{"id":13291,"date":"2026-07-30T01:42:29","date_gmt":"2026-07-30T01:42:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13291"},"modified":"2026-07-30T01:42:29","modified_gmt":"2026-07-30T01:42:29","slug":"penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi-korban-tawuran-atau-salah-prosedure-penggerebekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13291","title":{"rendered":"Penemuan 7 mayat di Kali Bekasi: Korban Tawuran atau Salah Prosedure Penggerebekan?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tujuh mayat laki-laki ditemukan tewas mengambang di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22\/9\/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.<\/p>\n<p>Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh mengungkapkan, penemuan 7 mayat laki-laki&nbsp;di Kali Bekasi awalnya dilaporkan warga Jatiasih yang sedang mencari kucingnya di tepi sungai.<\/p>\n<p>Penemuan 7 mayat laki-laki&nbsp;di Kali Bekasi ini sontak membuat geger warga. Petugas gabungan terus menyisir Kali Bekasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa lagi.<\/p>\n<p>Garis kuning juga dipasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Berikut rangkuman fakta awal penemuan 7 mayat laki-laki&nbsp;di Kali Bekasi.<\/p>\n<p><strong>1. Tujuh mayat adalah&nbsp;remaja laki-laki<\/strong> <br \/>Fajar, petugas SAR Kota Bekasi yang ikut mengevakuasi korban di Kali Bekasi menuturkan, ketujuh mayat yang ditemukan diperkirakan sebagai remaja berusia belasan tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Korban semuanya laki-laki. Perkiraan umur mungkin masih usia belasan tahun, diperkirakan masih remaja,&#8221; ujar Fajar, dikutip dari Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Ketujuh mayat korban lalu dibawa ke RS Polri Kramatjati di Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.<\/p>\n<p><strong>2. Tujuh korban pakai jaket hitam<\/strong> <br \/>Fajar menambahkan, ketujuh korban ditemukan memakan pakaian yang sama yakni jaket hitam. Namun, dia belum memastikan apa ada logo khusus di jaket tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saat dievakuasi hampir sama bajunya, pakai jaket hitam,&#8221; lanjut Fajar.<\/p>\n<p>Saat mengevakuasi mayat-mayat tersebut, petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, dan sukarelawan juga menemukan dompet serta ponsel yang diduga milik korban.<\/p>\n<p><strong>3. Tujuh mayat diduga sudah tewas&nbsp;dua hari<\/strong> <br \/>Fajar melanjutkan, saat mengevakuasi korban pihaknya tidak menemukan luka-luka fisik dari tubuh tujuh mayat di Kali Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Luka tidak ada, hanya lebam di kepala karena sudah mulai pembengkakan dan pembuluh darah mulai pecah,&#8221; ujar Fajar, dilansir dari Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Berdasarkan temuan kondisi ketujuh korban tersebut, Fajar memperkirakan mayat yang ditemukan sesungguhnya sudah mengambang di Kali Bekasi sekitar dua hari.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>4. Tujuh korban lari dari patroli polisi<\/strong> <br \/>Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani mengungkapkan, penemuan 7 mayat di Kali Bekasi terkait dengan penggerebekan polisi pada Sabtu (21\/9\/2024), sesaat sebelum korban menceburkan diri ke sungai.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mendapatkan keterangan itu tadi pagi. Pada saat awal penemuan, kami tidak mendapat laporan. Baru tadi pagi kita disampaikan pihak saksi,&#8221; katanya, diberitakan Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Menurut Dani, Polres Metro Bekasi tengah melakukan patroli pencegahan tawuran di wilayah hukumnya pada pukul 03.00 WIB, di sekitar tempat para remaja itu menongkrong.<\/p>\n<p>Namun, petugas patroli mengaku tidak menyadari ketujuh remaja itu menceburkan diri ke Kali Bekasi usai tempat menongkrongnya digerebek.<\/p>\n<p><strong>5. Keluarga bantah korban hendak tawuran<\/strong><br \/>Dwi Septiani selaku sepupu salah satu korban berinisial MR (19) menyampaikan keterangan yang berbeda dari polisi.<\/p>\n<p>Menurutnya, sekelompok remaja itu menongkrong di dekat Kali Bekasi usai merayakan ulang tahun salah satu teman mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Ada temannya ulang tahun dan ngumpul di Cikunir. Nah, dari sana pindah ke depan rumah, terus pindah lagi ke pabrik semen dekat kali itu. Tiba-tiba langsung dikejar polisi,&#8221; kata Dwi dikutip dari Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Menurut Dwi, informasi tersebut didapatkan dari kawan MR yang lolos dari kejaran polisi. Kawan MR itu juga mengaku mendapat tekanan dari polisi.<\/p>\n<p>Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto membenarkan ada kabar tujuh korban merayakan ulang tahun bersama sekelompok remaja lain di warung kecil di jembatan Cipendawa, bantaran Kali Bekasi sebelum menceburkan diri ke sungai.<\/p>\n<p>&#8220;Yang mesti dipertanyakan adalah kenapa (pukul) 03.00 WIB adik-adik kita ini ada berada di sini? Dan tadi informasinya katanya ulang tahun, ulang tahun mana kuenya? Mana tempatnya? Kan tidak mungkin ulang tahun di sini,&#8221; ucap Karyoto.<\/p>\n<p>Karena itu, pihaknya masih akan mendalami informasi terkait perayaan ulang tahun yang dilakukan ketujuh korban.<\/p>\n<p><strong>6. Propam akan tinjau prosedur patroli polisi<\/strong> <br \/>Karyoto menyatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan dilibatkan untuk mendalami dugaan kesalahan prosedur patroli polisi yang membuat tujuh remaja itu menceburkan diri di Kali Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk langkah ke depan, kami libatkan nanti dari Propam Mabes,&#8221; ucapnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Menurutnya, polisi akan bertanggung jawab apabila ada anggotanya yang melakukan kelalaian saat menggerebek para remaja itu.<\/p>\n<p>Namun, Karyoto tidak menyalahkan kegiatan patroli polisi untuk mencegah tawuran di wilayah tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Saya katakan patroli tidak salah. Kenapa patroli lewat sini karena memang patroli datangnya 03.00 WIB, tapi orang normal dalam keadaan jam-jam segitu tentunya istirahat,&#8221; tegas dia.<\/p>\n<p>Karyoto memastikan ketujuh korban merupakan pelaku aksi tawuran. Korban menceburkan diri karena takut polisi menegur mereka saat berpatroli.<\/p>\n<p>Polisi membantah korban merayakan ulang tahun karena tidak menemukan kue ulang tahun. Polisi justru mendapati adanya senjata tajam yang kemungkinan akan digunakan untuk tawuran.<\/p>\n<p><strong>7. Dua korban teridentifikasi<\/strong><br \/>Kepala Bidang Pelayanan Doktor Kepolisian RS Bhayangkara Kombes (Pol) Hery Wijatmoko mengungkapkan ada dua keluarga yang melapor sebagai keluarga remaja yang ditemukan di Kali Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Ada informasi identitas dua jenazah tapi akan kami cocokkan untuk pengambilan sidik jari pada jenazah yang terendam air,&#8221; ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu.<\/p>\n<p>Menurut Hery, keluarga itu menyerahkan informasi terkait anggota keluarga yang hilang berupa ciri-ciri fisik termasuk tanda lahir, tahi lalat atau bekas luka, bukti properti yang sering dikenakan, atau rekam medis gigi geligi.<\/p>\n<p>Sumber:Kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Tujuh mayat laki-laki ditemukan tewas mengambang di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22\/9\/2024) sekitar pukul 05.30 WIB. Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh mengungkapkan, penemuan 7 mayat laki-laki&nbsp;di Kali Bekasi awalnya dilaporkan warga Jatiasih yang sedang mencari kucingnya di tepi sungai. Penemuan 7 mayat laki-laki&nbsp;di Kali Bekasi ini sontak membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3759,3782],"class_list":["post-13291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kali-bekasi","tag-mayat-laki-laki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}