah plastik&nbsp;yang bocor ke laut itu justru datang dari daerah yang kecil atau misalnya medium cities atau rural area di mana kapasitas daerah untuk mengelola sampahnya relatif kecil dibandingkan kota-kota besar,&#8221; ujar Rofi.<\/p>\n<p>Rofi mencontohkan bagaimana kota yang masuk dalam kategori Megapolitan seperti Jakarta yang memiliki potensi timbulan sampah 8.000 ton per hari telah diimbangi kemampuan untuk mengumpulkan sampah dari masyarakat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245134015\/tekan-produksi-sampah-pemkot-jakarta-pusat-dorong-warga-memilah-sampah-rumah-tangga\">Baca: Pemkot Jakarta Pusat minta warga memilah sampah rumah tangga<\/a><\/p>\n<p>Meski sayangnya, sebagian besar sampah plastik&nbsp;tersebut masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara, kota kecil dan medium dan daerah pedesaan, termasuk yang berada di pulau-pulau kecil, memiliki sistem pengelolaan sampah yang belum optimal sehingga sampahnya bocor ke lingkungan di daratan.<\/p>\n<p>Termasuk yang terbuang ke sungai atau jalur air lain seperti got, pada akhirnya akan berujung ke lautan.<\/p>\n<p>Rofi memaparkan, baru sekitar 10-14 persen dari total timbulan sampah plastik yang masuk dalam proses daur ulang.<\/p>\n<p>Mayoritas atau sekitar 45 persen dari total timbulan sampah dibakar oleh masyarakat dan sekitar sembilan persen berakhir bocor ke lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebut terjadi penurunan kebocoran sampah plastik ke laut sekitar 41,68 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif dalam diskusi yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diikuti daring di Jakarta, Jumat (4\/10\/2024). Rofi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[686],"class_list":["post-13018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13018\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}