{"id":13177,"date":"2026-07-30T01:41:52","date_gmt":"2026-07-30T01:41:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13177"},"modified":"2026-07-30T01:41:52","modified_gmt":"2026-07-30T01:41:52","slug":"jangan-lewatkan-fenomena-langka-komet-a3-melintas-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13177","title":{"rendered":"Jangan Lewatkan Fenomena Langka, Komet A3 Melintas di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Komet C\/2023 A3 atau Tsuchinshan-ATLAS bersinar terang melintasi langit pada Jumat (27\/09\/2024) pagi. Fenomena langka ini akan berlangsung hingga awal Oktober 2024.<\/p>\n<p>Direktur Griya Antariksa, Mutoha Arkanuddin, menjelaskan Komet C\/2023 A3 dapat diamati di langit Indonesia, seperti di Kupang, Ponorogo, dan Yogyakarta.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang pada pagi hari setelah fajar.<\/p>\n<p>&#8220;Pandanglah ke arah langit timur setelah adzan subuh, akan tampak seperti titik terang terbungkus kapas yang sangat tipis dengan ekor menjutai ke atas,&#8221; jelasnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Melansir Kompas.com, Mutoha menjelaskan sepanjang tahun 2024 komet ini merupakan yang paling terang terlihat di langit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245094198\/potensi-banjir-rob-di-sejumlah-wilayah-akibat-fenomena-supermoon-pada-rabu-18-september\">Baca: Fenomena Supermoon berpotensi picu banjir rob<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Kecerahannya diperkirakan menandingi planet Venus. Saking terangnya komet ini kemungkinan bisa dilihat dengan mata telanjang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Komet ini kemungkinan memiliki dua ekor, satu putih dan satu kebiruan. Orientasinya di Tata Surya bagian dalam memungkinkan ekornya memancarkan lebih banyak cahaya ke Bumi, sehingga membuatnya tampak lebih terang.<\/p>\n<p>Bintang berekor ini adalah komet pendatang dari batas tata surya yang dikenal sebagai Awan Oort dan hanya dapat dilihat 80.000 tahun sekali.<\/p>\n<p>Karena itu, kemunculan Komet C\/2023 menjadi fenomena astronomi langka dan sangat sayang dilewatkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244784665\/jangan-lupa-fenomena-langka-strawberry-moon-dapat-disaksikan-nanti-malam\">Baca: Fenomena Strawberry Moon dapat disaksikan nanti malam<\/a><\/p>\n<p>Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovaasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengungkapkan, nama Tsuchinshan-ATLAS atau C\/2023 diambil dari waktu pertama kali komet itu teramati, yaitu pada periode Januari-Februari 2023.<\/p>\n<p>Benda langit ini ditemukan oleh astronom di Observatorium Tsuchinshan China dan Teleskop Robotik Asterod Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) Afrika Selatan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Komet C\/2023 A3 adalah komet non-periodik (kode C hanya sekali tampak). Pertama kali tahun 2023, pada pertengahan bulan pertama (kode A) dengan urutan ketiga (kode 3),&#8221; urainya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244780865\/akibat-fenomena-solstis-hari-ini-siang-akan-lebih-panjang\">Baca: Mengenal fenomena Soltis yang bikin siang menjadi panjang<\/a><\/p>\n<p>Hari ini, Komet C\/2023 A3 telah terlihat dan sedang menuju puncak kecerahannya . Masyarakat dapat melihat waktu puncak Komet C\/2023 A3 pada Jumat pagi 27 September 2024 mulai&nbsp;pukul 04.30 hingga langit terang.&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, jika Anda belum sempat melihatnya hari ini, jangan khawatir. Komet ini akan kembali bersinar terang hingga tanggal 12 Oktober 2024 dan setelahnya meredup karena tidak mendapatkan cahaya Matahari.<\/p>\n<p>Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pada Minggu (29\/9\/2024) dan Senin (30\/9\/2024), ketika Komet C\/2023 A3 akan bergabung dengan bulan sabit yang memudar.<\/p>\n<p>Sementara para pengamat langit di belahan Bumi utara dapat melihat komet ini sekilas pada ketinggian beberapa derajat di atas cakrawala timur-tenggara sekitar 30 menit, sebelum Matahari terbit antara Jumat (27\/9\/2024) dan Rabu (2\/10\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243328552\/bmkg-fenomena-perigee-berpeluang-picu-banjir-rob-di-sejumlah-wilayah-pesisir-di-indonesia\">Baca: Fenomena perigee juga bisa picu banjir rob<\/a><\/p>\n<p>Pada Minggu (30\/9\/2024), komet C\/2023 A3 akan menghilang dalam cahaya fajar dan tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang berada di lintang tengah utara, yakni Kanada, Rusia, Norwegia, dan Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p>Namun, untuk masyarakat yang berada di negara dekat khatulistiwa, seperti Indonesia, mereka masih bisa melihat Komet C\/2023 A3 hingga Rabu (2\/10\/2024).<\/p>\n<p>Setelahnya, komet ini akan menghilang dalam silau Matahari dan diperkirakan akan muncul kembali di langit malam belahan Bumi utara pada Sabtu (12\/10\/2024).<\/p>\n<p>Saat berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, komet ini akan berada di dekat ufuk barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Komet C\/2023 A3 atau Tsuchinshan-ATLAS bersinar terang melintasi langit pada Jumat (27\/09\/2024) pagi. Fenomena langka ini akan berlangsung hingga awal Oktober 2024. Direktur Griya Antariksa, Mutoha Arkanuddin, menjelaskan Komet C\/2023 A3 dapat diamati di langit Indonesia, seperti di Kupang, Ponorogo, dan Yogyakarta. Dia mengatakan, masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang pada pagi hari setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3758,3757,404,798],"class_list":["post-13177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-fenomena","tag-fenomena-langka","tag-indonesia","tag-komet"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}