{"id":13071,"date":"2026-07-30T01:41:08","date_gmt":"2026-07-30T01:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13071"},"modified":"2026-07-30T01:41:08","modified_gmt":"2026-07-30T01:41:08","slug":"mengenal-owa-jawa-satwa-liar-yang-hidupnya-sangat-tergantung-pada-pepohonan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13071","title":{"rendered":"Mengenal Owa Jawa Satwa Liar yang Hidupnya Sangat Tergantung pada Pepohonan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tim Ekspedisi Owa Jawa Sanggabuana Astra Otopart (SOP) Group dan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan potensi ancaman terhadap Owa Jawa di Sanggabuana. Salah satunya adalah perburuan liar<\/p>\n<p>Namun, ancaman terbesar terhadap owa Jawa terutama berasal dari alih fungsi lahan hutan yang menjadikan pohon pakan dan pohon tidur Owa Jawa berkurang.<\/p>\n<p>&ldquo;Bahkan beberapa blok hutan ada yang sudah habis tegakannya berganti jadi tanaman kopi dan mengisolasi beberapa kelompok Owa Jawa,&#8221; kata Leader Tim Ekspedisi Owa Jawa Sanggabuana, Bernard T Wahyu Wiryanta, di Karawang, Sabtu (28\/9\/2024)<\/p>\n<p>Temuan ini tentu menjadi peringatan yang harus menjadi perhatian serius karena keberadaan Owa Jawa terancam punah.<\/p>\n<p>Hewan yang memiliki suara khas di pagi hari ini memiliki status&nbsp;<em>endangered<\/em>&nbsp;(rentan) berdasarkan IUCN&nbsp;<em>Red List of Threatened Species tm<\/em>&nbsp;yang diakses Januari 2021.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245140230\/tim-ekspedisi-owa-jawa-sanggabuana-perburuan-liar-dan-alih-fungsi-lahan-ancam-populasi-owa-jawa\">Baca: Tim ekspedisi temukan 107 kelompok Owa Jawa<\/a><\/p>\n<p>Sementara hutan Sanggabuana sendiri juga tidak sepenuhnya aman. Dilansir Mongabay, di perbatasan hutan Sanggabuana terdapat pertambangan skala besar.<\/p>\n<p>Bernard menuturkan kepada Mongabay pada Desember 2023, perusahaan tersebut memang beroperasi dengan izin resmi.<\/p>\n<p>Tapi seperti apa keunikan binatang bernama Owa Jawa ini? Dilansir museum.biologi.ugm.ac.id, Owa Jawa memiliki nama ilmiah<em> Hylobates moloch<\/em> yang merupakan satwa endemik di Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Selain di hutan Sanggabuana, Owa Jawa juga bisa ditemukan di sejumlah hutan hujan tropis di Jawa Barat dan Jawa Tengah, terutama di kawasan yang dilindungi seperti Taman Nasional.<\/p>\n<p>Ciri khas dari primata ini adalah tidak berekor, memiliki tubuh ramping dan memiliki tangan yang lebih panjang dari tubuhnya. Tangan ini digunakan untuk berayun dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245088166\/kabar-gembira-penghuni-taman-nasional-ujung-kulon-kembali-ketambahan-seekor-badak-jawa\">Baca: Populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon bertambah<\/a><\/p>\n<p>Owa Jawa dewasa memiliki berat rata-rata 8 kilogram. Primata ini memiliki tubuh berwarna abu-abu dan wajah yang gelap.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Owa Jawa merupakan hewan arboreal, yaitu hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pohon.&nbsp;Sehingga keberadaan pohon sangat menentukan kelangsungan hidup Owa Jawa.<\/p>\n<p>Owa Jawa hidup dalam kelompok kecil yang mirip keluarga, karena terdiri dari sepasang jantan dan betina, serta anak owa yang belum dewasa.<\/p>\n<p>Owa memiliki masa reproduktif sekitar 10 hingga 20 tahun dan memiliki rata-rata 5 hingga 6 keturunan. Owa yang telah dewasa secara seksual akan memisahkan diri dari kelompoknya.<\/p>\n<p>Owa Jawa merupakan primata yang setia dalam mempertahankan wilayah mereka. Owa betina akan mengeluarkan suara kencang untuk menandai daerahnya. Suara owa betina dapat terdengar hingga satu kilometer.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Tim Ekspedisi Owa Jawa Sanggabuana Astra Otopart (SOP) Group dan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan potensi ancaman terhadap Owa Jawa di Sanggabuana. Salah satunya adalah perburuan liar Namun, ancaman terbesar terhadap owa Jawa terutama berasal dari alih fungsi lahan hutan yang menjadikan pohon pakan dan pohon tidur Owa Jawa berkurang. &ldquo;Bahkan beberapa blok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[95,3720],"class_list":["post-13071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hutan","tag-owa-jawa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13071"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13071\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}