{"id":13387,"date":"2026-07-30T01:43:06","date_gmt":"2026-07-30T01:43:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13387"},"modified":"2026-07-30T01:43:06","modified_gmt":"2026-07-30T01:43:06","slug":"gempa-bandung-akibatkan-82-orang-terluka-dan-ratusan-bangunan-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=13387","title":{"rendered":"Gempa Bandung Akibatkan 82 Orang Terluka dan Ratusan Bangunan Rusak"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Gempa berkekuatan magnitudo 5.0, yang mengguncang Bandung dan sekitarnya Rabu (18\/9\/2024), pukul 09.41 WIB, menyebabkan 82 orang luka-luka, 700 bangunan rusak, pembatalan 14 jadwal kereta cepat Whoosh dan menggangu perjalanan 11 kereta api.<\/p>\n<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menyebut terjadi sebanyak 26 kali gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 5,0 tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Sebanyak 26 gempa bumi susulan sampai 15.30 WIB, masyarakat tetap waspada dengan gempa bumi susulan ini,&#8221; kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu di Kabupaten Bandung, Rabu (18\/9\/2024).<\/p>\n<p>Teguh mengatakan gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo yang terus mengecil. Ia mengingatkan potensi gempa bumi susulan masih dapat terjadi ke depan.<\/p>\n<p>&#8220;Gempa susulan masih dapat terjadi, tapi magnitudonya kecil,&#8221; kata dia dilansir Antaranews.com.<\/p>\n<p>Sementara, Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan hingga pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak berjumlah 700 unit.<\/p>\n<p>Hadi mengungkapkan, BPBD Jabar masih melakukan identifikasi tingkat kerusakan maupun pendataan dampak lain pascagempa yang getarannya dirasakan hingga Kabupaten Garut ini.<\/p>\n<p>Dilansir Tempo.co, dari 700 rumah yang rusak, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Bandung sebanyak 491 unit rumah dan Kabupaten Garut 209 unit rumah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/245102604\/bmkg-bantah-info-yang-menyebut-bakal-ada-gempa-susulan-yang-lebih-besar-di-bandung\">Baca: BMKG bantah bakal ada gempa susulan yang lebih kuat<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Pada rumah terdampak, BPBD Jabar masih menunggu informasi dari BPBD di tingkat kabupaten untuk menentukan tingkat kerusakannya,&rdquo; kata dia.<\/p>\n<p>Selain tempat tinggal, gempa juga merusakkan fasilitas publik, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit.<\/p>\n<p>BPBD mencatat jumlah korban luka-luka sejumlah 82 orang. Mereka yang luka-luka teridentifikasi di Kabupaten Bandung 81 orang dan satu orang warga Kabupaten Garut.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan rincian 59 warga mengalami luka ringan dan 23 orang luka berat. Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa,&rdquo; katanya<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Untuk warga yang mengalami luka berat akibat terkena reruntuhan bangunan, kata dia, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bedas Kertasari dan Puskesmas Bedas.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang masuk pukul 12.50 WIB, Hadi menyebutkan dampak dari gempa itu terpantau terjadi di Desa Tarumajaya, Cihawuk, dan Cibeureum (Kecamatan Kertasari).<\/p>\n<p>Kemudian Desa Margamukti (Kecamatan Pangalengan), Desa Cikawao (Kecamatan Pacet); Desa Pinggirsari (Kecamatan Arjasari); dan Desa Bojongmanggu (Kecamatan Pameungpeuk) di Kabupaten Bandung.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Garut, kerusakan terjadi di Desa Barusari, Pasirwangi, Sarimukti, dan Talaga (Kecamatan Pasirwangi), Desa Sirnajaya (Kecamatan Tarogong Kaler), dan Desa Mekarjaya (Kecamatan Sukaresmi).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/243698040\/indonesia-masuk-negara-yang-paling-sering-dilanda-gempa-tapi-literasi-masyarakat-masih-rendah\">Baca: Indonesia rawan gempa tapi literasi masyarakat masih rendah<\/a><\/p>\n<p>Gempa ini menyebabkan sebanyak delapan rumah, dua fasilitas kesehatan, dua bangunan fasilitas umum, satu sarana pendidikan, dan satu tempat ibadah di Kabupaten Bandung mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Garut, tujuh rumah dan satu sarana pendidikan rusak.<\/p>\n<p>BPBD Jabar dan BPBD kabupaten\/kota terus berkoordinasi melakukan asesmen atas korban dan kerusakan dampak dari gempa itu.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan BPBD Jabar, getaran gempa tersebut terasa mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, bahkan seluruh Jabar.<\/p>\n<p>Pascagempa, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga membatalkan sejumlah jadwal pemberangkatan guna memeriksa jalur kereta cepat Whoosh setelah gempa.<\/p>\n<p>Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa jalur kereta cepat tetap aman dan tidak mengalami kerusakan struktural akibat gempa.<\/p>\n<p>Pemeriksaan menyeluruh membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu kereta cepat, seperti longsoran bukit batu di kanan kiri trase, longsoran tanah, atau dampak alam lainnya.<\/p>\n<p>Adapun 11 kereta yang sempat berhenti adalah KA PLB 7321 (KA Feeder) di Stasiun Bandung, KA 352 (CL Bandung Raya) di Stasiun Ciroyom, KA PLB 7320 (KA Feeder) di Stasiun Cimahi, KA 342 (CL Bandung Raya) di Stasiun Padalarang dan KA 52 (KA Argo Parahyangan) di Stasiun Maswati.<\/p>\n<p>Lalu ada kereta KA D2\/11047 (Ka Barang Dinas) di Stasiun Cilame, KA 267 (KA Cikuray) di Stasiun Maswati, KA 363 (CL Bandung Raya) di Stasiun Cicalengka, KA 380 (CL Bandung Raya) di Stasiun Rancaekek, KA 7048 (KA Papandayan) di Stasiun Kiaracondong, serta KA 386 (CL Garut) di Stasiun Pasir Jengkol.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Gempa berkekuatan magnitudo 5.0, yang mengguncang Bandung dan sekitarnya Rabu (18\/9\/2024), pukul 09.41 WIB, menyebabkan 82 orang luka-luka, 700 bangunan rusak, pembatalan 14 jadwal kereta cepat Whoosh dan menggangu perjalanan 11 kereta api. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menyebut terjadi sebanyak 26 kali gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 5,0 tersebut. &#8220;Sebanyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":13388,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[725,248],"class_list":["post-13387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bandung","tag-gempa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13387"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13387\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}