{"id":13383,"date":"2026-07-30T01:43:05","date_gmt":"2026-07-30T01:43:05","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13383"},"modified":"2026-07-30T01:43:05","modified_gmt":"2026-07-30T01:43:05","slug":"hari-ozon-sedunia-luas-lubang-ozon-capai-10-juta-kilometer-persegi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13383","title":{"rendered":"Hari Ozon Sedunia: Luas Lubang Ozon Capai 10 Juta Kilometer Persegi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Lapisan ozon terus menipis sejak 2020 terutama di Kutub Selatan dan Antartika, kata seorang ilmuwan Turki.<\/p>\n<p>&#8220;Total level ozon terus menurun, dan karena kita sekarang berada di bulan September, area yang terkena dampak semakin meluas,&#8221; kata Prof. Mete Tayanc dari Universitas Marmara di Istanbul.<\/p>\n<p>&#8220;Hingga 9 September 2024, luas lubang ozon telah mencapai lebih dari 10 juta kilometer persegi,&#8221; kata dia menyambut Hari Ozon Sedunia.<\/p>\n<p>PBB menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional Pelestarian Lapisan Ozon.<\/p>\n<p>Tayanc mengatakan bahwa lapisan ozon seperti perisai yang menghalangi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243071426\/mengenal-ozon-lubang-ozon-dan-kaitannya-dengan-pemanasan-global\">Baca: Lubang ozon dan dampaknya pada lingkungan global<\/a><\/p>\n<p>Tetapi lapisan ozon meneruskan cahaya matahari yang bisa kita lihat dan penting bagi kehidupan di Bumi.<\/p>\n<p>Tayanc mengatakan jika tidak ada lapisan ozon, manusia akan mengalami dampak negatif seperti penuaan kulit dini, berbagai macam kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan katarak dini.<\/p>\n<p>Tanpa adanya lapisan ozon, proses fotosintesis pada tumbuhan juga akan terganggu.<\/p>\n<p>Menurut dia, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penipisan lapisan ozon: klorofluorokarbon (CFC), partikel halus, dan sinar matahari.<\/p>\n<p>Tayanc memperingatkan bahwa Protokol Montreal tentang Zat Perusak Lapisan Ozon telah mendasari upaya untuk menghapus secara bertahap berbagai zat yang merusak lapisan ozon.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243063306\/ditemukan-lubang-ozon-di-langit-antartika-apa-pengaruhnya-pada-lingkungan-di-indonesia\">Baca: Dampak yang dirasakan Indonesia akibat lubang ozon<\/a><\/p>\n<p>Protokol itu, yang diadopsi pada 16 September 1987 dan mulai berlaku pada 1 Januari 1989, adalah perjanjian internasional yang bertujuan melindungi lapisan ozon dengan menghilangkan zat-zat perusak ozon secara bertahap.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Ketika Protokol Montreal pertama kali disusun, bahan kimia perusak ozon diperkirakan akan berkurang hingga 50 persen pada 1999. Namun, target ini kemudian direvisi,&#8221; kata Tayanc.<\/p>\n<p>Amandemen London, yang ditandatangani pada 1990, menetapkan target baru pelarangan semua gas perusak ozon pada 2000.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun emisi zat-zat tersebut telah berkurang secara signifikan, beberapa di antaranya masih digunakan dalam jumlah kecil hingga saat ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u200b\u200bSumber: Antaranews.com\/Aadolu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Lapisan ozon terus menipis sejak 2020 terutama di Kutub Selatan dan Antartika, kata seorang ilmuwan Turki. &#8220;Total level ozon terus menurun, dan karena kita sekarang berada di bulan September, area yang terkena dampak semakin meluas,&#8221; kata Prof. Mete Tayanc dari Universitas Marmara di Istanbul. &#8220;Hingga 9 September 2024, luas lubang ozon telah mencapai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2054,1269],"class_list":["post-13383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lapisan-ozon","tag-matahari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}