{"id":13132,"date":"2026-07-30T01:41:36","date_gmt":"2026-07-30T01:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13132"},"modified":"2026-07-30T01:41:36","modified_gmt":"2026-07-30T01:41:36","slug":"indonesia-punya-hutan-hujan-tropis-terluas-di-dunia-sundaland-dan-australasia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13132","title":{"rendered":"Indonesia Punya Hutan Hujan Tropis Terluas di Dunia: Sundaland dan Australasia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dari lima hutan hujan tropis terluas di dunia, dua di antaranya berada di Indonesia.&nbsp;Dua hutan hujan tropis di Indonesia itu adalah zona Australasia dan Sundaland.<\/p>\n<p>Kabar buruknya dua zona hutan hujan tropis itu terancam kelestariannya karena berbagai sebab.<\/p>\n<p>Dilansir earth.org, deforestasi di hutan hujan tropis dunia masih tetap tinggi sejak tahun 1980an akibat meningkatnya kebutuhan manusia akan pangan, serat, dan bahan bakar.<\/p>\n<p>Kegagalan dalam memahami nilai hutan sebagai ekosistem yang sehat dan produktif turut berperan dalam proses deforestasi hutan hujan tropis dunia.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2002, rata-rata 3,2 juta hektar hutan hujan tropis primer (jenis hutan dengan keanekaragaman hayati paling tinggi dan padat karbon) telah dirusak setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Kawasan hutan sekunder yang lebih luas lagi ditebangi atau terdegradasi. Di bawah ini adalah gambaran singkat mengenai kondisi hutan hujan tropis terbesar yang ada di Indonesia.<\/p>\n<p>Adapun angka-angka ini berdasarkan data tahun 2020 dari University of Maryland (UMD) dan <em>World Resources Institute<\/em> (WRI) dengan menggunakan ambang batas tutupan kanopi sebesar 30 persen.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245123400\/mengenal-lima-hutan-hujan-tropis-terluas-di-dunia-semua-dalam-ancaman-deforestasi\">Baca: Mengenal lima hutan hujan tropis terluas di dunia<\/a><\/p>\n<p><strong>Wilayah Australasia<\/strong><br \/>Hutan hujan Australia mencakup hutan tropis di pulau New Guinea (Papua) dan timur laut Australia serta pulau-pulau yang tersebar yang di zaman es saling&nbsp;terhubung&nbsp;satu&nbsp;sama&nbsp;lain.<\/p>\n<p>Sebagai konsekuensi dari keterkaitan ini, kedua daratan tersebut memiliki kumpulan tumbuhan dan hewan yang sama, sementara kelompok yang ditemukan di pulau-pulau di sebelah barat sangat sedikit.<\/p>\n<p>Misalnya, kucing, monyet, dan musang tidak ditemukan di New Guinea dan Australia, namun keduanya memiliki keanekaragaman marsupial yang luar biasa tinggi seperti kanguru, walabi, kuskus, dan opossum.<\/p>\n<p>Hampir seluruh hutan hujan tropis utama di kawasan Australasia berada di pulau New Guinea, yang secara kasar terbagi antara Indonesia dan Papua Nugini.<\/p>\n<p>New Guinea termasuk pulau dengan bahasa yang paling beragam di planet ini dengan sekitar 800 bahasa. Diyakini ada beberapa kelompok yang belum dihubungi di daerah terpencil di New Guinea.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di antara kawasan hutan utama, Australiasia memiliki tingkat kehilangan hutan primer terendah kedua sejak tahun 2001, namun deforestasi cenderung meningkat karena penebangan dan konversi hutan menjadi perkebunan.<\/p>\n<p>Negara-negara besar: Provinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia (51 persen dari hutan primer di kawasan ini), Papua Nugini (49 persen), dan Australia (di bawah 1 persen).<\/p>\n<p>Spesies paling terkenal: <br \/>Kanguru pohon; kasuari; merpati darat raksasa; buaya air asin.<\/p>\n<p>Tren deforestasi: <br \/>Deforestasi meningkat pesat akibat perkebunan, khususnya kelapa sawit. Papua Nugini bagian Indonesia kehilangan 605.000 hektar hutan primer sejak tahun 2002 (1,8 persen dari tutupan hutan primer pada tahun 2001), sementara PNG kehilangan 732.000 hektar (2,2 persen).<\/p>\n<p>New Guinea dipandang sebagai perbatasan terakhir bagi ekspansi agroindustri berskala besar di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245113757\/mengenal-amazon-hutan-tropis-terbesar-di-dunia\">Baca: Mengenal hutan Amazon, hutan hujan tropis terluas di dunia<\/a><\/p>\n<p><strong>Sundaland<\/strong><br \/>Sundaland meliputi pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa, serta Semenanjung Malaysia. Sebagian besar hutan yang tersisa di kawasan ini berada di pulau Kalimantan, yang terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei.<\/p>\n<p>Sundaland kehilangan sebagian besar tutupan hutan primer di dunia antara tahun 2002 dan 2019. Kalimantan kehilangan 15 persen hutan primer, sementara Sumatra kehilangan 25 persen.<\/p>\n<p>Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan kayu, serta kebakaran yang terjadi saat pembukaan lahan, merupakan penyebab terbesar deforestasi. Namun deforestasi telah melambat sejak pertengahan tahun 2010an.<\/p>\n<p>Negara-negara besar: <br \/>Indonesia (73 persen tutupan hutan primer di kawasan ini) dan Malaysia (26 persen). Brunei dan Singapura memiliki kurang dari 1 persen hutan di kawasan ini.<\/p>\n<p>Spesies paling terkenal: <br \/>Gajah; orangutan; dua spesies badak; harimau; berbagai jenis burung enggang dan kera.<\/p>\n<p>Tren deforestasi: <br \/>Deforestasi di kawasan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan kawasan hutan besar lainnya, namun trennya menurun.<\/p>\n<p>Antara tahun 2002 dan 2019, Kalimantan kehilangan 5,8 juta hektar hutan primer (15 persen tutupan tahun 2001), Sumatera 3,8 juta hektar (25 persen), dan Semenanjung Malaysia 726.000 hektar (14 persen).<\/p>\n<p>Indonesia menyumbang 75 persen hilangnya hutan primer di wilayah ini, dibandingkan dengan Malaysia yang sebesar 25 persen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dari lima hutan hujan tropis terluas di dunia, dua di antaranya berada di Indonesia.&nbsp;Dua hutan hujan tropis di Indonesia itu adalah zona Australasia dan Sundaland. Kabar buruknya dua zona hutan hujan tropis itu terancam kelestariannya karena berbagai sebab. Dilansir earth.org, deforestasi di hutan hujan tropis dunia masih tetap tinggi sejak tahun 1980an akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13133,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3740,262,288,3739],"class_list":["post-13132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-australasia","tag-deforestasi","tag-hutan-hujan-tropis","tag-sundaland"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13132\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}