{"id":13189,"date":"2026-07-30T01:41:59","date_gmt":"2026-07-30T01:41:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13189"},"modified":"2026-07-30T01:41:59","modified_gmt":"2026-07-30T01:41:59","slug":"manfaat-bekerja-pada-mereka-yang-telah-berusia-lanjut-atau-lansia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13189","title":{"rendered":"Manfaat Bekerja pada Mereka yang Telah Berusia Lanjut Atau Lansia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Jumlah penduduk Indonesia mencapai 278 juta jiwa pada pertengahan 2023. Sebanyak 11,75 persen atau 32,6 juta orang di antaranya merupakan lanjut usia (lansia).<\/p>\n<p>Artinya, 1 dari 10 penduduk Indonesia merupakan lansia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi lansia tersebut menandakan bahwa Indonesia sudah memasuki fase penuaan penduduk (ageing population).<\/p>\n<p>Fase penuaan penduduk disertai dengan pertambahan jumlah lansia yang masih bekerja. Penelitian mengungkapkan lebih dari setengah penduduk lansia di Indonesia masih aktif bekerja. Salah satu alasannya adalah demi menyambung hidup.<\/p>\n<p>Tidak cukup sampai di situ, lansia masih harus bergelut dengan tantangan lain berupa masalah kesehatan akibat proses penuaan (sindrom geriatri), seperti alzheimer, demensia, penyakit jantung, dan osteoporosis (pengeroposan tulang).<\/p>\n<p>Meski dibayang-bayangi masalah kesehatan, beberapa penelitian justru menyebut bahwa efek negatif penuaan ini bisa dikurangi dengan tetap aktif secara fisik, mental, maupun sosial, salah satu caranya adalah dengan bekerja.<\/p>\n<p>Lantas, bisakah manfaat ini dirasakan pekerja lansia Indonesia? Berikut hasil kajian tim dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang telah terbit di The Conversation Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/245090942\/empat-langkah-membuat-para-lansia-merasa-lebih-berharga\">Baca: Langkah sederhana agar lansia tetap bahagia<\/a><\/p>\n<p>Manfaat bekerja untuk lansia<br \/>Umumnya, untuk menjaga kesehatan, lansia perlu rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, dan mendapatkan perawatan kesehatan.<\/p>\n<p>Di luar itu, lansia bisa menjalani gaya hidup aktif untuk menghambat dan memperlambat risiko masalah kesehatan akibat proses penuaan dengan bekerja.<\/p>\n<p>Setidaknya ada&nbsp;tiga manfaat penting bekerja bagi lansia, yaitu:<\/p>\n<p><strong>1. Kurangi isolasi sosial<\/strong> <br \/>Bekerja dapat mengurangi risiko lansia merasakan kesepian dan kurangnya kesempatan berinteraksi dengan orang lain<\/p>\n<p>Kedua kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena kesepian dan isolasi sosial dapat meningkatkan risiko demensia sebesar 50%.<\/p>\n<p>Demensia adalah penyakit yang mengurangi daya ingat dan berpikir. Dengan berinteraksi bersama rekan kerja, risiko lansia mengalami demensia diharapkan bisa berkurang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, aktivitas fisik saat bekerja bisa mengurangi risiko terkena gangguan kognitif, seperti demensia vaskular. Ini adalah kondisi menurunnya daya ingat dan berpikir akibat berkurangnya aliran darah ke otak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244958515\/cara-sederhana-menjaga-kesehatan-mental-para-lansia\">Baca: Langkah sederhana menjaga kesehatan mental lansia<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Menjaga kesehatan<\/strong><br \/>Bekerja dapat membantu menjaga kesehatan mental, perilaku, dan pikiran lansia di kehidupan sosialnya (psikososial), karena kegiatan ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kepuasan hidup, dan dukungan sosial yang berdampak positif bagi lansia.<\/p>\n<p><strong>3. Merawat kemampuan berpikir<\/strong><br \/>Risiko mengalami penurunan fungsi kognitif atau kemampuan berpikir lansia diduga juga bisa berkurang jika mereka bekerja.<\/p>\n<p>Penelitian menunjukkan bekerja bisa memberikan efek positif pada cognitive reserve, yaitu kemampuan otak dalam mempertahankan fungsinya meskipun mengalami kerusakan atau penuaan.<\/p>\n<p>Bekerja bantu memperkuat pengembangan sirkuit saraf alternatif yang mendukung kinerja cognitive reserve.<\/p>\n<p>Meski begitu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi temuan sejenis ini, terutama karena kurang beragamnya profesi pekerja lansia yang memperoleh manfaat perkembangan fungsi kognitif.<\/p>\n<p>Jenis profesi yang dapat melawan penuaan otak menurut penelitian merupakan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analisis ataupun interaksi sosial yang kompleks.<\/p>\n<p>Contoh dari kegiatan ini adalah mengajar, pengacara, pekerja sosial, data analyst, dan tukang reparasi jam.<\/p>\n<p>Bekerja mungkin mendatangkan banyak manfaat kesehatan, tetapi di Indonesia situasinya berbeda. Masih banyak lansia terpaksa bekerja karena terjerat kemiskinan.<\/p>\n<p>Bagaimana peluang lansia di Indonesia untuk tetap bekerja akan diulas dalam tulisan selanjutnya.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation Indonesia, Penulis: <\/strong><br \/><strong>&#8211; Stephani Dwiyanti (Assistant Professor, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)<\/strong><br \/><strong>&#8211; Cecilia Alberta (Student Attending Neurogeriatric and Dementia Module at the School of Medicine and Health Sciences, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)<\/strong><br \/><strong>&#8211; Linda Suryakusuma (Lecturer at the Department of Neurology, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Jumlah penduduk Indonesia mencapai 278 juta jiwa pada pertengahan 2023. Sebanyak 11,75 persen atau 32,6 juta orang di antaranya merupakan lanjut usia (lansia). Artinya, 1 dari 10 penduduk Indonesia merupakan lansia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi lansia tersebut menandakan bahwa Indonesia sudah memasuki fase penuaan penduduk (ageing population). Fase penuaan penduduk disertai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3762,392],"class_list":["post-13189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bekerja","tag-lansia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}