{"id":13199,"date":"2026-07-30T01:42:01","date_gmt":"2026-07-30T01:42:01","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13199"},"modified":"2026-07-30T01:42:01","modified_gmt":"2026-07-30T01:42:01","slug":"perlu-mitigasi-ini-dampak-serius-perubahan-iklim-terhadap-curah-hujan-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13199","title":{"rendered":"Perlu Mitigasi, Ini Dampak Serius Perubahan Iklim Terhadap Curah Hujan di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak pada curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi cuaca menjadi lebih kering dan akan semakin kering beberapa tahun mendatang.<\/p>\n<p>Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Alberth Nahas pada Rabu (25\/09\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita tidak melakukan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim maka kondisinya yang kering akan semakin kering. Secara umum di semua skenario dan periode bulan-bulannya itu adalah Sumatera bagian utara dan tengah mengalami penurunan potensi hujan atau potensi jumlah hujan,&#8221; jelas Alberth seperti yang dikutip Antaranews.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245125265\/greenpeace-masyarakat-miskin-sumbang-sedikit-emisi-tetapi-paling-merasakan-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Masyarakat miskin paling merasakan dampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya Alberth memaparkan berdasarkan permodelan iklim&nbsp;<em>Representative Concentration Pathways<\/em>&nbsp;(RCP) 8.5 tanpa upaya mitigasi atau<em>&nbsp;<\/em><em>business as usual<\/em><em>&nbsp;<\/em>memperlihatkan perubahan pada musim kering.<\/p>\n<p>Dari permodelan iklim tersebut, saat musim kering atau sekitar periode Juni, Juli dan Agustus hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan kumulatif secara signifikan, dalam perbandingan dengan periode historis 1976-2005.<\/p>\n<p>Menurutnya, penurunan curah hujan itu terutama dirasakan di wilayah Sulawesi, Jawa bagian selatan dan Papua bagian selatan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245084499\/pertanian-tak-berkelanjutan-hambat-adaptasi-petani-terhadap-perubahan-iklim\">Baca: Pertanian tak berkelanjutan hambat adaptasi petani terhadap perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Ini mengindikasikan di wilayah tersebut kalau kita tidak melakukan aksi mitigasi atau kalau tidak memaksimalkan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim maka daerah-daerah tersebut akan semakin rawan terhadap penurunan curah hujan kumulatif,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Jika tidak dilakukan mitigasi, maka masyarakat akan merasakan berbagai dampak berkepanjangan.<\/p>\n<p>Diantaranya berkurangnya ketersediaan air bersih dan berpengaruh terhadap pertanian terutama yang menggunakan irigasi tadah hujan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245065877\/dampak-pemanasan-global-sebesar-2c-pada-kehidupan-manusia\">Baca: Dampak pemanasan global terhadap kehidupan manusia<\/a><\/p>\n<p>Kondisi tersebut terjadi seiring dengan potensi peningkatan suhu di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan jika tidak dilakukan langkah mitigasi secara ambisius.<\/p>\n<p>Selanjutnya Alberth mengungkapkan berdasarkan data BMKG periode 1951-2021, terjadi tren peningkatan suhu.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Rata-rata kenaikan suhu terbesar 0,15 derajat terjadi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatera bagian selatan, area Jakarta dan sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak pada curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi cuaca menjadi lebih kering dan akan semakin kering beberapa tahun mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Alberth Nahas pada Rabu (25\/09\/2024). &#8220;Kalau kita tidak melakukan aksi mitigasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[50,24,1022,173],"class_list":["post-13199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca","tag-hujan","tag-mitigasi","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}